IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS: Kamis, 23 Juni 2022

1. Mandoding Haleluya No. 5:1+3

Hupuji holong ni atei-Mu, o Tuhan Jesus Rajangkin.

Bamu huondoskon tonduyhu, ai do na pinindoMu in.

Huhalupahon ma diringku mamingkir holong ni atei-Mu.

 

Huahap maningon mar-Tuhan, ningon manggoluh au Bamu.;

Seng jumpah au be hagoluhan, anggo seng pinasirsirMu;

Sai Ham na baen parsarananku, sai gok Bamu mando langkahku.

 

2. Tonggo

 

3. Ayat Harian: Jesaya 60:10

“Halak na legan ma paulihon tembokmu, anjaha raja-raja ni sidea marugas bam; tongon ibagas ringis-Ku Hubogbog ho, tapi marhitei parontou ni uhur-Hu idopan-Ku do ho.”

 

“Orang-orang asing akan membangun tembokmu, dan raja-raja mereka akan melayani engkau; sebab dalam murka-Ku Aku telah menghajar engkau, namun Aku telah berkenan untuk mengasihani engkau.”

 

4. Renungan

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

dalam kehidupan ini, akan selalu terjadi transisi, baik itu transisi dari yang masih kanak-kanak menjadi dewasa, maupun transisi dari yang belum memahami menjadi memahami. Dalam teks kali ini kita bisa melihat bagaimana proses transisi bangsa Israel. Jika sebelumnya pada Deutero-Yesaya mereka mengalami penderitaan akibat perbudakan, namun pada pasal 60 mereka dipulihkan oleh Tuhan. Terjadi transisi bahkan pembalikan keadaan. Tentu ini adalah suatu kabar gembira, karena kesedihan atau dukacita yang mereka alami tidak membuat mereka menjadi semakin hancur. Penderitaan itu tidak bersifat kekal, tetapi hanya sementara. Kemauan mereka untuk tetap bertahan dalam setiap penderitaan telah dipulihkan oleh Tuhan. Pemulihan ini dapat kita lihat pada ayat 10 yang merupakan rangkaian dari pasal 60 mengenai kembalinya mereka ke tanah Yerusalem. Kembalinya mereka bukan hanya ditempatkan di Yerusalem, tetapi tempat mereka pun dibangun kembali. Dikatakan bahwa orang-orang asing akan membangun tembok. Jika dulu mereka menjadi pesuruh orang asing, yang melayani orang-orang asing, maka saat ini terjadi pembalikan bahwa orang-orang asing melayani dengan membangun tembok serta menyerahkan upeti (bukan motif untuk balas dendam, tetapi karena kekalahan, kemudian juga peziarahan mereka yang sekaligus ikut dalam membantu membangun tembok).

 

Dikatakan juga raja-raja akan ikut melayani. Kita bisa melihat bagaimana pemulihan melalui kasih Allah kepada mereka yang dilakukan sepenuh hati, karena mereka bukan hanya dipulihkan dari dosa atau keluar dari pembuangan, tetapi disediakan juga tempat yang layak. Sungguh indah janji Tuhan. Murka Tuhan sudah selesai dan mereka sudah menerima penderitaan yang disebabkan oleh mereka sendiri, sehingga dengan selesainya murka Allah yang tidak menghukum atau menghajar mereka hingga kematian, mereka dipulihkan oleh kasih setia-Nya. Inilah yang patut kita syukuri, bahwa kegelapan itu tidak bersifat abadi. Kegelapan yang diberikan Allah itupun tidak di luar batas kemampuan manusia. Ketika semuanya berakhir, maka terang cahaya atau kasih dari Allah datang memberikan kebahagiaan dan kelegaan yang bukan hanya memulihkan manusia dari dosa, tetapi juga menuntun serta menyediakan tempat yang layak. Bersukacitalah atas terang yang sudah Allah berikan kepada kita. Amin.

 

5. Mandoding Haleluya No. 127:1+5

Jahowa Siparmahan au, aha pe lang hurang ni.

Na sambor pe sai ipalao, do humbai pinahan-Ni.

Tudu ibaen na lambut in. Lao pagoluhkon tonduyhin,

ibaen holong atei-Ni.

 

Tongtong do hinalayak-Mu rupeihu bai goluhku.

Holong ni atei-Mu tudu mangirikkon langkahku.

Jadi dob bois bohalhin, sai iananku rumah-Mu,

sadokah ni dokahni.

 

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami

 

Departemen Persekutuan GKPS

Updated: 22 Juni 2022 — 12:34