DATABASE JEMAAT SEBAGAI WAJAH BARU GKPS DI MASA INDUSTRI 4.0

PEMATANGSIANTAR.GKPS.OR.ID. Salah satu program kerja Biro Litbang GKPS pada tahun 2022 dalam rangka penyiapan kapasitas industri 4.0 adalah tersedianya aplikasi database jemaat GKPS, yang nantinya dapat diakses dan digunakan oleh Pendeta dan Pimpinan Harian Majelis Jemaat (PHMJ) di masing-masing gereja GKPS di seluruh wilayah nusantara.

Ketika ditanya mengenai perkembangan program tersebut, Kabiro. Litbang GKPS Pdt. Posma Purba menyampaikan bahwa aplikasi database jemaat sudah tersedia berkat kerjasama dengan bapak Dalan Sembiring, dan saat ini sudah memasuki tahapan sosialisasi dan pelatihan pembuatan database jemaat di setiap distrik.

“Sebagai warga GKPS kita patut bersyukur karena sekalipun pandemi Covid-19 berpengaruh terhadap aktivitas dan keuangan GKPS, namun kita tetap dapat perlahan-lahan merealisasikan program yang sudah ditetapkan dalam Renstra GKPS, termasuk pengadaan aplikasi database jemaat. Biro Litbang GKPS bersama dengan pak Dalan Sembiring sebagai konsultan database, telah berhasil membuat database jemaat sesuai dengan kebutuhan GKPS. Dan saat ini Biro Litbang bekerja keras untuk mensosialisasikan dan mengadakan pelatihan pembuatan database jemaat GKPS di setiap distrik”, terang Pdt. Posma Purba saat ditemui di ruang kerjanya, di kantor Sindoe GKPS, Jl. Pdt. J. Wismar Saragih, pada Sabtu (21/5) pagi.

Ditambahkannya, “untuk tahap sosialisasi, Biro Litbang sudah dua kali melakukannya. Pertama pada Sabtu, 2 April 2022, yang dilakukan di GKPS Peniel Resort Siantar V, untuk seluruh gereja GKPS yang berada di Distrik I dan II (Pematangsiantar-Simalungun), Kemudian pada Senin, 16 Mei 2022 untuk Distrik IV Medan, yang dilaksanakan di Gereja GKPS Hangtuah Resort Piolonia Medan. Dan dalam waktu dekat ini, tepatnya Rabu, 1 Juni 2022, sosialisasi akan dilakukan untuk Distrik V Tebing Tinggi”.

Lebih lanjut Pdt. Posma menerangkan bahwa database jemaat yang sudah dibuat, dilengkapi dengan pengisian bakat khusus yang berhubungan dengan kebutuhan jemaat, dengan tujuan agar gereja dapat mengidentifikasi bakat-bakat anggota jemaat seperti: guru koor, pemain musik, penari, designer interior, bakat sastra, dan keahlian seni budaya lainnya, yang bisa membantu proses pelayan di gereja.

Ditanya terkait fungsi database jemaat, Pdt. Posma mengatakan, “dengan adanya database jemaat maka akan membantu keakuratan data, sehingga PHMJ terbantu dalam melihat potensi jemaatnya guna pengembangan, pemberdayaan, kemandirian, jemaat. Selain itu, database ini nantinya akan membantu pelaksanaan program kerja yang berbasis pada data dan kebutuhan yang ada. Selain membantu PHMJ, database ini nantinya juga akan membantu Pimpinan Sinode GKPS untuk menempatkan seorang pelayan sesuai dengan karakter jemaat serta membantu seorang pelayan yang akan ditempatkan memahami profil jemaat, sehingga memudahkan untuk beradaptasi, membangun kerjasama dan pengembangan yang lebih baik. Database jemaat ini nantinya menjadi wajah baru bagi GKPS di masa industry 4.0”, pungkasnya.

Sekedar informasi, pada sosialisasi dan pelatihan pengisian database jemaat, Biro Litbang mengajak PHMJ dan operator dari masing-masing jemaat untuk mengunduh aplikasi database yang sudah ada. Setelah diunduh, tim dari Biro Litbang yakni Pdt. Nina Saragih, Vik. Pdt. Fetra Sipayung, dan Vik. Pdt. Fran Purba, Nuriani Purba beserta dengan Kabiro Litbang dan Dalan Sembiring, membantu PHMJ dan operator dari masing-masing jemaat untuk mengisi setiap data yang diminta. Di samping itu, biro Litbang juga membuat whatsapp grup masing-masing distrik sebagai media komunikasi setiap peserta untuk saling membantu apabila ditemukan kendala ke depan harinya dalam mengisi database tersebut. (bgs/hks)

 

Updated: 24 Mei 2022 — 02:30