1. Doding: Haleluya No. 347:1
Batu gingging na toguh, Ham do batar-batarhin.
Na gogoh toguh do Ham, bai gilumbang tahan Ham.
Sai hudilo Jesus in, tolong au anakMu on.

 

2. Tonggo

 

3. Ayat harian: Jeremia 15:20
“Bahenon-Ku do ho bani bangsa on gabe tembok tombaga na so tarpanangkih; porangon ni sidea do ho tapi seng tartaluhon sidea ho; tongon Ahu do mangkasomani ho laho mangurupi ampa paluahkon ho,” nini Jahowa.”

“Terhadap bangsa ini Aku akan membuat engkau sebagai tembok berkubu dari tembaga; mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau untuk menyelamatkan dan melepaskan engkau, demikianlah firman Tuhan.”

 

4. Renungan
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
pernahkah kita mengunjungi atau melihat kota yang dikelilingi tembok? Di negara kita Indonesia mungkin tidak banyak dijumpai selain tembok peninggalan Belanda di kota-kota tertentu, tetapi di belahan dunia lain ada banyak tembok seperti tembok Cina misalnya. Suatu saat mungkin kita akan mengunjungi sebuah kota atau negara yang dilindungi dengan tembok. Di sana terdapat ruangan-ruangan yang luas dilengkapi dengan ukiran-ukiran seni yang indah dan banyak lagi. Tetapi salah satu bagian yang paling sederhana dari tembok itu adalah dindingnya. Dinding dari suatu tembok sangat besar dan tinggi, kuat, megah serta sangat kokoh. Dinding tersebut bertujuan untuk melindungi setiap orang yang ada di dalamnya serta menghalangi musuh dari luar untuk masuk. Semakin kokoh suatu tembok maka semakin amanlah penduduk di dalamnya. Beberapa tembok bahkan memiliki dinding tambahan di bagian khusus untuk melindungi harta kekayaan dari suatu kota atau negara.

Yeremia adalah seorang nabi yang sangat menderita dan merasa tidak aman dalam melaksanakan tugas panggilannya. Sedihnya, bangsanya sendiri yang dinasehatinya dengan penuh kasih ternyata juga menjadi musuhnya. Mereka tidak menyukai Yeremia dan juga tidak menyukai pesan firman Tuhan yang disampaikannya kepada mereka. Hal ini membuat Yeremia sedih, merasa kesepian, tidak aman dan hampir putus asa. Tetapi Allah memiliki pesan khusus untuk Yeremia sendiri. Allah menguatkan Yeremia dengan meminta agar ia tetap percaya serta bersandar pada-Nya dengan mengatakan, “Aku akan membuat engkau sebagai tembok terhadap bangsa ini.” Tuhan akan memberikan kekuatan bagi Yeremia agar ia kokoh dan kuat bagaikan suatu dinding tembok. Ia akan kuat dan memiliki keberanian untuk tetap memberitakan firman Tuhan kepada mereka. Bangsa itu akan bangkit menyerang dan melawan dia, tetapi tidak akan pernah dapat mengalahkannya. Bagaimana hal itu mungkin dengan begitu banyak musuh yang menyerangnya? “Aku menyertai, menyelamatkan dan melepaskan engkau,” firman Tuhan.

Ada banyak perkara yang membuat kita merasa tidak aman dalam hidup ini. Ada banyak tantangan, kesulitan dan rintangan di dunia ini. Ada orang yang menjadi penjahat, ada juga yang membenci orang Kristen seperti yang terjadi belakangan ini, sekelompok orang ingin menghentikan ibadah dan pemberitaan Injil Yesus Kristus. Di samping itu, ada juga banyak godaan dan dosa yang berasal dari si Iblis yang harus kita perangi. Tetapi jangan pernah takut dan gentar. Yesus telah mengalahkan semua musuh-musuh kita. Allah pencipta telah datang menyelamatkan dunia ciptaan-Nya. Di salib, Kristus telah mengalahkan si jahat dan menyelamatkan kita dari dosa dan kematian. Kita aman bersama Kristus. Sama seperti kepada Yeremia, Tuhan mengatakan hari ini kepada kita, “Aku menyertai, menyelamatkan dan melepaskan engkau.” Sungguh benar, jika Tuhan bersama dan di pihak kita, kita pasti kuat dan kokoh seperti tembok dan akan tetap berdiri melawan setiap musuh hingga kita aman sentosa selamanya di keabadian kelak. Amin.

 

5. Doding: Haleluya No. 138:1+3
Jahowa Naibatanta do, tarbaen batar-batarta.
Munsuhta ningon talu do, ibaen parlingodanta.
Ai anggo munsuh in, sibolis gorannin,
bajan do akalnin parseda jolma in, seng dong na pag mangkubu.

Gok pe habiar tanoh on, laho mandorab hita.
Ulang mabiar hita on, ai ningon monang hita.
Age manggila pe, sibolis banta bei,
seng habiaran be; Ai ‘ge sahata pe,
kuh do manaluhonsi.

 

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami

 

Departemen Persekutuan GKPS