IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS: Jumat, 8 April 2022

1. Mandoding Haleluya No. 346:1-2
Roh panambari na gogoh, in ma Tuhanta Jesus.
Bai Tuhan in ma hita roh, sai malum ibaen Jesus.
Dear ni in barita in, malas ni uhur banggal in.
Sai ipuji uhurhin Jesus, Jesus, Jesus.

 

Ai domma sasap dousa in ibaen na matei Jesus.
Ai seng be jujuron ni in, ibaen holong ni Jesus.
Dear ni in barita in, malas ni uhur banggal in.
Sai ipuji uhurhin Jesus, Jesus, Jesus.

 

2. Tonggo

 

3. Ayat Harian: Jesaya 49:26
“Anjaha bahenon-Ku do halak na mangarsik ho mangankon dagingni sandiri, anjaha mabuk do sidea bani darohni sandiri songon na minum anggur. Jadi botohon ni sagala daging ma, Ahu do Jahowa, Sipaluah ho anjaha Sitobus ho, na gogoh bani Jakob.”

 

“Aku akan memaksa orang-orang yang menindas engkau memakan dagingnya sendiri, dan mereka akan mabuk minum darahnya sendiri, seperti orang mabuk minum anggur baru, supaya seluruh umat manusia mengetahui, bahwa Aku, TUHAN, adalah Juruselamatmu dan Penebusmu, Yang Mahakuat, Allah Yakub.”

 

4. Renungan
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
Yesaya pasal 49 ini dituliskan oleh nabi Yesaya sebagai nubuatan akan pengharapan kelepasan terhadap orang-orang Israel yang mengalami kesusahan. Dalam konteks sejarah saat itu, orang Israel menghadapi agresi dari bangsa Asyur yang melakukan perluasan daerahnya, sehingga mereka mengalami tekanan dan kesulitan yang sangat besar. Dalam situasi demikian orang-orang Israel merasa sepertinya Tuhan telah meninggalkan mereka. Dalam Yesaya 49:14 mereka sampai berkata: “TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku.” Walaupun sebagai umat Allah mereka memiliki janji pembebasan pembuangan mereka di Babel, tetapi mereka beranggapan bahwa pembebasan itu tidak dapat dinanti-nantikan. Dalam Yesaya 49:24 disebutkan bahwa mereka menjadi jarahan di dalam tangan yang sangat berkuasa, yaitu para penguasa terhebat di dunia ini saat itu, dan karena itu tidak mungkin mereka dapat diselamatkan dengan menggunakan kekuatan. Namun, itu masih belum semuanya: Mereka adalah tawanan yang sah menurut hukum. Menurut hukum Allah mereka telah melakukan kesalahan, dan mereka pantas dibawa ke tempat pembuangan.

 

Dalam keadaan tertekan seperti inilah Yesaya datang memberikan suatu nubuatan mengenai pertolongan Tuhan dan memberikan penguatan iman bahwa Tuhan tidak mungkin melupakan mereka, karena Tuhan sangat mengasihi umat-Nya. Melalui nubuatan itu, Allah berjanji untuk memberikan kelepasan kepada umat-Nya, jika mereka berbalik kepadaNya. Allah memberikan kepastian ilahi dan pemulihan kepada setiap orang percaya yang sedang mengalami masa-masa sulit.

 

Realisasi janji Allah itu dituliskan dengan cara yang hebat. Dalam ayat 25 disebutkan: Tawanan pahlawan pun dapat direbut kembali, dan jarahan orang gagah dapat lolos, sebab Aku sendiri akan melawan orang yang melawan engkau dan Aku sendiri akan menyelamatkan anak-anakmu. Tuhan tetap berada di pihak umatNya dan memberi jati dirinya bahwa tidak ada kekuatan apapun yang dapat menahan atau menggagalkan rencana keselamatan dari Tuhan. Bahkan, mereka akan dituntut dengan darah ganti darah. Dalam ayat harian ini disebutkan, “Aku akan memaksa orang-orang yang menindas engkau memakan dagingnya sendiri, dan mereka akan mabuk minum darahnya sendiri.” Orang-orang Babel yang angkuh itu tidak saja akan menjadi jarahan yang empuk, tetapi menjadi jarahan yang pantas bagi sesama mereka.

 

Dalam perjalanan sejarah kita melihat realisasi janji Allah ini di mana Allah telah mengutus roh yang memecah belah di antara bangsa-bangsa yang menindas dan membuang umat Israel. Akhirnya kehancuran mereka dimulai dengan penyerbuan oleh negeri asing, akan dilengkapi dengan terpecah-belahnya mereka sendiri. Mereka akan saling menggigit dan saling menelan, sampai mereka saling membinasakan. Dengan rakus dan gembira mereka akan menjarah orang-orang yang adalah darah daging mereka sendiri. Allah sanggup membuat para penindas umatNya menjadi penyiksa dan perusak terhadap mereka sendiri.

 

Oleh karena itu, dengan nyata Firman ini memberi kesaksian bagi kita bahwa Tuhan tak pernah melupakan umat-Nya. Jika kita pernah merasa ditinggalkan atau dilupakan Tuhan, bahkan kita merasa bahwa Tuhan menyerahkan kita pada masalah berat, ingatlah bahwa itu hanya sementara. Tuhan memakai yang sementara itu untuk mempersiapkan kita menjadi umat yang setia. Hukuman bagaikan pil pahit untuk menyembuhkan kebiasaan buruk, yaitu menyangkal dan mempermainkan kebaikan Tuhan. Kasih-Nya yang tak pernah padam akan memimpin kita dalam kebenaran dan kehidupan yang lebih baik. Amin.

 

5. Mandoding Haleluya No. 118:1-2
Tuhan Jesus Siparmahan ganup biri-biri do.
Jesus gok Bamu uhurhu, sai irikkononku Ham.
Sai irikkononku Ham, sai irikkononku Ham.
Jesus gok Bamu uhurhu, sai irikkononku Ham.

 

Bai musim ni sipangagou, Ham panjaga na gogoh.
Anggo bokas-Mu hu tonggor, sai irikkononku Ham,
sai irikkononku Ham, sai irikkononku Ham.
Anggo bokas-Mu hu tonggor, sai irikkononku Ham.

 

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami

 

Departemen Persekutuan GKPS

Updated: 7 April 2022 — 15:11