IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS: Selasa, 14 Juni 2022

1. Mandoding Haleluya No. 107:1-2

Irikkon nasiam ma Au, sonai nini Tuhanta.

Sai parnalang ma dirimu, hatangKu malah harga.

Sai mambur bahenlah ganup, parlahoumin na so talup.

 

Au do palihar dalanmin, na dompak hagoluhan;

Ai seng be kahou langkahmin, daoh pakon hamagouan.

Au parhiteian na bujur, bai hasonangan na botul.

 

2. Tonggo

 

3. Ayat Harian: Jesaya 42:1

“Tonggor ma, juak-juak-Ku, na Hutogu in, na Hupilih in, na hinarosuhkon ni Tonduy-Hu. Domma Hupasorap Tonduy-Hu hu Bani, patandahononNi do habonaron hubani sipajuh begu-begu.”

 

“Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa.”

 

4. Renungan

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

dunia tempat kita hidup dipenuhi oleh berbagai persoalan hidup, seperti: ketidakpastian, kebingungan, permusuhan, peperangan, serta ketidakadilan yang terjadi di mana-mana. Siapakah yang mungkin mampu menegakkan keadilan bagi bangsa-bangsa? Nas kita dari Yesaya 42:1 berbicara tentang tokoh penegak keadilan, namun tidak secara nyata menyebutkan siapa ia. Tapi dalam Matius 12:15-21 menyatakan bahwa yang digambarkan Yesaya di sini sebagai “Hamba Tuhan yang membawa keadilan” tidak lain dan tidak bukan adalah Tuhan Yesus sendiri. Ialah satu-satunya yang akan menegakkan hukum atau keadilan atas bangsa-bangsa. Nas Yesaya 42 adalah rangkaian yang dinamakan sebagai “Nyanyian Hamba” dan nas kita hari ini merupakan bagian pertama dari nyanyian tersebut.

 

Di dalam Alkitab, orang yang membawa keadilan adalah orang yang membawa damai sejahtera (peace maker). Kedamaian yang dimaksudkan di sini adalah “syalom,” di mana terdapat kehidupan yang seturut dengan kehendak Allah, suatu keadaan kehidupan yang benar-benar berkeadilan. Maka, memperjuangkan dan menyatakan keadilan adalah merupakan kunci pokok untuk memahami siapa itu Tuhan Yesus. Dalam pengajaran dan pelayanan penyembuhan-Nya, Tuhan Yesus benar-benar memperhatikan dan melayani orang-orang sakit, miskin, orang asing dan terpinggirkan. Yesus “Hamba Allah” datang  untuk  membaharui struktur sosial, kesenjangan antara si kaya dan si miskin, yang kuat dan yang lemah, yang sehat dan yang sakit, serta lain sebagainya. Sehingga, dalam kitab Mika 6:8 dikatakan, “Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?”

 

Maka, sebagaimana keteladanan yang dinyatakan oleh Tuhan Yesus, Hamba Allah, demikianlah seyogyanya setiap orang yang percaya kepada-Nya akan melakukan hal yang sama seperti apa yang dinyatakan Tuhan Yesus kepada kita. Dengan demikianlah orang percaya dapat menjadi saksi yang hidup bagi Kristus. Pada abad-abad pertama kekristenan, pemerintah Romawi telah menyaksikan bagaimana orang Kristen memberi makan yang lapar dan mengurus orang-orang yang sakit selama epidemi saat itu dan berkata, “Lihatlah bagaimana orang percaya itu saling mengasihi.” Demikianlah selama berabad-abad gereja tidak pernah melupakan pelayanan pendidikan melalui sekolah-sekolah Kristen dan pelayanan kesehatan melalui rumah sakit, menghapus perbudakan serta meningkatkan sistem keadilan dan banyak hal-hal lainnya dalam kehidupan ini. Oleh sebab itu, kita semua selaku hamba-hamba Kristus juga dipanggil Tuhan untuk menyatakan keadilan bagi semua orang. Sebagaimana Allah menaruh Roh-Nya ke atas Hamba-Nya untuk menyatakan keadilan dan hukum, demikian juga Roh Kudus dicurahkan bagi kita untuk menjadi kekuatan menyatakan keadilan-Nya. Dan untuk dapat menyatakan keadilan itu, pertama-tama kita harus mematikan roh yang mementingkan diri sendiri dari dalam diri kita. Keadilan (justice) berarti penyangkalan diri kita sendiri (just us). Amin.

 

5. Mandoding Haleluya No. 299:2

Domma ipilih Tuhanta ge hita, lao manaksihon holongNi tongtong.

Domma isuruh Tuhanta ge hita, lao mangkatahon hata-Ni tongtong.

Laho ma hita misir ma hita, mangambilankon Tuhan parholong in.

Ase maluah homa hasomanta, gabe manggoluh bai Tuhanta in.

 

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami

 

Departemen Persekutuan GKPS

Updated: 13 Juni 2022 — 13:42