IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS: Jumat, 17 Juni 2022

1. Mandoding Haleluya No. 497:1
Holong ni Jesus manggomgom ganup Kuria,
na patotapkon hasadaonta in.
Damei-Ni in ma manrahut paruhuranta,
idop uhurNi batar-batarta in.
Damei-Ni in ma manrahut paruhuranta,
idop uhurNi batar-batarta in.
2. Tonggo
3. Ayat Harian: Judas 1:21
“Ramotkon nasiam ma diri nasiam ibagas holong ni uhur ni Naibata, anjaha paima-ima nasiam ma idop ni uhur ni Tuhanta Jesus Kristus, na mamboan nasiam hu hagoluhan na sadokah ni dokahni.”
“Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal.”
4. Renungan
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
dengan membaca dan mengimani kuat kuasa Firman Tuhan yang tertulis dalam kitab Yudas, kita akan menemukan inti iman, yaitu agar kita membangun iman yang teguh di atas dasar yang benar. Yudas mengajak kita untuk mengingat kembali mengenai pokok-pokok kepercayaan yang sudah diajarkan oleh rasul-rasul (Yudas 1:17-19). Selain itu, kita juga dituntut untuk memberikan kesaksian kehidupan yang suci (Yudas 1:20-23), yang dibuktikan dengan 4 (empat) sikap iman yaitu: membangun diri kita sendiri di atas dasar iman yang paling suci, berdoa dalam Roh Kudus, memelihara diri kita sendiri dalam kasih Allah, dan menantikan rahmat Tuhan kita Yesus Kristus untuk hidup yang kekal. 
Oleh karena itu, secara khusus dalam ayat harian ini kita diminta untuk memelihara diri dalam kasih Allah. Dengan memelihara diri dalam kasih karunia Allah, maka kita akan memperoleh kekuatan dari Allah untuk melayani. Hal ini menjadi penting dan menjadi dasar dalam pelayanan. Karena kalau diri kita sendiri tidak kuat dan terpelihara sedemikian rupa, maka kita tidak akan bisa melayani. Jelas di sini diberikan prinsip bahwa membangun dan memelihara iman percaya dan hidup dalam kekudusan “didahulukan,” sehingga kita akan semakin siap dan baik dalam melayani. Banyak orang Kristen yang tidak membangun diri sendiri (Yudas 1:20-21) tetapi melakukan pelayanan (Yudas 1:22-23). Tetapi ada juga yang sebaliknya, membangun diri sendiri (Yudas 1:20-21) tetapi tidak melakukan pelayanan kepada sesama (Yudas 1:22-23), sehingga yang diminta dari kita adalah dengan seimbang melakukan keduanya dan menjadikan membangun diri sendiri dan melayani sesama sebagai sesuatu yang saling membutuhkan.
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
memelihara diri dalam kasih karunia Tuhan melalui ayat harian ini diingatkan kembali kepada kita beberapa hal, yaitu: iman kepada Kristus adalah dasar dan fondasi. Thomas Manton (seorang teolog Kristen) menuliskan, “Fiat is the proper foundation of holinees and good work.” Ini berarti bahwa perbuatan baik tanpa fondasi iman adalah seperti atap tanpa fondasi, dan iman tanpa perbuatan baik adalah seperti fondasi tanpa bangunan. Hal ini menjelaskan bahwa iman yang baik harus terlihat dari setiap perbuatan kasih dan perbuatan baik. Perintah membangun iman diberikan kepada orang yang percaya kepada Kristus. Yudas hendak menjelaskan bahwa perintah membangun iman harus menjadi proses yang terus berlangsung dalam hidup kita. Pengenalan kita kepada Kristus harus kita teruskan sampai berakhir pada ditemukannya pola iman yang mengasihi dan melayani. Dengan ayat ini Yudas menjelaskan bahwa masing-masing kita harus menemukan bangunan iman yang berbentuk sesuai dengan keinginan Kristus. Kita diminta untuk menemukan ini dan bentuk iman kita itu harus berdampak dan menjadi berkat bagi sesama.
Tindakan memelihara diri dalam kasih karunia Allah harus berlangsung seumur hidup.  Yudas memberi penekanan akan kekuatan kasih karunia dalam hidup kita. Kasih karunia adalah kekuatan Allah yang terus menerus bekerja dalam hidup kita. Oleh karena itu, kita diminta untuk menemukan “ritme kasih karunia” dari Allah tersebut sepanjang hidup kita. Yudas memberi batas untuk itu adalah sampai kepada kehidupan kekal (Yudas 1:21). Ini berarti bahwa kita tidak boleh berhenti dalam kekudusan yang sementara, atau berhenti pada iman yang statis. Waktu yang diberikan Tuhan bagi kita tidak kita isi hanya dengan mengucap syukur kepada Tuhan, tapi memakai kekuatan kasih karunia itu untuk terus dapat melayani dan menerapkan kasih Tuhan kepada sesama dan kepada ciptaan lainnya.
Oleh karena itu, dengan Firman Tuhan ini kita diberi jaminan bahwa kekuatan kasih karunia Tuhan adalah berlangsung sampai kekekalan. Tanggung jawab kristiani kita adalah memeliharanya sedemikian rupa, sehingga kita semakin digerakkan untuk melayani dan mengasihi. Seperti yang tertulis dalam 1 Petrus 2:2, “Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,” Amin.
5. Mandoding “Melayani, Melayani Lebih Sungguh”
Melayani, melayani lebih sungguh.
Melayani, melayani lebih sungguh.
Tuhan lebih dulu melayani kepadaku.
Melayani, melayani lebih sungguh.
Mengasihi, mengasihi lebih sungguh.
Mengasihi, mengasihi lebih sungguh.
Tuhan lebih dulu mengasihi kepadaku.
Mengasihi, mengasihi lebih sungguh.
6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami
Departemen Persekutuan GKPS
Updated: 16 Juni 2022 — 15:48