1. Doding: Haleluya No. 353:1-2
Marsora do Tonduy ni Tuhanta in.
Gati lang itangar, itulak ham in.
Sai tanda dousamu sopotkon homa.
Holong do atei-Ni isasap do in.

Marunduk ni uhur sopotkon ma in,
pambaenmu na jahat ampa jungkatmin.
Ondoskon bai Jesus bulat dirimin,
tongtong ma sai dingat pangkopkop-Ni in.

 

2. Tonggo

 

3. Ayat Harian: Lukas 22:35
“Lanjar nini ma dompak sidea, “Sanggah Husuruh hanima seng marparduitan, seng marranjut anjaha seng marsipatu, ongga do hanima hurangan?” Jadi ihatahon sidea ma, “Lang!””

“Lalu Ia berkata kepada mereka: ”Ketika Aku mengutus kamu dengan tiada membawa pundi-pundi, bekal dan kasut, adakah kamu kekurangan apa-apa?”

 

4. Renungan
Jemaat Tuhan,
di masa pra Paskah ini, kita mengingat tentang masa-masa terakhir kehidupan Tuhan Yesus sebelum Ia ditangkap dan disalibkan. Salah satu masa-masa terakhir itu adalah pertemuan dan percakapan yang Ia lakukan bersama para muridNya saat Perjamuan Malam. Ada pertengkaran terjadi dalam pertemuan itu, karena para murid mempercakapkan tentang siapa yang dianggap terbesar di antara mereka. Nasihat Tuhan Yesus kepada para muridNya atas pertengkaran itu adalah agar para murid bersedia menjadi pemimpin sebagai pelayan. Dalam pertemuan itu, Tuhan Yesus juga mengungkit keputusanNya saat mengutus tujuh puluh murid (Luk. 10:1-12). Di situ Tuhan Yesus mengutus mereka dengan mengatakan agar mereka jangan membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut. Hal ini dikarenakan Tuhan Yesus menugaskan ketujuh puluh murid untuk tinggal di rumah orang dan makan serta minum dari apa yang diberikan orang lain kepada mereka.

Maka di dalam ayat harian ini, Tuhan Yesus menanyakan pengalaman mereka atas pengutusan tersebut. Apakah mereka kekurangan dan menjadi kelaparan karena tidak membawa pundi-pundi, bekal, dan kasut? Dalam Bibel berbahasa Simalungun, ayat 35 menuliskan jawaban para murid, yaitu, “Tidak.” Namun dalam Alkitab berbahasa Indonesia, ayat 35 tidak menuliskan itu, karena jawaban para murid tertulis di ayat 36. Oleh karena itu, para murid mengakui bahwa apa yang Tuhan Yesus perintahkan kepada mereka tidak akan membuat mereka kekurangan apa-apa. Tuhan mencukupkan kebutuhan atas orang-orang yang diutusNya.

Jemaat Tuhan,
dua hal inilah yang mau kita ambil dari ayat harian hari ini, yaitu: percaya atas penyertaan Tuhan dan hidup secukupnya. Keduanya berjalan lurus, tidak bertolak belakang. Saat kita yakin bahwa Tuhan menyertai perjalanan hidup kita, maka kita akan hidup dengan secukupnya. Demikian juga saat kita hidup dengan secukupnya, maka di situ kita yakin atas penyertaan Tuhan dalam diri kita. Maka, masa-masa pra Paskah ini mengingatkan kita untuk tetap yakin atas penyertaan dan janji Tuhan, serta tidak mengkhawatirkan atas apa yang Tuhan akan berikan dalam hidup kita, karena Ia mencukupkan kita senantiasa. Ini menjadi modal berharga bagi kita untuk tetap menjalani hidup kita masing-masing, dimanapun kita berada. Amin.

 

5. Doding: Haleluya No. 251:1+3
Sonang do uhurhu ibaen Jesuskin, borit pe hutaron ijon.
Tenger do uhurhu bai Tuhanta in, ipasonang tongtong uhurhon.
Sonang do, sonang do, ipasonang tongtong uhurhon.

Iporsan Tuhanku ganup dousangkin, bai silang-Ni in do ibaen;
‘Ge sada na so jujuron-Ni be in, na martuah tonduyhu ibaen.
Sonang do, sonang do, ipasonang tongtong uhurhon.

 

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami

 

Departemen Persekutuan GKPS