1. Doding: Haleluya No. 343:1-2
Banggal tumang do holong-Mu, pabayu goluhkon,
na doyuk kahou magou au, hape maluah do.

Dob hutandai diringkin, megah ma uhurhin,
salosei hape utangkin, ibaen layak-Ni in.

 

2. Tonggo

 

3. Ayat Harian: Hesekiel 33:11
“Hatahon ma bani sidea: Songon sintongni manggoluh Ahu, nini Tuhan Jahowa, sabonar seng marosuh uhur-Hu mangidah hamatean ni parjahat, tapi ase mulak do parjahat ai manadingkon dalanni, ase manggoluh ia. Mulak, mulak ma hanima humbani dalannima na jahat in; ai mase ma rahanan matei hanima, ale ginompar ni Israel?”

“Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan Allah, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel?”

 

4. Renungan
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
kita tentu masih ingat dengan peristiwa terorisme yang sangat tragis di kota New York yang sangat mengguncangkan dunia. Peristiwa runtuhnya menara kembar yang dikenal juga dengan peristiwa 9/11 memakan ribuan korban dan sangat memilukan. Otak dari peristiwa tersebut adalah kepala gembong teroris dunia yang bernama Osama bin Laden. Pada akhirnya kita harus mengakui bahwa semua orang di dunia bersukacita dengan terbunuhnya sang pelaku utama peristiwa tragis tersebut. Mayoritas penduduk bumi ini sangat membenci Osama yang telah membunuh ribuan orang tidak bersalah dengan sangat keji dan berharap bahwa dunia ini akan menjadi tempat yang lebih baik tanpa orang-orang yang seperti pelaku teror itu.

Memang berulang kali dalam Alkitab juga kita temukan tentang bagaimana Allah menghukum orang-orang seperti itu, yaitu orang-orang yang menyebabkan orang lain menderita karena ulah dan perbuatannya yang jahat. Namun, kita harus berhati-hati agar tidak tergoda untuk menempatkan emosional manusiawi ke dalam tindakan dan keadilan Tuhan. Dari ayat hari ini kita dapat melihat bahwa ternyata tidak sepenuhnya perasaan kita sama dengan perasaan Allah dalam hal memperlakukan orang jahat. Dikatakan bahwa Allah tidak berkenan kepada kematian orang fasik. Bahkan ketika Ia harus menghukum mereka berlandaskan keadilan-Nya, maka hal itu sangat mendukakan hati-Nya. Tuhan jauh lebih ingin melihat mereka bertobat dan kembali kepada-Nya agar memperoleh keselamatan dan kehidupan kekal, daripada binasa karena dosa dan kejahatannya. Setiap manusia telah diciptakan segambar dengan Allah dan mereka sangat berharga bagi-Nya. Dan Tuhan ingin membawa kita semua kepada-Nya. Ia ingin agar kita semua beroleh keselamatan dan hidup.

Nas hari ini mengingatkan kita bahwa Allah tidak berkenan kepada kematian orang fasik. Tuhan mengasihi dan mencintai setiap kita dengan kasih-Nya yang begitu mendalam dan Ia ingin agar kita memperoleh hidup yang berkelimpahan kini dan di dalam kekekalan. Siapa pun kita dan dimana pun kita berada serta apa pun yang kita kerjakan, ingatlah bahwa kita berharga bagi Tuhan dan Allah sangat mengasihi dan mencintai kita. Allah ingin agar kita memiliki relasi dan jalinan kasih dengan Dia untuk mengalami sukacita dalam kehadiran-Nya. Kita bukan Allah, tetapi kita adalah anak-anak-Nya. Sebagai anak maka kita harus tetap berusaha meneladani-Nya untuk merasa prihatin terhadap orang-orang yang sesat dan menuju jalan kebinasaan. Allah tidak berkenan dengan kematian mereka, dan tentu tidak juga dengan kita semua. Marilah kita senantiasa meneladani Allah dalam setiap kehidupan kita dengan membenci segala kejahatan, namun tetap menginginkan agar kita dan juga sesama kita bertobat untuk kembali kepada Tuhan. Hanya di dalam Tuhan saja kita akan hidup dengan segala kelimpahannya. Amin.

 

5. Doding: Haleluya No. 350:1
Holong na humbani Tuhan, na roh humbai Jesus in.
Sai totap do marsinondang, holong ni Tuhanta in.
Sai sondangkon ma holong-Ni das bai hagolapan in
Ase haganup pardousa ipaluah Naibata.

 

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami

 

Departemen Persekutuan GKPS