1. Doding: Haleluya No. 5:1-2
Hu puji holong ni atei-Mu, o Tuhan Jesus Rajangkin.
Bamu huondoskon tonduyhu, ai do na pinindo-Mu in.
Hu halupahon ma diringku mamingkir holong ni atei-Mu.

Sai ipindahi Ham do ahu, Ham pe huhasiholi do.
Itogu uhur-Mu uhurhu halani ai hubere do;
Ipilih Ham hinan tonduyhu, ai pe hupilih Ham Tuhanku.

 

2. Tonggo

 

3. Ayat harian: 1 Samuel 12:22
“Halani seng tumaram tadingkonon ni Jahowa bangsa-Ni halani goran-Ni na timbul in, ai domma iharosuhkon Jahowa mambahen nasiam gabe bangsa-Ni.”

“Sebab Tuhan tidak akan membuang umat-Nya, sebab nama-Nya yang besar. Bukankah Tuhan telah berkenan untuk membuat kamu menjadi umat-Nya?”

 

4. Renungan
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
pernahkah kita secara diam-diam melakukan perbuatan yang tidak baik dan takut berterus terang kepada orang tua kita tentang hal tersebut? Mungkin kita bergumul bahwa jika kita mengatakannya maka mereka pasti akan marah. Namun kita juga merasa bahwa mereka barangkali tidak akan pernah bisa melupakan kita dan menganggap kita bukan anak lagi serta mengusir kita dari rumah. Pernahkah kita merasakan hal yang serupa terhadap Allah kita? Kita berbuat dosa kemudian Tuhan tidak lagi menganggap kita sebagai bagian dari jemaat-Nya karena kita sudah tidak layak bagi-Nya atau tidak akan mengampuni dosa kita? Nas hari ini adalah satu contoh bagaimana bangsa Israel melakukan hal yang serupa di hadapan Allah.

Bangsa Israel menolak Allah menjadi pemimpin mereka. Menurut mereka, para nabi dan hakim yang ditetapkan-Nya menggembalakan mereka tidaklah cukup. Israel menolak Tuhan sebagai Raja dan menginginkan pemimpin duniawi seperti bangsa kafir di sekeliling mereka. Mereka menginginkan seorang raja. Tentu hal ini membuat Allah murka dan mengingatkan mereka atas apa yang akan terjadi karena mereka lebih memilih raja duniawi daripada Raja segala raja. Israel menjadi takut dan meminta kepada Samuel untuk mendoakan mereka agar terhindar dari hukuman Tuhan atas dosa dan kesalahan mereka. Allah mendengarkan permohonan mereka dan meminta agar mereka tidak berhenti melayani Dia. Dalam kasih-Nya, Allah tetap ingin memberkati bangsa pilihan-Nya yang telah dipanggil-Nya melalui Abraham, Ishak, dan Yakub. Allah tidak berkata bahwa oleh karena dosa mereka begitu besar, mereka tidak layak lagi menjadi bagian dari rencana-Nya, melainkan dikatakan bahwa Ia tidak akan pernah melupakan mereka. Sungguh suatu janji yang luar biasa dari Allah yang diberikan kepada bangsa yang angkuh dan pemberontak: bahwa Tuhan tidak akan meninggalkan bangsa-Nya walaupun mereka berkali-kali berdosa melawan Dia. Allah tetap setia akan janji-Nya menjadikan Israel menjadi bangsa milik-Nya. Firman-Nya tidak pernah berubah sebagaimana Allah tidak pernah berubah dan sempurna.

Janji Tuhan kepada bangsa Israel juga berlaku bagi kita selaku umat-Nya hari ini dan kesetiaan-Nya tetap sama bagi kita orang percaya. Tuhan tetap mengasihi dan setia akan janji-Nya kepada kita. Jangan pernah merasa tidak layak lagi bagi Tuhan karena dosa dan kesalahan serta pelanggaran kita terhadap-Nya. Sebagaimana Allah katakan kepada Israel untuk tetap melayani-Nya, demikian juga Tuhan menginginkan kita tetap melayani-Nya dan menjadi bagian dari gereja-Nya ketika kita jatuh dan berdosa kepada-Nya. Jangan pernah takut untuk datang kepada Tuhan memohon pengampunan dan meminta agar kita semakin dibaharui menjadi lebih baik lagi. Ingatlah bahwa walaupun kita sering tidak setia, namun Tuhan tetap setia kepada kita dan memegang teguh janji kasih-Nya bagi kita. Amin.

 

5. Doding: Haleluya No. 148:1-3
Layak do Ham mambere au, o Jesus Tuhankin;
Ihutkon Ham daoh pe au, mambuat uhurhin.

Pardousa na banggal do au, pansing do anggo Ham;
Sai bai na dorsa laho au bai na jahat naman.

O Tuhan, husopotkon ma ganupan dousangkin;
Holong ma Ham, sai sasap ma, Bamu ma tonduyhin.

 

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami

 

Departemen Persekutuan GKPS