1. Doding: Haleluya No. 115:1+4
Sadokah ho i tanoh on papintor uhurmin,
padingat-dingat ma tongtong nidok ni Tuhanmin.

Ambungkon humbai uhurmin na so margagan in.
Ganup na humbai Tuhan in ramot ma jaga in.

 

2. Tonggo

 

3. Ayat harian: Lukas 15:7
“Huhatahon ma bani nasiam, usih hujai, buenan do malas ni uhur i nagori atas mangidah sada pardousa, na ra paubahkon uhurni, ase mangidah siah puluh siah parpintor, na so pala paubahkon uhur ni sidea.”

“Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.”

 

4. Renungan
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
jika kita diperhadapkan dengan situasi kehilangan sesuatu yang berharga, atau mungkin sebuah benda yang kita sayangi, tentu kita akan berupaya untuk melakukan segala hal agar benda itu kita temukan kembali. Perasaan kehilangan akan menyebabkan kegelisahan dan ketidaknyamanan, serta hal ini akan semakin mendorong kita untuk mendapatkan kembali benda yang hilang tersebut. Sebuah tulisan dalam artikel, “Be Happy and Fight For Your Life” menuliskan bahwa saat seseorang kehilangan benda yang sangat disayanginya, misalnya handphone, ternyata menimbulkan 3 perasaan yang sangat menonjol pada saat itu, yaitu: panik, sedih, dan linglung. Hal itu terjadi karena handphone adalah benda yang saat ini sangat dibutuhkan oleh semua lapisan masyarakat. Maka, wajar apabila secara otomatis muncul 3 perasaan seperti yang tersebut di atas. Sebaliknya, bila benda yang hilang itu ditemukan, maka ada sukacita yang luar biasa yang tanpa sadar kita ekspresikan. Ada yang berkata, “Oh Tuhan Yesus, terima kasih Tuhan,” sebagai wujud sukacita karena benda itu telah ditemukan. Kita bisa melihat sikap yang sangat berbeda, saat sesuatu yang hilang itu belum ditemukan, dan sesudah sesuatu yang hilang telah ditemukan kembali.

Jemaat Tuhan,
memang benar kita tidak bisa menyamakan ilustrasi di atas dengan hal kegembiraan di sorga seperti yang Tuhan Yesus katakan di saat seseorang berdosa menjadi bertobat. Tetapi yang ingin kita gambarkan dan menjadi penekanan adalah suasana hati Tuhan di saat seorang berdosa menjadi bertobat dan terlepas dari dosa yang membinasakan, karena hati Tuhan Allah kita adalah penuh kasih kepada semua orang. Dalam Yehezkiel 33:11 dikatakan, “Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan Allah, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup.” Allah menginginkan kita hidup. Allah menginginkan kita menerima keselamatan, bukan kebinasaan. Maka sukacita Allah begitu besar dan memenuhi hati-Nya ketika seorang pendosa bertobat, bahkan bila diperbandingkan dengan sembilan puluh sembilam orang benar yang tidak perlu pertobatan, maka sukacita Allah lebih besar saat seorang pendosa bertobat. Kepulangan seseorang dari jalan yang salah menuju kepada jalan yang benar dan meninggalkan jalan yang salah tersebut membuat Allah bersukacita, bahwa yang hilang telah ditemukan kembali, dan kondisi ini sangat membahagiakan hati-Nya. Hal ini sama seperti perumpamaan domba yang hilang, perumpamaan Anak yang Hilang yang disampaikan dan diajarkan kepada para murid Tuhan Yesus, yang menggambarkan bahwa yang hilang ini adalah orang-orang yang berdosa yang menuju kepada kebinasaan, tetapi di saat ia mengambil keputusan untuk bertobat betapa sukacitanya Allah atas anugerah keselamatan yang telah Ia sediakan dalam pertobatan.

Jemaat Tuhan,
nas kita hari ini secara sederhana ingin menyampaikan kepada setiap kita umat-Nya yang selalu hidup dalam dosa bahwa ternyata Allah selalu menanti kepulangan kita. Terkadang tanpa kita sadari atau dengan kita sadari, kita memilih jalan yang salah, yang justru membawa kita kepada lembah kegelapan dunia. Seolah kita tidak mempunyai kuasa untuk kembali ke jalan yang benar yang telah Tuhan persiapkan kepada umat-Nya. Namun nas ini mengingatkan kita kembali bahwa Allah sejatinya tetap menanti kepulangan kita, dan Dia akan penuh dengan sukacita menyambut kepulangan kita. Karena pertobatan seorang yang berdosa menyukakan hati Allah. Tidak ada kata terlambat bagi kita yang ingin bertobat, karena Allah tetap menanti kita, maka temukanlah jalan-Nya, dan kembali kepada-Nya, karena Dia adalah Allah yang tetap memberikan pengampunan bagi kita yang pulang dan bertobat. Dan bersama-sama dengan umat-Nya di sorga, kita akan merasakan sukacita Allah. Amin.

 

5. Doding: Haleluya No. 299:1
Domma ihopkop Tuhanku tonduyhu ase maluah tonduyhu tongtong.
Domma isasap Tuhanku dousangku ase manggoluh tonduyhu tongtong.
Malas uhurhu megah uhurhu lao pasangapkon Tuhan bai goluhkon.
Nai ma hapeni holong ni atei-Ni hita pe patut marholong tongtong.

 

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami

 

Departemen Persekutuan GKPS