IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS: Senin, 4 April 2022

1. Mandoding Haleluya No. 207:1
Bere Ham ma hatorangan, hapentaran mangarusi hataMu
ampa mata na mangidah pakon uhur na mambotoh dalanMu.
Ase tongtong mandompakkon bohiMu hanai mardalan
ase igomgomi TonduyMu hanami.

 

2. Tonggo

 

3. Ayat Harian: Podah 30:8
“Padaoh Ham ma humbangku uhur sipakulah-kulah pakon hata ladung. Ulang ma bere Ham bangku hamiskinon atap habayakon, tapi bere Ham ma bangku sipanganon ansa na porlu,”

 

“Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku,”

 

4. Renungan
Amsal 30 dituliskan sebagai karya Agur bin Yake dari Masa. Dari beberapa sumber nama ini disebutkan sebagai nama orang lain yang menginspirasi Salomo untuk menuliskan kata-kata bijak ini. Namun ada juga penulis yang mengatakan bahwa Agur itu adalah istilah untuk pena yang digunakan oleh Salomo. Meskipun nama Agur ini mempunyai latar belakang yang berbeda, apa yang dituliskan dalam Amsal 30 ini tentu dipakai oleh Salomo untuk memberi pengajaran kepada umat Allah.

 

Dalam Amsal ini dikatakan bahwa ada dua permintaan untuk Tuhan berikan sebelum ia meninggal, karena dua hal ini dianggapnya sebagai hal yang paling penting dalam menunjukkan siapa dirinya di hadapan Tuhan dan di tengah masyarakat. Yang pertama adalah agar dijauhkan dari kecurangan dan kebohongan, dan yang kedua adalah agar diberi apa yang pantas baginya, tidak berlebihan dan tidak berkekurangan. Kedua hal inilah yang menjadi kerinduan dan permohonan penulis Amsal ini kepada Tuhan.

 

Permohonan ini juga menjadi nasihat bagi bangsa Israel saat itu dan bagi kita saat ini. Kecurangan dan kebohongan tidak bisa membuat orang berbahagia karena kedua hal itu bisa menimbulkan banyak masalah bagi dirinya dan bagi orang lain, dan yang paling utama adalah bahwa hal itu tidak pernah disukai oleh Tuhan. Tuhan justru mengajarkan hal yang sebaliknya, yaitu: kejujuran dan kebenaran.

 

Yang juga diminta dalam Amsal ini adalah kebutuhan hidup yang secukupnya. Memang ada orang yang ingin agar segera menjadi kaya. Namun apalah artinya kekayaan itu jika tidak bisa dinikmati dan justru membuat gelisah serta hidup dalam kecurigaan? Tuhan memberi apa yang kita butuhkan seperti doa Tuhan Yesus yang mengajarkan kita untuk meminta makanan yang secukupnya. Menikmati hidup yang Tuhan berikan serta mengucap syukur atas berkat Tuhan adalah sikap yang diinginkan oleh Tuhan. Karena itu kita diminta untuk hidup dalam kebaikan dan kebenaran, sesuai dengan apa yang Tuhan inginkan dan Tuhan berikan kepada kita. Amin.

 

5. Mandoding Haleluya No. 248:5
Tarima kasih ma uhurhu, Bamu na manondangi au;
Hupuji Ham, ale Tuhanku, itodoh Ham hapeni au;
Megah ma tonduyhin nuan, dob hutandai Ham.

 

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami

 

Departemen Persekutuan GKPS

Updated: 3 April 2022 — 17:03