IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS: Selasa, 10 Mei 2022

1. Mandoding Haleluya No. 459:1
O Tuhan tiap jam, au mamorluhon Ham.
Ai Ham tumang na boi, pasonang uhurhin.
Bai haganup ianan, Ham do hupindahi.
Na roh do au sonari, holong ma Ham.

 

2. Tonggo

 

3. Ayat Harian: 4 Musa 6:24
“Sai ipasu-pasu anjaha iramoti Jahowa ma ham.”

 

“TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau;”

 

4. Renungan
Berkat dan salam adalah hal yang umum dalam agama-agama di dunia dengan formulasi yang berbeda-beda. Kita seringkali menyemangati orang lain dalam perjuangan hidupnya dan menyampaikan salam kepada semua orang yang kita temui. Kita juga selalu menginginkan kebaikan, damai dan kemakmuran menghampiri saudara-saudari kita, serta mendoakan mereka agar Allah melindungi dan memelihara mereka. Tidak heran kalau kita sering mengatakan “Tuhan memberkatimu” atau “God bless you” kepada seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Dalam ibadah di gereja, Pendeta atau Pengkhotbah selalu mengakhiri ibadah dengan penyampaian berkat dan kita juga sering menyampaikan salam dan berkat di bagian penutup dari surat yang kita tuliskan.

 

Di dalam Alkitab kita mempelajari bahwa ucapan berkat dari Tuhan mengandung makna spiritual yang jauh lebih mendalam dibanding dengan ucapan salam dan berkat yang sehari-hari kita sampaikan kepada sesama kita. Formula berkat dari Allah mengandung kasih karunia-Nya, janji-Nya, kuasa-Nya, dan kehadiran-Nya. Dan dari firman Tuhan kita belajar bahwa Allah sangat suka memberkati umat-Nya. Ada sejumlah kuasa dalam berkat yang datangnya dari Tuhan. Oleh karena itu, dalam Perjanjian Lama, Allah memerintahkan bagaimana para imam seyogyanya memberkati umat Israel.

 

Dalam nas hari ini ditunjukkan suatu contoh bagaimana seharusnya berkat dari Allah disampaikan dan dijelaskan, serta mengapa berkat itu begitu penuh kuasa bahkan hingga pada saat ini. Dalam kalimat berkat dari Tuhan tergambar secara penuh bagaimana sesungguhnya hati Tuhan terhadap umatNya. Dalam nas kita dikatakan, “Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau.” Dari kalimat ini jelas bahwa Allah tidak pernah melupakan umat-Nya atau membatalkan perjanjian-Nya dengan mereka walaupun umat-Nya sering berbalik dari-Nya atau melanggar perintah-Nya. Allah telah membuat suatu perjanjian bahwa kitalah umat-Nya dan Dialah Allah kita. Ia akan melindungi kita di bawah kepak sayap-Nya dan tidak akan pernah meninggalkan kita, apapun yang terjadi. Melalui perintah-Nya kepada Harun untuk menyampaikan berkat-Nya kepada umat-Nya, Allah ingin agar umat-Nya mengenal bagaimana kasih-Nya kepada umat-Nya yang sering memberontak, tidak setia, dan Allah tetap ingin memberkati mereka. Ia menginginkan umat-Nya bertobat dan mengenal-Nya agar hidup mereka bahagia dan penuh kekudusan.

 

Bukti nyata dari kasih-Nya yang begitu besar, Ia mengutus Yesus Kristus menjadi Imam Besar yang memberkati seluruh insan dengan berkat keselamatan dan hal itu dimungkinkan melalui pengorbanan-Nya di kayu salib. Kita adalah orang yang telah diselamatkan dan menjadi milik Kristus. Karena itu, kita harus menjadi berkat bagi orang lain dan selalu menyampaikan segala sesuatu yang menjadi berkat bagi orang lain, baik melalui perkataan maupun perbuatan. Maka kita dipanggil untuk menunaikan tanggung jawab dan tugas panggilan kita. Karena kita telah menerima, maka kita harus memberi dan kita diberkati untuk menjadi berkat. Kita harus menjadi berkat bagi dunia ini. Kata-kata yang keluar dari mulut kita haruslah kata-kata yang baik dan memberi semangat bagi orang lain. Dalam segala sesuatu kiranya Tuhan memberkati dan melindungi kita di dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus. Amin.

 

5. Mandoding Haleluya No. 409:1
Naibata mangkasomani ham, ronsi boi hita pajumpah.
Kristus ma mambere tuah, Naibata mangkasomani ham.
Sai horas ma ham, sai horas, ronsi na pajumpah sai horas.
Sai horas ma ham, sai horas, Naibata mangkasomani ham.

 

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami

 

Departemen Persekutuan GKPS

Updated: 9 Mei 2022 — 16:02