IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS: Selasa, 29 Maret 2022

1. Mandoding Haleluya No. 350:1
Holong na humbani Tuhan, na roh humbai Jesus in.
Sai totap do marsinondang, holong ni Tuhanta in.
Sai sondangkon ma holong-Ni das bai hagolapan in.
Ase haganup pardousa ipaluah Naibata.

 

2. Tonggo

 

3. Ayat Harian: 1 Johannes 4:10
“Ibagas on do haholongan ai, ai ma, sedo hita na mangkaholongi Naibata, tapi Ia do na mangkaholongi hita, anjaha isuruh do AnakNi bahen pardearan pasaloseihon dousanta.”

 

“Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.”

 

4. Renungan
Sebelum Yesus naik ke sorga, Ia meninggalkan dua perintah besar kepada para murid-Nya; yang pertama adalah amanat agung untuk memberitakan Injil kepada seluruh bangsa-bangsa, dan yang kedua adalah perintah untuk saling mengasihi satu sama lain. Yesus menginginkan agar kita mengasihi saudara dan saudari kita sama seperti Ia mengasihi kita, namun memang hal ini seringkali lebih mudah mengatakan daripada melakukannya. Ada sebagian orang tidak dapat memahami dan mengerti mengapa gereja terdiri dari orang-orang yang sangat berbeda dengan diri kita, padahal sesungguhnya itulah yang menjadi alasan bagi Tuhan untuk mendirikan gereja-Nya di dunia ini. Jika seandainya setiap orang sama dan identik dengan kita – memiliki pola pikir yang sama, memakan makanan yang sama, memiliki keinginan yang sama – maka pastilah persekutuan di gereja akan sungguh-sungguh membosankan. Tujuan Allah mendirikan gereja adalah agar semua orang yang hidup di dunia ini dapat melihat dan menyaksikan bahwa oleh karena kasih dari Yesus Kristus, orang yang berbeda-beda keberadaan, latar belakang, warna kulit dan karakter dapat dipersatukan menjadi satu kesatuan, yaitu persekutuan orang-orang percaya. Dan dengan demikian semua orang akan mengaku dan percaya bahwa Yesus benar-benar Anak Allah.

 

Oleh karena itu, bagaimanakah kita seharusnya saling mengasihi satu sama lain? Kita harus saling mengasihi satu sama lain sama seperti Kristus mengasihi kita. Nas hari ini menyatakan tentang kasih, yaitu bahwa Allah telah mengasihi kita terlebih dahulu dan bukan pertama-tama kita yang mengasihi Allah. Kasih Allah dinyatakan kepada kita dengan mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. Kasih dari Tuhan adalah kasih yang berkorban, kasih yang jauh melampaui kasih manusiawi; Allah mengasihi kita bahkan ketika kita masih berada dalam dosa dan kasih Allah yang demikian besar memberikan satu contoh dan teladan bagi kita mengenai kasih yang tidak mementingkan diri sendiri. Kasih pengorbanan yang demikian ini sangat berbeda dengan kasih yang berasal dari kemanusiaan kita. Kasih manusiawi dan duniawi seringkali merupakan kasih yang mementingkan keinginan dan keuntungan diri sendiri, kasih yang berpusat pada ego dan kita mengasihi dengan tujuan untuk memuaskan nafsu dan keinginan-keinginan daging kita semata.

 

Kasih dan perhatian kita terhadap sesama seringkali memiliki tujuan dan motivasi tersembunyi. Seringkali kasih dari kita bukan kasih yang memedulikan orang lain, melainkan kasih yang hanya menuntut dan menghakimi orang lain. Misalnya, seringkali kita hanya suka membicarakan kenapa seseorang tidak aktif di gereja tanpa memedulikan apa yang menjadi pergumulan mereka, apakah soal pekerjaan, ekonomi, relasi, dan sebagainya. Kita lebih sering menuduh dan menghakimi, namun jarang benar-benar memperhatikan apa yang mereka pikirkan dan membicarakan apa yang mereka bicarakan. Kita seringkali hanya memaksa orang datang ke gereja tanpa menunjukkan kasih dan perhatian kita kepada mereka dengan mendoakannya serta memohon kepada Allah agar menyentuh hati mereka sesuai dengan kehendak-Nya. Maka marilah kita senantiasa memohon kepada Allah sumber dari kasih sejati agar kiranya Ia menolong kita untuk dapat saling mengasihi, dimulai dari dalam gereja dan pada gilirannya juga kita dimampukan untuk menyatakan kasih kepada semua orang yang ada di sekitar kita. Amin.

 

5. Mandoding “Kasih”
Kasih pasti lemah lembut. Kasih pasti memaafkan.
Kasih pasti murah hati. Kasih-Mu, kasih-Mu, Tuhan.
Ajarilah kami ini saling mengasihi.
Ajarilah kami ini saling mengampuni.
Ajarilah kami ini kasih-Mu, ya Tuhan.
Kasih-Mu, kudus tiada batasnya.

 

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami

 

Departemen Persekutuan GKPS

Updated: 28 Maret 2022 — 15:12