IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS: Jumat, 4 Maret 2022

1. Mandoding Haleluya No. 346:1-2
Roh panambari na gogoh, in ma Tuhanta Jesus.
Bai Tuhan in ma hita roh, sai malum ibaen Jesus.
Dear ni in barita in, malas ni uhur banggal in.
Sai ipuji uhurhin Jesus, Jesus, Jesus.

Ai domma sasap dousa in ibaen na matei Jesus.
Ai seng be jujuronni in, ibaen holong ni Jesus.
Dear ni in barita in, malas ni uhur banggal in.
Sai ipuji uhurhin Jesus, Jesus, Jesus.

2. Tonggo

3. Ayat Harian: Jesaya 30:26
“Ambahni ai sondang ni bulan gabe songon sondang ni mata ni ari ma, anjaha sondang ni mata ni ari pitu hali lompit ma, songon haliharon ni pitu ari ma ai bani ari sanggah Jahowa mambaluti na maponggol humbani bangsa-Ni, anjaha manambari ugahni hinorhon ni hona bogbogan.”

“Maka terang bulan purnama akan seperti terang matahari terik dan terang matahari terik akan tujuh kali ganda, yaitu seperti terangnya tujuh hari, pada waktu TUHAN membalut luka umat-Nya dan menyembuhkan bekas pukulan.”

4. Renungan
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
di dunia yang serba instant saat ini, sangatlah sulit bagi kita untuk menemukan kesabaran atau bahkan bersikap sabar. Karena tuntutan dunia instant adalah kecepatan. Segala sesuatu harus cepat, target harus cepat tercapai, pekerjaan harus cepat terselesaikan, komunikasi harus cepat, dan sebagainya. Bahkan terhadap janji dan rencana Tuhan dalam hidup kita, sering juga kita lihat secara instant. Saat ini banyak orang Kristen yang tidak sabar menunggu janji Tuhan, menunggu jawaban doa, menunggu pertolongan Tuhan, sehingga mereka mengandalkan orang lain/dirinya sendiri untuk keluar dari masalah, yang malah menyebabkan segala sesuatunya menjadi lebih buruk. Melalui ayat harian ini, diperdengarkan bagaimana Allah ingin segera memulihkan kembali umat-Nya yang sedang dijatuhi hukuman karena pemberontakan mereka. Allah digambarkan nabi Yesaya sedang menanti-nanti pertobatan umat-Nya untuk menunjukkan belas kasihan. Dalam Yesaya 18-19 disebutkan bahwa Allah adalah Pribadi yang akan segera bertindak untuk menjawab seruan mereka (18-19).

Kondisi umat Israel dalam ayat ini menggambarkan masa-masa berat yang Allah izinkan terjadi bagi umat Israel. Tujuannya adalah untuk mengajarkan umat-Nya agar mereka tidak lagi memberontak kepada-Nya. Setelah masa itu lewat, Allah sendiri akan mendampingi umat-Nya untuk menuntun kepada jalan yang benar. Allah juga akan memberkati segala usaha yang mereka lakukan agar mereka tetap hidup dalam kelimpahan. Saat hari itu tiba, Allah akan tampil sebagai cahaya yang menerangi umat-Nya (Yesaya 30:20-21). Memang betul Allahlah yang menghukum mereka dengan membuang mereka ke negeri asing. Sebab, Allah tidak membiarkan kesalahan tanpa konsekuensi. Namun, pembuangan itu bukan karena Allah tidak lagi mengasihi umat-Nya. Justru karena kasih-Nya, Allah memproses mereka dalam pembuangan.

Setelah Allah menindak mereka, maka Allah menyediakan saat yang tepat untuk memulihkan mereka. Pemulihan itu akan berupa penghiburan dan sukacita tak terperikan (Yesaya 30:26). Terang sukacita yang diberikan Tuhan akan nyata dalam Firman-Nya dan dalam diri Yesus Kristus. Akibatnya umat Israel dan orang percaya akan teramat bersuka dan tampak ceria lebih dari pada biasanya. Akan ada luapan sukacita besar bagi umat percaya yang mengandalkan Tuhan. Tuhan pasti akan menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka. Dengan demikian, menjadi nyata bagi kita bahwa pertolongan Tuhan adalah nyata dan akibat dari pertolongan itu akan ada kesembuhan dan sukacita. Oleh karena itu, kita diminta untuk datang dan berseru kepada Tuhan. Tuhan akan menyembuhkan hati dan pikiran kita. Tuhan akan mengobati kita. Tuhan pun akan mengajar kita untuk menghindari dosa dan hidup lebih baik lagi. Relasi kita dengan sesama pun dapat diperbaiki. Amin.

5. Mandoding Haleluya No. 118:1+3
Tuhan Jesus Siparmahan ganup biri-biri do.
Jesus gok Bamu uhurhu, sai irikkononku Ham.
Sai irikkononku Ham. Sai irikkononku Ham.
Jesus gok Bamu uhurhu, sai irikkononku Ham.

Baen suruhan-Mu ma ahu, ai seng soya hata-Mu.
Janah Ham homa manogu, ganup jolma roh Bamu,
ganup jolma roh Bamu, ganup jolma roh Bamu;
Holong atei-Mu sai togu, ganup jolma roh Bamu.

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami

Departemen Persekutuan GKPS

Updated: 3 Maret 2022 — 18:06