IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS: Kamis, 26 Mei 2022

1. Mandoding Haleluya No. 79:1+7
Jesus Kristus in do Raja, ipabangkit Naibatanta.
Manggomgomi hajojor, manggomgomi hajojor.
Janah ganup hajolmaon ningon Bani do marTuhan.
Iakuhon in botul, iakuhon in botul.

 

Dihut au sihol marsombah sol marolob bai Tuhanta.
Lao mamuji Jesus in, lao mamuji Jesus in.
Jesus Kristus in do Raja, ningon tunduk ganup hita.
Mangirikkon Raja in, mangirikkon Raja in.

 

2. Tonggo

 

3. Ayat Harian: Lahoan ni Apostel 1:8
“Tapi jaloonnima ma hagogohon ni Tonduy Na pansing na sogop bennima, anjaha gabe saksing-Ku ma hanima i Jerusalem ampa i sab Judea ampa i Samaria ampa das hu ujung ni tanoh on.”

 

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

 

4. Renungan
Jemaat Tuhan,
peristiwa kenaikan Tuhan Yesus Kristus yang kita rayakan hari ini adalah peristiwa setelah 40 hari Yesus bangkit, Ia terangkat ke surga disaksikan oleh para ¬murid-Nya. Peristiwa ini adalah sebuah perwujudnyataan dari apa yang telah ditetapkan, yaitu bahwa Yesus yang mati akan bangkit pada hari ketiga, dan naik ke surga. Para murid yang selalu bersama dengan Yesus belum cukup memahami peristiwa-peristiwa yang akan dialami oleh Tuhan Yesus dan mereka masih mengharapkan bahwa Yesus akan memulihkan kerajaan Daud yang runtuh sejak dikalahkan oleh kerajaan Babel. Ekspektasi para murid, bahwa Tuhan Yesus akan tetap berada bersama dengan mereka, melanjutkan misi yang telah dimulai. Tapi Tuhan Yesus memiliki misi tersendiri. Ia menekankan bahwa para murid akan menerima kuasa, Roh Kudus turun ke atas mereka, dan para murid akan menjadi saksi di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi. Artinya, estafet pelayanan misi telah diserahkan kepada para murid bila Yesus telah naik ke surga. Pelayanan misi tidak akan terhenti meskipun Yesus tidak bersama dengan mereka.

 

Jemaat Tuhan,
yang menarik dari nas kita ini, Tuhan Yesus tidak hanya menyerahkan tongkat estafet pelayanan misi tersebut, tetapi Ia memberi mereka kuasa, yang tidak hanya menggambarkan kekuatan dan kemampuan, tetapi kuasa yang bekerja, yang bertindak (Injil Lukas menekankan bahwa kuasa Roh Kudus termasuk kekuasaan untuk mengusir roh-roh jahat dan urapan untuk menyembuhkan orang sakit). Roh Kudus turun atas mereka. Para murid tidak sendiri, tapi Yesus membekali mereka dengan kuasa, dan Roh Kudus ada bersama mereka. Lalu apa yang akan dilakukan para murid? Mereka akan menjadi saksi, memberitakan tentang Yesus sebagai Juruselamat, sehingga semakin banyak orang yang percaya kepadaNya. Lalu, ke mana mereka akan pergi? Nas kita menyebut kota Yerusalem (lingkup yang paling dekat dengan para murid, menjadi saksi di kota di mana mereka berada), Yudea (lingkup yang lebih luas lagi, menjangkau orang-orang yang ada di kota Yudea), Samaria yang didiami bukan hanya orang Israel, tetapi sudah didiami oleh orang-orang kafir, ke ujung bumi (ruang lingkup kesaksian kita yang terakhir adalah sampai ke ujung bumi. Ini bukan berarti bahwa kita harus pergi sampai ke ujung dunia untuk memberitakan Injil, namun sampai ke ujung bumi mempunyai arti bahwa di mana saja dan kapan saja kita harus bersaksi tentang Yesus).

 

Jemat Tuhan,
melalui nas ini yang ingin disampaikan kepada kita adalah bahwa melalui peristiwa kenaikan Tuhan Yesus bukan berarti misi itu berhenti, tetapi justru melalui kenaikan Tuhan Yesus, misi itu semakin meluas bahkan sampai ke ujung bumi. Dan hari ini kepada kita umat percaya telah diberikan estafet pelayanan itu, bahwa kita harus bergerak, diawali dengan lingkup di sekitar kita, keluarga kita, kemudian kita bergerak ke lingkup yang ada di sekitar tempat kita tinggal, setelah itu kita bergerak ke lingkup yang lebih luas lagi, yaitu daerah yang belum mengenal Tuhan Yesus, sampai kita bergerak ke segala penjuru dunia. Lalu apakah ini sebuah pelayanan yang sederhana dan mudah untuk dilakukan? Setiap apapun yang kita lakukan, semua mempunyai konsekuensi, tetapi Tuhan Yesus telah meneguhkan kita untuk berangkat, karena kuasa dan Roh Kudus selalu bersama dengan kita, maka melangkahlah melanjutkan misi itu. Amin.

 

5. Mandoding Haleluya No. 143:1-2
O Tonduy na manggoki uhur, ni saksi-saksi na parlobei in.
Seng ongga-ongga marnamundur, mangimbang munsuh ni Tuhanta in.
Puhoi pakon uhur nami on, mangambilankon Jesus in tongtong.

 

Andohar apuy-Mu ma gara, marlintun bani bangsa haganup.
Jahowa, Ham paingkat halak na bujur mangkatahon hata-Mu.
Kawahkon Ham bolag sabion in, jabolon-Mu seng piga ope in.

 

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami

 

Departemen Persekutuan GKPS

Updated: 26 Mei 2022 — 14:34