1. Doding: Haleluya No. 18:1
Hata-Mu ale, Tuhanku, arta siharganan ai.
Sai palongkot bai uhurhu, ulang lang hujolom ai.
Anggo seng be sijoloman Hata na madear in,
aha ma na baen onjolan ni haporsayaonkin.

 

2. Tonggo

 

3. Ayat Harian: Josua 22:5
“Bujur tumang ma nasiam manramotkon sagala parentah pakon titah, na tinonahkon ni si Musa, juakjuak ni Jahowa hubani nasiam, ai ma mangkaholongi Jahowa Naibata nasiam, pakon marparlahou bani ganup dalan-Ni anjaha manramotkon tonah-Ni, pakon marsijoloman hu Bani anjaha mambalosi Si humbani gok ni uhur ampa gok ni tonduy nasiam.”

“Hanya, lakukanlah dengan sangat setia perintah dan hukum, yang diperintahkan kepadamu oleh Musa, hamba Tuhan itu, yakni mengasihi Tuhan, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, tetap mengikuti perintah-Nya, berpaut pada-Nya dan berbakti kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu.”

 

4. Renungan
Jemaat Tuhan,
konteks ayat renungan pada hari ini adalah pesan Yosua kepada bangsa Israel setelah seluruh suku-suku Israel memperoleh pusaka, yaitu pembagian tanah Kanaan. Setelah sampai di Kanaan tentu akan ada situasi baru yang dimasuki dan dialami oleh bangsa Israel, yaitu: tinggal dan menetap di Kanaan sesuai dengan janji Tuhan. Mereka akan memiliki ladang, rumah menetap dan penghasilan menetap, bahkan segala kemakmuran dan kesejahteraan akan mereka nikmati karena tanah Kanaan adalah tanah yang subur, penuh susu dan madu. Sangat jauh berbeda dengan kehidupan mereka sebelumnya, saat mereka di tanah Mesir, pun saat mereka 40 tahun dalam perjalanan dari Mesir menuju Kanaan. Sebelumnya mereka hidup nomaden; mengembara di negeri asing dan berpindah-pindah; mereka tidak memiliki tanah atau penghasilan yang tetap. Tetapi setelah memasuki tanah Kanaan mereka telah mewarisinya dan dibagi oleh Yosua menurut kedua belas suku Israel. Mereka semua dipastikan memiliki tanah pusaka sebagai pemberian Allah, kecuali suku Lewi karena mereka hidup dari perpuluhan.

Jemaat Tuhan,
mengapa Yosua begitu keras mengingatkan bangsa Israel agar setia kepada Tuhan, memelihara perintah-Nya dan tetap berpaut kepada Tuhan? Yosua sebagai pemimpin telah melihat ada bahaya yang akan mereka hadapi, yaitu: pengaruh budaya dan agama sekitar. Mereka akan berjumpa dengan budaya dan agama orang Kanaan yang memuja dewa kesuburan yang diyakini sebagai pemberi berkat dan hasil pertanian mereka. Demikian pula dengan bangsa-bangsa lainnya pemuja dewa Baal. Atas situasi baru inilah Yosua mengingatkan begitu keras agar mereka tetap setia kepada Tuhan. Kemakmuran dan hasil panen dan ternak yang tambun dan segala apa yang mereka miliki adalah pemberian Tuhan. Yosua menyampaikan pesan pada suku Ruben, Gad, dan suku Manasye agar mereka hidup lebih baik lagi di tanah masing-masing. Sebelumnya, Yosua memuji laku hidup mereka yang setia, “Kamu telah memelihara segala yang diperintahkan kepadamu oleh Musa telah mendengarkan perkataanku dalam segala yang kuperintahkan kepadamu. Kamu tidak meninggalkan saudara-saudaramu selama waktu ini sampai sekarang, tetapi kamu setia memelihara perintah TUHAN, Allahmu, kepadamu” (ayat 2-3). Yosua berharap mereka mau meningkatkan kesetiaan terhadap perintah dan hukum yang diperintahkan Musa, yaitu, “mengasihi TUHAN, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, tetap mengikuti perintah-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu” (ayat 5).

Jemaat yang dikasihi Tuhan,
pesan Yosua ini membuat kita sadar bahwa laku hidup yang baik, yang setia dan taat pada firman Tuhan, tidak ada titik puncak keberhasilannya. Laku hidup yang baik bisa ditingkatkan lagi dan lagi. Tidak ada tamatnya bagi kita untuk belajar firman Tuhan. Dengan sangat setia dan taat, kita seharusnya melakukan firman Tuhan. Melalui renungan ini, kita diajak sejenak merenungkan seberapa sering kita membiarkan gaya hidup kita keluar dari jalur kehendak Allah? Mungkin kita terkadang berkompromi dan membiarkan standar moral bergeser “sedikit” lebih rendah dari apa yang kita ketahui sebagai kebenaran dari Allah. Jika sudah merasa hidup kita mulai bergeser dari jalur yang benar, segeralah arahkan diri kita kembali ke jalurnya dan jangan biarkan penyimpangan ini berlarut. Pakailah segala perintah Allah sebagai penuntun arah, sehingga pada akhirnya kita kembali kepada jalur kehidupan yang sebenarnya. Amin.

 

5. Doding: Haleluya No. 205:1+4
Hata ni Jahowa Sipadamei jolma hagoluhan in.
In malas ni uhur na mangapoh uhur na marhoru in.
Gogoh ni Naibatangkin, paluahkon na porsaya humbai ganup dousa.

Hata hagoluhan do nuan iboan Parambilan in.
Na lampot tangaron, in do iberehon bai uhurta in.
Ipodahi hita on ihatahon bei do hita paubah uhurta.

 

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami

 

Departemen Persekutuan GKPS