1. Doding: Haleluya No. 9:1-2
Tuhan Naibata, sai parorot Ham.
Daging pakon tonduynami, in ma na pinindonami
sai pajorgit Ham, ganup hanai on.

Jesus Ham botul, raja na bujur;
Ham paluah tonduynami humbai pardousaonnami;
Pasu Ham tongtong, ganup hanai on.

 

2. Tonggo

 

3. Ayat harian: Jesaya 49:26
“Anjaha bahenon-Ku do halak na mangarsik ho mangankon dagingni sandiri, anjaha mabuk do sidea bani darohni sandiri songon na minum anggur. Jadi botohon ni sagala daging ma, Ahu do Jahowa, Sipaluah ho anjaha Sitobus ho, na gogoh bani Jakob.”

“Aku akan memaksa orang-orang yang menindas engkau memakan dagingnya sendiri, dan mereka akan mabuk minum darahnya sendiri, seperti orang mabuk minum anggur baru, supaya seluruh umat manusia mengetahui, bahwa Aku, Tuhan, adalah Juruselamatmu dan Penebusmu, Yang Mahakuat, Allah Yakub.”

 

4. Renungan
Jemaat Tuhan,
pernahkah kita merasa ditinggalkan oleh orang yang kita kasihi, saat kita merasa terpuruk dalam keadaan yang sangat tidak kita harapkan? Seolah-olah kita sendiri, tidak ada teman untuk berbagi, tidak ada yang menopang dalam keterpurukan kita itu? Tentu ini adalah situasi yang tidak kita harapkan, karena saat kita merasa terpuruk, maka kita mengharapkan ada seseorang yang meneguhkan dan menopang, sehingga kita semakin diteguhkan serta mampu menghadapi keterpurukan itu. Agaknya hal ini yang dialami oleh bangsa Israel ketika nas ini dituliskan, bahwa mereka mengalami keterpurukan dalam hidup mereka, ketika dalam pembuangan Babel. Di tengah tekanan dan situasi yang berat, pun mereka merasa bahwa mereka sendiri, tidak ada yang menopang dan meneguhkan, bahkan mereka sampai kepada pemikiran bahwa Allah juga tidak berada bersama dengan mereka, Allah meninggalkan mereka. Lalu dalam situasi seperti itu Yesaya menyampaikan nubuat yang berisi pengharapan kelepasan bagi bangsa itu. Lalu apa isi nubuatan Yesaya?

Jemaat yang dikasihi Tuhan,
nubuatan Yesaya berisi tentang pertolongan Allah dan bahwa Allah tidak akan pernah melupakan apalagi meninggalkan mereka, sebab Allah telah berjanji untuk memberikan kelepasan kepada umat-Nya. Allah memberikan kepastian ilahi dan pemulihan kepada setiap orang percaya yang sedang mengalami masa-masa sulit. Allah akan menunjukkan cara-Nya mewujudkan pembebasan itu. Allah bertindak terhadap kaum yang menindas bangsa-Nya, dengan menjatuhkan hukuman atas mereka, dan dengan demikian akan mengerjakan keselamatan bagi yang tertindas, “Aku sendiri akan melawan orang yang melawan engkau.” Aku akan membela perkaramu terhadap orang-orang yang membenarkan diri dalam menindasmu, siapa pun mereka itu, sekalipun orang saja yang melawanmu, ia akan tahu bahwa ia harus menanggung akibatnya. Sikap dan kesetiaan Allah diperlihatkan dengan membela umat-Nya, menopang dan meneguhkan mereka dengan cara bertindak kepada bangsa yang membuat umat-Nya terpuruk, dan ini adalah sikap yang relevan dan kontekstual, karena sejatinya dalam keadaan seperti itu pertolongan yang nyata sangat dibutuhkan oleh bangsa-Nya, dan Allah memberikan itu kepada mereka, sehingga semakin nyatalah bahwa Allah adalah Juruselamat dan Penebus umat-Nya.

Jemaat Tuhan,
pasti kita pernah mengalami berada dalam situasi tertekan, di saat ada banyak musuh yang siap memangsa kita. Melalui ayat harian hari ini, kita semakin mengenal eksistensi Allah dalam kehidupan kita, bahwa Allah akan selalu menolong kita. Belas kasihNya tidak akan pernah berhenti. Allah selalu memperhatikan kita dengan penuh kelembutan dan kasih. Kita harus yakin bahwa Dia tidak akan pernah meninggalkan kita karena Allah tidak akan pernah tertidur. Ia akan selalu menjaga kita dalam situasi apapun. Pembebasan yang dilakukan Allah kepada kita bukan hanya pemenuhan janji ilahi-Nya, tetapi agar semua bangsa mengenal-Nya, bahwa Dialah Penebus dan Juruselamat umat-Nya. Amin.

 

5. Doding: Pertolongan-Mu Begitu Ajaib
Hatiku tenang berada dekat-Mu, Kaulah jawaban hidupku.
Hatiku tenang berada dekat-Mu, Kau yang p’lihara hidupku.
Pertolongan-Mu begitu ajaib, Kau t’lah memikat hatiku.
Di saat aku tak sanggup lagi, di situ tangan-Mu bekerja.
Pertolongan-Mu begitu ajaib, Kau t’lah memikat hatiku.
Kini mataku tertuju pada-Mu, kurasakan kasih-Mu Tuhan.

 

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami

 

Departemen Persekutuan GKPS