IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS: Rabu, 27 April 2022

1. Mandoding Haleluya No. 148:1+4
Layak do Ham mambere au, o Jesus Tuhankin;
Ihutkon Ham daoh pe au, mambuat uhurhin.

 

O, Jesus sai tangihon on, padaoh Ham jahatkin;
Pansing ma baen Ham uhurhon, ase sai sonang in.

 

2. Tonggo

 

3. Ayat Harian: 2 Korint 4:6
“Halani Naibata, na dob mangkatahon, “Marsinalsal ma na lihar humbani na golap, Ia do paliharhon uhurnami, papoltak habotohon pasal sangap ni Naibata, na ibagas bohi ni Kristus.”

 

“Sebab Allah yang telah berfirman: “Dari dalam gelap akan terbit terang!”, Ia juga yang membuat terangNya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus.”

 

4. Renungan
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
dalam surat 2 Korintus ini gaya bicara/menulis rasul Paulus berbeda dengan gayanya di dalam surat 1 Korintus. Di dalam surat 2 Korintus ini, rasul Paulus lebih emosional. Ia mau menangis, tetapi juga mau marah terhadap jemaat di Korintus (2 Kor. 2:4). Mengapa demikian? Rasul Paulus mengatakan bahwa ia telah difitnah. Orang-orang juga telah meragukan kerasulannya (2 Kor. 1:8-9). Ada banyak orang yang tidak menyukainya. Perasaannya tidak menentu. Di dalam suasana dan perasaan yang seperti itulah ia menuliskan ayat harian kita ini.

 

Sulit memang untuk menyampaikan sesuatu kepada orang atau sekumpulan orang yang telah menolak kehadiran kita. Sebenar-benarnya atau sepenting apapun informasi itu, menjadi tidak ada artinya dan tidak berguna karena kehadiran kita telah mendapat penolakan. Itu yang dialami rasul Paulus. Maka, kebenaran Injil yang mau disampaikannya tidak mendapat penghargaan dari orang-orang di Korintus. Saat orang-orang di Korintus tidak percaya terhadap kerasulan Paulus, ia menganggap itu sebagai bagian dari tertutupnya Injil bagi orang yang akan binasa (ayat 3). Ketidakpercayaan mereka terhadap rasul Paulus berbanding lurus dengan ketidakpercayaan mereka terhadap apa yang diberitakan rasul Paulus, yaitu Injil Yesus Kristus. Maka baginya, orang yang tidak percaya itu adalah orang yang masih hidup dalam kegelapan serta bersandar pada pemahamannya sendiri, sehingga tertutuplah Injil itu baginya. Tetapi dari keadaan yang seperti itu, Allah melakukan tindakan. Ia membuat terangNya bercahaya di dalam hati manusia, yang awalnya menolak dan tidak memberi perhatian bagi pemberitaan tentang Allah. Bagi orang yang memberikan dirinya didatangi firman Tuhan, maka terang telah menaunginya. Itulah mengapa di ayat 6, yang menjadi ayat harian kita hari ini, disebutkan, “dari dalam gelap akan terbit terang!” Maksudnya di situ adalah bahwa semua manusia, termasuk rasul Paulus, pada awalnya hidup dalam kegelapan (kita tentu sudah mengetahui bagaimana masa lalu kehidupan Paulus sebelum berjumpa dengan Tuhan Yesus saat dalam perjalanan ke Damsyik). Tapi, karena Tuhan Yesus telah mati untuk menebus dosa-dosa manusia, maka manusia menjadi mengalami perubahan dari yang hidup dalam kegelapan menjadi di dalam terang. Itulah yang dialami oleh rasul Paulus, dan itu jugalah yang disampaikannya kepada jemaat di Korintus.

 

Mengapa bisa terjadi hal yang demikian? Kita tadi telah membaca di ayat harian hari ini, bahwa “Ia juga yang membuat terangNya bercahaya di dalam hati kita.” Jadi, kuncinya adalah pada Tuhan. Pada Yesus. Oleh sebab Tuhan Yesuslah maka manusia dapat hidup di dalam terang. Oleh karena itu, melalui ayat harian hari ini, kita semakin mengetahui bahwa jika kita bisa tetap hidup dalam terang, maka itu bukan karena keberhasilan kita yang telah memilih untuk hidup di dalam terang. Itu semua adalah karena karya Tuhan Yesus yang telah menerbitkan terang dalam diri kita. Terang yang ada dalam diri kita itu adalah terang yang kita terima dari Tuhan. Jadi, kita memancarkan terang itu kepada orang lain. Bukan kita sumber terang itu, dan terang itu bukan kita. Maka, pertahankanlah terang yang Tuhan telah berikan kepada kita. Janganlah kegelapan mengalahkannya. Sekecil apapun terang itu, ia dapat mengalahkan kegelapan. Amin.

 

5. Mandoding Haleluya No. 147:1-2
Ham Naibata banggal tumang, janah borat dousangku.
Seng dong ijon i tanoh tarbaen haporusanku.

 

‘Ge pe huja au laho da mangalop hatuahon.
Seng dapot in bai tanoh in, bai ganup hajolmaon.

 

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami

 

Departemen Persekutuan GKPS

Updated: 26 April 2022 — 16:34