IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS: Rabu, 23 Maret 2022

1. Mandoding Haleluya No. 138:1
Jahowa Naibatanta do, tarbaen batar-batarta.
Munsuhta ningon talu do, ibaen parlingodanta.
Ai anggo munsuh in, sibolis gorannin,
bajan do akalnin parseda jolma in,
seng dong na pag mangkubu.

 

2. Tonggo

 

3. Ayat Harian: Sakaria 8:8
“anjaha Ahu mamboan sidea mulak marianan i tongah-tongah ni Jerusalem; jadi gabe bangsaKu ma sidea anjaha gabe Naibata ni sidea ma Ahu ibagas hasintongan ampa hapintoron.”

 

“dan Aku akan membawa mereka pulang, supaya mereka diam di tengah-tengah Yerusalem. Maka mereka akan menjadi umatKu dan Aku akan menjadi Allah mereka dalam kesetiaan dan kebenaran.”

 

4. Renungan
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
tema besar karya Tuhan adalah kehidupan dan pemulihan. Maksudnya, segala sesuatu yang dilakukan oleh Tuhan, seperti yang tercatat dalam Alkitab, pasti berujung pada karya kehidupan dan pemulihan bagi umatNya. Kedatangan Yesus ke dunia hingga kematianNya di kayu salib pun berujung pada kebangkitanNya, yang membuktikan bahwa ada kehidupan di situ. Jauh sebelum zaman Yesus itu, pada saat bangsa Israel dijajah, Bait Allah dihancurkan, pintu gerbang kota Yerusalem dirubuhkan, dan bangsa itu dibawa oleh penjajah keluar dari Yerusalem, Allah pada akhirnya memulihkan keadaan mereka kembali, dan mereka tetap bisa melanjutkan hidupnya. Itulah karya Allah kita, yaitu kehidupan dan pemulihan.

 

Karya Allah tersebut disinggung dalam ayat harian hari ini. Saat umat Allah sudah berpuluh-puluh tahun hidup dalam pembuangan dan kehancuran di tempat lain, Allah mengatakan bahwa Ia akan membawa mereka pulang agar mereka berdiam kembali di tanah kelahirannya. Ini semua dilakukan Allah dengan beberapa tujuan, yaitu: 1) menandakan bahwa bangsa itu adalah umat Tuhan; 2) menandakan bahwa Tuhan adalah Allah mereka; dan 3) menyuruh mereka untuk hidup dalam kesetiaan dan kebenaran.

 

Tanda atau status itu perlu. Kita harus memiliki status yang jelas. Status kita bermacam-macam. Sudah menikah, belum menikah, atau pernah menikah. Sebagai tondong, sanina, atau boru. Sebagai anak atau orang tua. Sebagai pemimpin atau yang dipimpin. Itulah beberapa contoh status, yang menandakan siapa kita. Selanjutnya, berdasarkan status itulah kita bertindak. Tindakan seorang pemimpin tentu berbeda dengan tindakan yang dipimpin saat mereka sedang berada dalam sebuah rapat. Tindakan seorang anak tentu berbeda dengan tindakan orang tua saat mereka berada dalam sebuah kendaraan umum yang hampir penuh. Tindakan seorang yang sudah menikah dengan yang belum menikah juga berbeda saat mereka menerima ajakan untuk pergi ke luar rumah hingga larut malam. Maka, tindakan apa yang harus diperlihatkan oleh orang yang berstatus sebagai umat Tuhan? Jawabannya ada dua menurut ayat harian hari ini, yaitu: 1) hidup setia; 2) hidup benar.

 

Hidup setia berarti hidup yang tidak mengingkari janji. Hidup setia juga berarti hidup mensyukuri dan menghargai apa yang telah ada dan menjadi milik kita. Sedangkan hidup benar berarti hidup yang tidak memberi kesempatan bagi terciptanya kembali dosa atau pelanggaran secara sengaja maupun tidak sengaja terhadap perintah Tuhan. Mari kita hargai kehidupan dan pemulihan yang Tuhan telah berikan kepada kita, dengan menjaga hidup kita setia dan benar. Amin.

 

5. Mandoding Haleluya No. 118:1
Tuhan Jesus Siparmahan ganup biri-biri do.
Jesus gok Bamu uhurhu, sai irikkononku Ham.
Sai irikkononku Ham. Sai irikkononku Ham.
Jesus gok Bamu uhurhu, sai irikkononku Ham.

 

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami

 

Departemen Persekutuan GKPS

Updated: 22 Maret 2022 — 16:07