IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS: Jumat, 29 April 2022

1. Mandoding Haleluya No. 350:1
Holong na hunbani Tuhan, na roh hunbai Jesus in.
Sai totap do marsinondang, holong ni Tuhanta in.
Sai sondangkon ma holong-Ni das bai hagolapan in.
Ase haganup pardousa ipaluah Naibata.

 

2. Tonggo

 

3. Ayat Harian: 1 Korint 16:14
“Dalankon nasiam ma haganup pambahenan nasiam ibagas holong.”

 

“Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!”

 

4. Renungan
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
ketika berbicara melakukan pekerjaan dalam kasih, maka kita sedang menerjemahkan kasih Kristus yang memiliki dua arah, yaitu: kepada Allah dan kepada sesama. Kasih Allah itu telah nyata dalam kerja dan pengorbanan Kristus Yesus di kayu salib. Banyak perintah di dalam Alkitab yang memerintahkan kita untuk mengasihi. Dalam Matius 22:39 diminta supaya kita mengasihi sesama kita seperti kita mengasihi diri sendiri – dan inilah kasih yang sejati. Dalam 1 Tesalonika 1:3 berbicara mengenai “usaha kasihmu” atau dalam terjemahan bahasa Inggris versi King James adalah “labour of love,” dan dalam terjemahan NIV disebut “labor prompted by love.” Ini berbicara ketika “bekerja” dalam bentuk apapun, baik dalam pekerjaan pelayanan tapi juga termasuk bekerja sekuler harus dilakukan dalam kasih.

 

Semangat yang sama ditunjukkan rasul Paulus dalam ayat harian ini. Ia menasihati jemaat Korintus supaya mereka melakukan segala sesuatunya dengan kasih. Orang percaya bekerja harus dengan motivasi kasih kepada sesama, karena Allah telah mengasihi kita terlebih dahulu. Kasih memotivasi ketika kita melakukan apa saja termasuk bekerja. Dengan kasih kita bekerja keras. Kasih itu adalah kasih “agape,” yaitu kasih yang tanpa syarat, kasih yang berkorban, berpusat pada kemauan, dan ditampilkan dalam perbuatan. Karena itu ketika kita bekerja, kita bekerja keras, menyangkal diri, rela berkorban, dan berorientasi kepada kebaikan sesama, baik rekan kerja maupun kepada siapa saja.

 

Dengan motivasi seperti ini kita akan mampu bekerja “excellent” di tengah tantangan-tantangan yang berat sekali pun. Kita mengasihi sesama melalui sikap, perkataan, dan perbuatan kasih dalam wujud melayani mereka, yaitu mengusahakan kebaikan mereka. Walaupun dalam pekerjaan-pekerjaan tertentu aspek melayani sangat menonjol, misalnya dalam pekerjaan sebagai dokter, perawat, pengajar, polisi, dan sebagainya. Namun sebenarnya semua pekerjaan yang baik membawa berkat bagi sesama, baik secara langsung maupun tidak langsung. Orang percaya memiliki tanggung jawab untuk memilih pekerjaan yang menjadi berkat dalam bentuk apapun tapi tidak bekerja di usaha yang mencelakakan sesama, seperti pada produksi dan distribusi narkoba, obat-obat terlarang, bisnis online penipuan, dan lain-lain. Bekerja di industri seperti ini adalah kontradiksi dengan nilai kasih ilahi.

 

Sebuah bank pemerintah, misalnya, pernah menggunakan tagline “Melayani dengan Setulus Hati.” Motivasi perusahaan melayani dengan baik semata-mata adalah untuk kinerja yang baik dan keuntungan pribadi atau perusahaan. Sementara motivasi orang percaya melayani dengan kasih adalah sebagai syukur atas kasih Allah dan mewujudkan kasih Allah kepada sesama. Kita menjadikan pekerjaan kita sebagai wujud dari ibadah kepada Allah. Bagaimana kita telah bekerja selama ini? Apakah kita telah bekerja dalam nama Tuhan Yesus dengan motivasi kasih kepada sesama? Apakah kasih kita kepada Allah dan sesama tampak nyata dalam perilaku kerja kita di mata sesama kita?

 

5. Mandoding Haleluya No. 449:1-2
Porluhon holong o, hasoman, in do tonah banta humbai Tuhan.
Ase malas uhurta tong bani goluh on, rapkon Tuhanta, i tanoh on.

 

Porluhon damei o, hasoman, in do tanda ni hita susian.
Ase malas uhurta tong bani goluh on, rapkon Tuhanta, i tanoh on.

 

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami

 

Departemen Persekutuan GKPS

Updated: 28 April 2022 — 13:16