Sebelum simulasi pembuatan pupuk organik cair dan pupuk organik padat, para peserta berfoto bersama dengan para Pendeta dan mentor kegiatan. (Foto: Pelpem GKPS)

PEMATANG SIANTAR. GKPS.OR.ID. Desa Pangambatan yang terletak di Kecamatan Merek, merupakan salah satu wilayah tercantik di Kabupaten Karo. Desa ini dikaruniai keindahan panorama yang sangat beragam, mulai dari pemandangan Danau Toba, pegunungan, air terjun, serta lanskap desa yang indah hampir setiap sudutnya.

Pada 25 September 1910, di desa Pangambatan telah berdiri GKPS. Berdasarkan data yang tertulis di Susukkara GKPS tahun 2024, sebanyak 1.463 jiwa warga desa Pangambatan merupakan warga GKPS.

Sebagai bagian dari masyarakat desa Pangambatan, warga GKPS pun ikut mendukung keberlangsungan desanya sebagai desa wisata. Hal ini juga mendapat dukungan penuh dari Pimpinan Sinode GKPS. Pada Minggu, 10 Maret 2024 yang lalu, Pimpinan Sinode GKPS (Sekjend) Pdt. Dr. Paul Ulrich Munthe bersama dengan Kepala Departemen Pelayanan GKPS Pdt. Dr. Jenny R. C. Purba, Kabid. Pelayanan Sosial Pdt. Hotmaida Malau, MA, Pdt. Gunawan Purba, Pendeta GKPS Resort Bona Sipituhuta Pdt. Monika Simanjorang, S.Si. Teol dan PMJ GKPS Pangambatan melaunching pembukaan kegiatan desa wisata di GKPS Pangambatan.

Berbagai kegiatan untuk mendukung keberlangsungan desa wisata terus dilakukan, diantaranya pembentukan Bank Sampah dan menggelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair dan Pupuk Organik Padat di GKPS Pangambatan. Pelatihan ini merupakan kerjasama Bidang Pelpem Departemen Pelayanan GKPS dengan Tim Diakonia GKPS Distrik III, PMJ GKPS Pangambatan dan Pengurus GKPS Resort Bona Sipituhuta.

Pelatihan berlangsung pada Jumat (14/6/2024) pukul 10.30 WIB menghadirkan Pdt. Bungaran Damanik, S.Th sebagai mentor. Pelatihan ini bertujuan untuk menjaga keselarasan alam di desa Pangambatan dan membumikan pertanian organik bagi masyarakat serta menjadikan pertanian organik sebagai salah satu daya tarik wisata di desa Pangambatan.

Pdt. Bungaran Damanik, S.Th pada kesempatan ini mengajak para peserta untuk bekerjasama mengembangkan pertanian selaras alam. “Sebagai orang percaya, kita perlu mengubah cara pandang pertanian yang konvensional dengan cara bertani selaras alam. Bertani selaras alam berarti mengupayakan input bahan-bahan pertanian kita bersumber dari alam sendiri. Tuhan telah menyediakan berbagai jenis tumbuh-tumbuhan dan hewani sebagai sumber unsur hara makro yang dibutuhkan oleh tanaman pertanian kita dalam pertumbuhannya,” ajak Pendeta GKPS Resort Gajapokki ini.

Ditambahkan Pdt. Bungaran, untuk pembuatan pupuk organik, penggunaan bio aktifator, EM4 atau Dunamos sangatlah penting.

Para peserta yang umumnya dari kalangan Seksi Bapa GKPS Pangambatan ini pun dengan antusias menerima seluruh paparan materi yang disampaikan Pdt. Bungaran. Para peserta pun kemudian diajak untuk mengaplikasikan materi yang didapat melalui simulasi pembuatan pupuk organik cair dan pupuk organik padat.

Setelah simulai selesai, Pdt. Monika Simanjorang dalam kata penutupnya mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan Sinode GKPS, Departemen Pelayanan, Praeses GKPS Distrik XI Pdt. Jan Kris Sinaga dan Tim Diakonia Distrik III yang ikut mendukung dan berpartisipasi mengupayakan, mendampingi, memotivasi warga jemaat untuk menjadi penggerak pupuk organik di desa Pangambatan. Pdt. Monika pun berharap melalui kegiatan pelatihan ini semakin menggugah kebersamaan jemaat dalam mengupayakan gereja yang melek ekologis.

Pdt. Jhon Winsyah Saragih, M.Th sebagai Kepala Bidang Pelpem GKPS dalam kata penutupya mengajak warga jemaat agar senantiasa tekun dan dilandasi kasih serta kebersamaan untuk tetap mengupayakan pertanian organik ini, sehingga menjadi gaya hidup orang percaya. Melalui ajakan ini Pdt. Jhon Winsyah pun berharap GKPS Pangambatan menjadi role model bagi gereja-gereja dalam pengembangan dan penggunaan pupuk organik.

Sebelum menutup pelatihan di dalam doa, Praeses GKPS Distrik XI Pdt. Jan Kris Sinaga, S.Th mengucapkan terima kasih kepada Majelis dan warga Jemaat GKPS Pangambatan, Departemen Pelayanan GKPS, Pengurus Resort Bona Sipituhuta dan seluruh pihak yang senantiasa bekerjasama menjaga keberlangsungan Pangambatan sebagai Desa Wisata. (bgs/hks)

 

Pewarta: Pdt. Gunawan Tuah Purba (Pelpem GKPS)