1. Doding: Haleluya No. 340:1
Huondoskon bani Jesus haganupan diringkon.
Ia do pasangaponku sadokah bai goluhkon.
Huondoskon ma, huondoskon ma,
bani Jesus Sipaluah huondoskon ma.

 

2. Tonggo

 

3. Ayat Harian: Habakuk 2:3
“Ai mangonai panorang na sihol roh ope pangungkabon ai; tapi mangolos ma ai mangayaki ujungni, anjaha seng marladung ai. Porini pe hunlambat, paima-ima ma ai, ai maningon roh do ai; seng tumaram lang saud.”

“Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh.”

 

4. Renungan
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
menunggu adalah suatu pekerjaan yang sangat membosankan, bukan? Pernahkah kita bergumul dalam hal menunggu? Khususnya dengan sabar mengimani bahwa Allah bekerja menggenapi janji-Nya pada waktu-Nya, dan bukan menurut waktu kita? Hal ini tentu merupakan suatu pergumulan berat dalam hati dan kehidupan kita. Dengan demikian, kita bersyukur karena melalui nas hari ini Tuhan mengingatkan kita bahwa jika apa yang ditunggu kelihatannya berlambat-lambat, maka nantikanlah itu sebab itu sungguh-sungguh dan pasti akan datang serta tidak akan bertangguh atau ditunda-tunda. Artinya, jika dikatakan, “apabila berlambat-lambat,” itu berarti bahwa dalam hidup ini kita pasti mengalami sesuatu yang lambat, berlanjut dan nampaknya masih seperti biasanya. Tetapi kita diingatkan Tuhan, “Nantikanlah itu.”

Tuhan selalu mengingatkan umat-Nya untuk menanti dan menunggu dengan setia. Kita menemukan perintah ini hampir dalam seluruh bagian Alkitab. Dari satu bagian ke bagian yang lain dan dari satu tempat ke tempat yang lain dalam firman Tuhan, kita selalu diperintahkan dan dihimbau serta diajak untuk “menunggu Allah.” Salah satunya yang sangat kita kenal adalah Yesaya 40:31, yang intinya mengatakan, “orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” Ini berarti bahwa menunggu itu tidak lagi sesuatu yang membosankan melainkan adalah sesuatu yang sangat menyenangkan dan memberi kekuatan bagi setiap orang percaya.

Segala sesuatu memang membutuhkan apa yang dinamakan “proses.” Bahkan sesungguhnya proses itu lebih penting daripada hasil. Proses tidak pernah mengkhianati hasil. Oleh karena itu, marilah kita dengan penuh semangat dan keimanan menikmati segala proses dalam hidup kita termasuk dalam hal menantikan Tuhan dan jika kelihatannya berlambat-lambat nantikanlah itu dan nikmatilah prosesnya. Ingatlah bahwa Tuhan sedang bekerja dalam proses penantian itu dan segala sesuatu akan sungguh-sungguh dan pasti datang pada waktunya dan tidak akan bertangguh. Janji dan rencana Tuhan pasti akan datang dan digenapi dan tidak akan pernah ditunda dan dibatalkan. Oleh karena itu, marilah kita menantikan Tuhan dalam iman dan pengharapan serta kesabaran tanpa pernah kuatir dan ragu-ragu sebab janji Tuhan adalah pasti. Kiranya Tuhan semakin memberi kekuatan bagi kita menjalani proses kehidupan yang penuh dengan penantian akan penggenapan janji-Nya. Berjalan bersama Tuhan pasti dijauhkan dari segala keraguan dan ketidakpastian karena orang yang menantikan-Nya akan mendapatkan kekuatan baru dan sukacita serta damai bersama-Nya. Amin.

 

5. Doding: Haleluya No. 327:1+4
Marpangunsandeian bani Tuhan in, puji sai pasangap ma Goran-Ni in.
Monang halani Hatani Tuhan in, mangarapkon parpadanan in.
Sai mangarap bani padan ni Tuhanta Jesus Kristus.
Sai mangarap ma hita bai partobuson-Ni in.

O hasoman anggo sihol ho sonang, ingat ma padan ni Tuhan in tongtong.
Ai ma jolomanmu tenger uhurmin, das bani parroh ni Tuhan in.
Sai mangarap bani padan ni Tuhanta Jesus Kristus.
Sai mangarap ma hita bai partobuson-Ni in.

 

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami

 

Departemen Persekutuan GKPS