IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS: Selasa, 19 April 2022

1. Mandoding Haleluya No. 250:1+6
Haholongan na mapansing, humbai Jesus Tuhankin;
Sai sogopi, sai masuki, uhur ampa tonduyhin.

 

Haholongan humbai Jesus, sai parborsih uhurhon.
Tong sai usir ganup tikas, ‘se borsih tong tonduyhon.

 

2. Tonggo

 

3. Ayat Harian: Hesekiel 11:19-20
“Jadi berehonon-Ku ma bani sidea uhur na sada, anjaha nahkonon-Ku do tonduy na bayu hubagas sidea; padaohon-Ku do uhur batu humbani daging ni sidea, anjaha berehonon-Ku do bani sidea uhur na marpangahapan, ase marparlahou sidea ibagas titah-Ku, iramotkon aturan-Ku anjaha idalankon; gabe bangsang-Ku ma sidea anjaha Ahu gabe Naibata ni sidea.”

 

“Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat, supaya mereka hidup menurut segala ketetapan-Ku dan peraturan-peraturan-Ku dengan setia; maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka.”

 

4. Renungan
Dalam nubuatan nabi Yehezkiel dikatakan bahwa Tuhan tidak senang melihat karakter dan tingkah laku bangsa Israel. Ia menggambarkan pemberontakan mereka sebagai “hati yang keras” atau “berhati batu” (heart of stone). Hati seperti ini memang sangat dingin, tidak terselami, dekil dan tidak mau bertobat. Maka Allah mengutus nabi Yehezkiel untuk menyampaikan firman-Nya kepada bangsa Allah agar mereka mengubah jalannya, menyadari sikapnya dan bertobat. Namun di tengah-tengah ancaman hukuman yang disampaikan nabi Yehezkiel, ia juga menyampaikan janji Allah bahwa Allah akan mengubah hati mereka. Allah sendiri akan melakukannya namun dibutuhkan juga kemauan dari bangsa itu sendiri untuk mengubah hatinya yang keras dan dingin. Di sini diperlukan aksi bersama, yaitu: Allah melakukan sesuatu dan kita juga berbuat. Mereka diingatkan bahwa apabila hati mereka masih tetap terbagi dan diberi kepada yang lain selain Allah, maka pembaharuan tidak akan terjadi. Memiliki hati yang keras seperti batu adalah suatu keadaan yang akan membawa kepada kebinasaan. Hidupnya akan lebih sulit daripada yang seharusnya mudah. Kembali kepada Allah adalah merupakan langkah yang sangat tepat dan terbaik apalagi mau meninggalkan perilaku dan sikap lama yang buruk. Berjanji untuk tidak lagi mendua hati dan menerima Roh Allah dalam hati adalah langkah yang lebih tepat lagi. Itulah yang diinginkan dan dikehendaki Allah dalam hidup kita. Itu berarti melakukan suatu perubahan total dalam hidup dengan segala daya dan upaya dan kita dapat melakukannya dengan kekuatan dari Tuhan.

 

Hidup di tengah-tengah dunia yang dipenuhi ketidakadilan memang terkadang membuat hati kita semakin keras. Hati kita mudah tersakiti, terluka dan terkhianati bahkan oleh orang yang paling kita kasihi. Namun mereka juga bisa saja menjadi korban dari kekejaman dan kekalutan dunia. Namun Allah dalam nas ini mengatakan bahwa Ia berjanji akan mengubah hati yang keras bagai batu menjadi hati yang dengan penuh kelembutan tertuju kepada Allah dan sesama. Kasih karunia dari Allah yang paling besar akan menjadikan kita dari orang yang tidak peduli menjadi orang yang penuh perhatian dan mengasihi.

 

Kita telah memiliki hati yang baru dan diperbaharui melalui Yesus Kristus. Itulah janji Tuhan dan merupakan inti dari Injil dalam Perjanjian Baru. Bila kita menaruh kepercayaan pada Kristus, hati kita yang keras bagaikan batu telah digantikan dengan hati yang baru dan diperbaharui. Inilah yang disampaikan Yehezkiel di sini. Kita telah dikaruniai hati yang baru, hati yang taat kepada Allah dan terpaut pada-Nya, hati yang rindu mengenal, menyenangkan dan melayani Tuhan. Kita memiliki hati yang dipenuhi Allah. Itulah yang dikatakan Paulus dalam 2 Korintus 5:17 bahwa siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru. Kita adalah ciptaan baru yang selalu ingin memuliakan Allah. Maka nas hari ini mengundang kita untuk datang kepada Tuhan agar kita memiliki hati yang baru, dan hidup bersama Tuhan, dituntun oleh firman-Nya, dipenuhi sukacita dan pengharapan dari-Nya. Amin.

 

5. Mandoding Haleluya No. 300:3
Paubah hita uhurta, ale, na sombah ma Tuhanta!
Harga hita itobus, ale, sai ulang namin soya.
Abakkon, abakkon na mapansing, ale, galangan bai Tuhanta.

 

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami

 

Departemen Persekutuan GKPS

Updated: 18 April 2022 — 16:29