1. Doding: Haleluya No. 307:1-2
Bani na martonggo ahu, hu Bamu o Tuhankin.
Ajar Ham ma au manjalo ganup na binere-Mu.
Mangakuhon songon Jesus bani sitaranon-Niin.
Seng rosuhku pasaudonku pitah rosuh-Mu, Tuhan.

Atap aha husurahon na dear bai goluhkon.
Bahen Ham au pambalosi bani ganup rosuh-Mu.
Mangauhon ‘pa porsaya ‘ge galek pe uhurhon.
Seng rosuhku pasaudonku pitah rosuh-Mu, Tuhan.

 

2. Tonggo

 

3. Ayat Harian: Mateus 14:23
“Dob isuruh mulak haganup na mabuei ai, tangkog ma sahalak-Si hu dolog laho martonggo. Dob golap ari, sahalak-Si mando ijai.”

“Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.”

 

4. Renungan
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
Bill Gates yang dikenal dunia sebagai seorang pendiri perusahaan Microsoft Corporation memiliki waktu untuk menyendiri selama 1 minggu penuh dan itu dilakukan 2 kali dalam setahun. Think Week, yang dipakai hanya untuk menyendiri di satu tempat yang tenang, tetapi tentu dalam kesendirian itu, ada hal yang dilakukan, bahkan memikirkan hal-hal lain yang akan dilakukan ke depan, salah satu hasil dari aktivitas Bill Gate adalah munculnya ide untuk menciptakan Microsoft Tablet PC dan membangun software yang lebih aman. Ternyata apa yang dilakukan oleh Bill Gates telah dilakukan oleh Tuhan Yesus pada masa pelayanan-Nya, dan hal itu tertulis dalam nas kita hari ini. Bahwa Tuhan Yesus di tengah-tengah pelayanan-Nya memiliki waktu untuk menyendiri, berdoa dan bersekutu dengan Bapa-Nya, yang merupakan sebuah kesempatan untuk memulihkan roh, jiwa, dan tubuh-Nya. Nas ini diawali saat Yesus memberi makan 5.000 orang, sebuah karya dan mujizat terjadi, karena ternyata 2 ikan dan 5 roti dapat memenuhi kebutuhan orang banyak yang berkumpul pada saat itu. Dan setelah peristiwa itu, maka Yesus mengambil waktu untuk menyendiri dan membangun hubungan yang erat dengan Bapa-Nya melalui doa.

Jemaat Tuhan,
dalam nas ini kita melihat sikap Tuhan Yesus yang mencerminkan pengabdian, ketaatan, kasih, kepercayaan, dan keterikatan yang dalam kepada Allah. Dalam doa-Nya, Yesus mengungkapkan kebutuhan-Nya, mencari petunjuk-Nya, memohon bantuan-Nya, mengucap syukur atas-Nya, dan menyampaikan kerinduan-Nya kepada Allah. Yesus juga mengajarkan pengikut-Nya untuk berdoa dan memberikan contoh seperti doa “Doa Bapa Kami” atau “Doa Tuhan” (Our Father/Lord’s Prayer). Doa Yesus kepada Allah juga mencerminkan kerendahan hati-Nya. Meskipun Yesus adalah Anak Allah yang empunya kuasa, Ia tidak memanfaatkan kekuasaan-Nya untuk diri-Nya sendiri. Sebaliknya, Ia menunjukkan kerendahan hati dengan menyampaikan segala sesuatu kepada Allah melalui doa, dan mencari kehendak-Nya dalam segala hal, sehingga dalam setiap sisi kehidupan Yesus, bahkan dalam setiap pelayanan dan karya-Nya, sangat terlihat keterikatan dan konektivitas antara Tuhan Yesus dengan Allah. Hal ini tentu sangat mempengaruhi karya pelayanan Yesus di dunia.

Jemaat Tuhan,
doa adalah nafas hidup orang percaya, artinya tanpa doa maka kehidupan orang percaya sejatinya tidak menemukan makna hidup. Doa mempunyai esensi yang sangat menentukan dalam kehidupan orang percaya. Doa merupakan cara kita untuk memperoleh hikmat dan energi yang selalu kita butuhkan dalam hidup. Kekuatan doa memberi dampak yang sangat luar biasa bagi setiap umat yang percaya. Keberadaan kita yang terbatas, bahkan saat kita menghadapi banyak persoalan dalam kehidupan, tentu akan sangat ditopang oleh Tuhan yang menjadi pemilik dan sumber kekuatan kita. Lalu cara kita untuk benar-benar mendapatkan kekuatan tersebut adalah dengan cara bermohon kepada-Nya dalam doa kita. Berdoa dengan kerendahan hati dan kepasrahan diri, memandang bahwa hanya dalam Dia kita mendapatkan kekuatan, sehingga kita dapat menjalani kehidupan ini. Bila Yesus, Anak Allah yang sempurna memberi waktu untuk selalu berdoa, betapa lebih lagi kita, dengan segala kelemahan kita. Sangatlah penting untuk kita selalu berdoa. Ketidakinginan untuk berdoa adalah sebuah tanda kemunduran rohani. Maka, berdoalah senantiasa dan nikmati hasil doamu. Amin.

 

5. Doding: Haleluya No. 13:1-2
Sai jolom Ham tanganku, sai togu au;
Ronsi rotap hosahku, parorot au;
Na dong au ra mardalan, sahalak au.
Sai Ham ma, ale Tuhan, manogu au.

Baluti Ham uhurhu na horu in.
Bai holong na tarsulur, na banggal in.
Sai sasap Ham dousangku, ale Tuhan.
Sai gok Bamu uhurhu hunjon hujan.

 

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami

 

Departemen Persekutuan GKPS