IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS: Kamis, 12 Mei 2022

1. Mandoding Haleluya No. 497:1-2
Holong ni Jesus manggomgom ganup Kuria, na patotapkon hasadaonta in.
Damei-Ni in ma manrahut paruhuranta, idop uhur-Ni batar-batarta in.
Damei-Ni in ma manrahut paruhuranta, idop uhur-Ni batar-batarta in.

 

Riap ma hita sauhur martangkap tangan, ibagas damei na humbai Tuhan in.
Marpangarapan tongtong bai horja ni Tuhan, hataridahan ni hasintongan-Nin
Marpangarapan tongtong bai horja ni Tuhan, hataridahan ni hasintongan-Nin.

 

2. Tonggo

 

3. Ayat Harian: Jesaya 54:10
“Ai mosor pe sagala dolog anjaha dugur sagala buntu-buntu, tapi idop ni uhurHu seng anjai mosor humbam, anjaha padan pardameian na hun Bangku seng anjai morod, nini Jahowa, na maridop ni uhur bam.”

 

“Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damaiKu tidak akan bergoyang, firman TUHAN, yang mengasihani engkau.”

 

4. Renungan
Jemaat Tuhan,
kita mengenal bunga edelweis atau bunga abadi, yaitu bunga yang menyimbolkan cinta dan pengabdian. Mengapa disebut bunga abadi? Karena bunga ini mengandung hormon etilen untuk mencegah kerontokan pada kelopak bunga, sehingga bunga itu bisa mekar dan bertahan sampai 10 tahun lamanya. Durasi yang panjang dalam kemekarannya menyebabkan banyak orang tertarik dengan bunga ini, bahkan ingin memilikinya walaupun oleh pemerintah, melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, ada larangan untuk memetik bunga ini secara sembarangan, karena sejatinya bunga ini dilindungi dan terancam dari kepunahan. Ternyata yang abadi itu memiliki nilai keistimewaan yang luar biasa dan banyak orang ingin memilikinya.

 

Jemaat Tuhan,
nas kita hari ini juga berbicara tentang sesuatu yang abadi. Apakah itu? Kasih setia dan kasih karunia Tuhan yang diwujudkan dengan janji yang dahsyat kepada umat Israel pada saat itu. Pasal 40 ditulis selama tahun-tahun akhir hidup nabi Yesaya. Allah menyatakan nubuat-nubuat ini untuk memberikan pengharapan dan penghiburan kepada umat-Nya saat mereka tertawan di Babel selama 150 tahun sesudah zaman nabi Yesaya, yang salah satunya adalah nubuat tentang Mesias yang akan datang. Allah yang penuh dengan kasih karunia, yang selalu menyatakan cinta-Nya kepada umat-Nya. Allah yang memiliki kasih sayang yang jauh lebih besar bila dibandingkan dengan murka-Nya, karena sejatinya kasih karunianya bersifat kekal dan abadi. Kasih setia (khesed), diterjemahkan “kemurahan” (loving kindness), “kasih setia” (steadfast love). Kokoh, tidak tergoyahkan, abadi dan kekal, bahkan bila gunung beranjak dan bukit bergoyang sekalipun, kasih setia-Nya tidak akan beranjak dari umat-Nya. Kita mengetahui bahwa sangat kecil kemungkinan gunung beranjak dan bukit bergoyang, kecuali ada fenomena alam seperti gempa tektonik atau gempa vulkanik. Kalaupun sebegitu kokohnya gunung dan bukit, tetapi ternyata kasih setia Tuhan lebih kokoh dari itu, kalaupun harus beranjak yang kokoh itu, tetapi kasih Tuhan yang jauh lebih kokoh tidak akan beranjak dari umat-Nya, dan inilah yang disebut sebagai eternal love, kasih yang abadi.

 

Jemaat Tuhan,
kasih setia Tuhan diwujudkan dalam suatu perjanjian, yaitu perjanjian damai, perjanjian yang didasarkan pada pendamaian. Itu artinya bahwa janji Allah tentang kasih setia-Nya membawa kita kepada sebuah suasana kedamaian, tidak perlu ada kecemasan atau kekhawatiran dalam hidup. Allah yang berjanji adalah Allah yang selalu memberikan hal yang terbaik bagi umat-Nya, hal yang membuat kita kokoh berdiri, karena kita telah mendapat jaminan yang kokoh dari-Nya, bahwa Allah memberikan kasih-Nya yang abadi kepada kita, maka selamat berjalan dalam perjanjian damai dari Allah, dan selamat menikmati kasih-Nya yang abadi. Amin.

 

5. Mandoding Kidung Pujian “Janji-Mu S’perti Fajar Pagi Hari”
Ketika kuhadapi kehidupan ini jalan mana yang harus kupilih?
‘Ku tahu ‘ku tak mampu, ‘ku tahu ‘ku tak sanggup.
Hanya Kau, Tuhan tempat jawabanku.
Aku pun tahu ‘ku tak pernah sendiri.
S’bab Engkau Allah yang menggendongku.
TanganMu membelaiku, cintaMu memuaskanku.
Kau mengangkatku ke tempat yang tinggi.
JanjiMu s’perti fajar pagi hari, dan tiada pernah terlambat bersinar.
CintaMu s’perti sungai yang mengalir, dan kutahu betapa dalam kasihMu.

 

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami

 

Departemen Persekutuan GKPS

Updated: 11 Mei 2022 — 15:25