IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS: Kamis, 19 Mei 2022

1. Mandoding Haleluya No. 327:1
Marpangunsandeian bani Tuhan in, puji sai pasangap ma Goran-Ni in.
Monang halani Hatani Tuhan in, mangarapkon parpadanan in.
Sai mangarap bani padan ni Tuhanta Jesus Kristus.
Sai mangarap ma hita bai partobuson-Ni in.

 

2. Tonggo

 

3. Ayat Harian: Jeremia 30:11
“Ai Ahu do mangkasomani ho laho paluahkon ho,” nini Jahowa, “Boiskonon-Ku do tongon sagala bangsa-bangsa pambuangan-Ku bannima, tapi anggo ho seng bois bahenon-Ku. Tongon Huajar do ho domu hubani na patut, seng paturuton-Ku ho lang hona pinsang.”

 

“Sebab Aku menyertai engkau, demikianlah firman TUHAN, untuk menyelamatkan engkau: segala bangsa yang ke antaranya engkau Kuserahkan akan Kuhabiskan, tetapi engkau ini tidak akan Kuhabiskan. Aku akan menghajar engkau menurut hukum, tetapi Aku sama sekali tidak memandang engkau tak bersalah.”

 

4. Renungan
Jemaat Tuhan,
Yeremia pasal 30 secara keseluruhan berisi tentang janji Allah akan pemulihan yang diberikan-Nya kepada bangsa Israel yang pada saat itu berada di bawah perbudakan dan tekanan dalam pembuangan Babel. Bahwa Allah akan datang untuk membebaskan mereka, sehingga bangsa itu dapat kembali ke tanah mereka (tanah yang dijanjikan Allah kepada Abraham), dan mereka akan mendapat pemulihan secara sempurna dari Tuhan. Kalimat “Aku menyertai engkau,” sesungguhnya sebuah jaminan bagi bangsa itu, bahwa semua akan baik-baik saja, bahwa Allah memberikan garansi untuk pemulihan yang akan mereka terima. Suatu kalimat yang tidak hanya menenangkan dan menyejukkan, tetapi kalimat itu mengandung arti bahwa Allah sendiri akan turun tangan untuk menyertai bangsa-Nya menjemput hari depan yang lebih baik di tempat Allah telah mempersiapkan untuk mereka.

 

Kita mengenal dan mengimani sosok Allah yang adil, dan hal itu terlihat dari mengapa bangsa itu jatuh ke dalam pembuangan Babel. Salah satu penyebabnya adalah ketika bangsa itu melakukan kesalahan terhadap Allah, menyembah berhala (pasal 2:5 – 3:5), hidup dalam praktik ketidakadilan (pasal 5:20-31), dan penyalahgunaan ibadah (pasal 7:8-31). Jadi, salah satu konsekuensi dari perlawanan yang dilakukan bangsa Israel terhadap Allah adalah saat mereka masuk kepada pembuangan Babel. Keadilan Allah terwujud ketika bangsa Israel juga menerima hukuman atas perbuatan mereka. Walaupun Allah menghukum umat-Nya, namun tindakan itu bukanlah tanda ketidaksetiaan terhadap perjanjian, tetapi justru merupakan bukti bahwa Allah memegang teguh perjanjian yang Ia buat, termasuk hukuman yang menyertai perjanjian itu jika dilanggar.

 

Jemaat Tuhan,
Allah yang berjanji kepada bangsa Israel tentu bukan Allah yang hanya sekedar berjanji, tetapi konsistensi Allah terlihat ketika Ia memberikan pemulihan kepada bangsa-Nya. Dan tentu Allah yang bertindak kepada bangsa Israel adalah Allah yang sama yang juga bertindak kepada kita pada hari ini, Allah yang berjanji dan yang akan menggenapi janji-Nya bagi setiap orang yang datang pada-Nya. Banyak hal yang kita hadapi dalam kehidupan ini, yang mungkin akan membawa kita dalam suatu kondisi ketertekanan, baik dari sisi ekonomi, keluarga, pekerjaan, sosial, kesehatan, dan yang lainnya. Lalu dalam nas ini, Allah menyapa kita dengan mengatakan bahwa “Aku menyertai engkau,” dan itu adalah sebuah jaminan harapan bagi kita bahwa Allah akan memberikan pemulihan kepada kita atas setiap apapun yang kita hadapi. Kita hanya dapat mengandalkan Allah dalam perjalanan kehidupan kita. Melangkah dalam pengharapan pada janji Allah itulah yang selayaknya kita lakukan. Karena jaminan keselamatan diberikan oleh-Nya kepada setiap orang yang bersandar kepada-Nya. Amin.

 

5. Mandoding “Seperti Pelangi Sehabis Hujan”
Jalan hidupku tak selalu, tanpa kabut yang pekat.
Namun kasih-Mu nyata padaku pada waktu-Mu yang tepat.
Seperti pelangi sehabis hujan, itulah janji setia-Mu Tuhan.
Di balik dukaku telah menanti, harta yang tak ternilai dan abadi.

 

Mungkin langit pun tak terlihat, tertutup awan tebal.
Namun hatiku ‘kan tetap kuat, oleh janji-Mu yang kekal.
Seperti pelangi sehabis hujan, itulah janji setia-Mu Tuhan.
Di balik dukaku telah menanti, harta yang tak ternilai dan abadi.

 

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami

 

Departemen Persekutuan GKPS

Updated: 18 Mei 2022 — 13:30