IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS: Kamis, 21 April 2022

1. Mandoding Haleluya No. 305:1-2
Martumpu ganupan manombah Tuhan. Sai puji ma Ia parlayak do in.
Maronti ma ganupan paruntolon, igantih gabe damei na sonang.

 

Hormati goran-Ni janah pingkirhon, ganup halongangan na binaen-Ni in.
Diatei tupa ma hatahononta, marbuah ma haporsayaonta.

 

2. Tonggo

 

3. Ayat Harian: Jesaya 56:8
“Sonon do hata ni Tuhan Jahowa, na patumpu halak na merap humbani Israel, “Patumpuon-Ku ope halak na legan hu bani, ambah ni na dob tumpu in!”

 

“Demikianlah firman Tuhan ALLAH yang menghimpun orang-orang Israel yang terbuang: Aku akan menghimpunkan orang kepadanya lagi sebagai tambahan kepada orang-orangnya yang telah terhimpun.”

 

4. Renungan
Jemaat Tuhan,
syair lagu “Seperti pelangi sehabis hujan” yang dirilis pada Desember 2007 merupakan sebuah kesaksian rohani yang mempunyai pesan bahwa walaupun banyak hal yang dihadapi dan kadang seperti kabut pekat, tetapi sepanjang tetap berpengharapan kepada Tuhan, maka Ia yang menjadi tonggak harapan umat-Nya akan menjanjikan sebuah keindahan dalam hidup, bahkan indahnya sama seperti pelangi sehabis hujan. Agaknya hal yang hampir sama juga ingin disampaikan oleh nabi Yesaya kepada (sebagian) umat yang pada saat itu berada dalam pembuangan Babel, dan sebagian (umat) lagi sudah berada di Yerusalem. Setibanya umat tersebut di Yerusalem, maka mereka akan memulai hidup yang baru, dengan suasana dan kondisi yang baru pula. Tentu akan ada sesuatu yang berbeda yang dirasakan oleh umat tersebut, tetapi justru dalam kondisi seperti itu, nabi Yesaya hadir untuk mengingatkan kembali akan janji Allah terhadap mereka.

 

Bahwa Allah akan tetap memperlihatkan perhatian, kasih, dan sayang-Nya kepada bangsa Israel, karena sejatinya bangsa yang terpisah-pisah itu, dan yang “cedera” hatinya karena kondisi pembuangan yang baru (masih) mereka hadapi membutuhkan penyembuhan (healing) dari Tuhan Allah. Maka hal yang pertama yang dilakukan oleh Tuhan Allah adalah menghimpun orang-orang yang terbuang. Bangsa yang selama ini hidup dalam pembuangan akan dikumpulkan dan dipersatukan lagi, dan tidak hanya dikumpulkan, tetapi bersama-sama melihat dan menjemput asa mereka akan janji Allah kepada mereka untuk memberi pembaharuan kepada mereka setelah mereka keluar dari pembuangan. Lalu bukan hanya bangsa itu yang akan dikumpulkan, tetapi Allah menyebut bahwa Ia juga akan menghimpunkan orang kepadanya lagi sebagai tambahan kepada orang-orangnya yang telah terhimpun. Apa artinya kalimat ini? Bahwa Allah ingin setiap orang ikut serta dalam arak-arakan pengharapan kepada Allah. Jadi kasih dan sayang Allah sebagai wujud nyata janji-Nya kepada umat Israel, ternyata bukan hanya untuk bangsa Israel saja, tetapi ditujukan bagi semua umat yang datang dan menyandarkan pengharapannya kepada Allah, karena Ia telah mempersiapkan rancangan besar yang membawa dan mewujudnyatakan janji-Nya, yaitu keindahan, pembaharuan, dan kebahagiaan hidup.

 

Jemaat Tuhan,
kita imani bahwa Allah kita adalah Allah sejarah yang tetap berkarya sepanjang kehidupan umat-Nya. Ia adalah Allah yang akan menyembuhkan luka-luka umat-Nya, dengan memberi pembaharuan melalui pewujudnyataan janji-Nya. Hal ini tentu menjadi sebuah pengharapan bagi kita sampai saat ini. Saat kita merasa bahwa kita terbuang dengan segala keadaan yang kita hadapi, lalu Allah berjanji akan mengumpulkan orang-orang yang terbuang. Ia akan menyembuhkan luka-luka kita, dan janji-Nya akan menumbuhkan asa dan semangat kita dalam melanjutkan kehidupan kita. Maka, selamat berjalan dan menikmati janji Allah dalam kehidupan kita. Amin.

 

5. Mandoding “Seperti Pelangi Sehabis Hujan”
Jalan hidupku tak selalu tanpa kabut yang pekat.
Namun kasih-Mu nyata padaku pada waktu-Mu yang tepat.
Seperti pelangi sehabis hujan, itulah janji setia-Mu Tuhan.
Di balik dukaku telah menanti, harta yang tak ternilai dan abadi.

 

Mungkin langit pun tak terlihat tertutup awan tebal.
Namun hatiku kan tetap kuat, oleh janji-Mu yang kekal.
Seperti pelangi sehabis hujan, itulah janji setia-Mu Tuhan.
Di balik dukaku telah menanti, harta yang tak ternilai dan abadi.

 

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami

 

Departemen Persekutuan GKPS

Updated: 20 April 2022 — 16:25