Lukas 22:2-6
Tanggal : 01 Maret 2026
Thema : Yesus Dijual
Tujuan : Supaya remaja dapat:
- Menceritakan peristiwa penjualan Jesus
- Menghubungkan pesan nats dengan ayat hapalan
- Memberikan komentar tentang Yudas
- Menyebutkan contoh perbuatan menjual Jesus zaman sekarang
Adek-adek sekalian, tentunya kita semua punya sahabat. Baik di sekolah ditempat kerja, juga mungkin di lingkungan gereja kita. Sahabat adalah orang yang kita pilih untuk menjadi orang yang terdekat dengan diri kita. Maka, kita yakin bahwa sahabat kita pasti akan selalu ada dan tidak pernah meninggalkan kita. Sahabat jugalah tempat kita curhat baik tentang suka cita juga ketika kita mengalami persoalan dalam kehidupan kita. Persahabatan sering kali terikat secara emosional satu sama lain. Tetapi, bagaimana rasanya jika suatu hari sahabat itu mengkhianati kita? Hal ini dialami oleh Yesus. Sahabat yang dikasihi mengkhianati-Nya demi sejumlah uang (5-6). Disinilah sering terjadi seperti apa yang dikatakan di dunia ini, “tak ada kawan yang abadi, yang abadi hanyalah kepentingan”. Ketika kita mempunyai keinginan yang sama kita Bersama dan menjadi sahabat, tapi ketika kita berlainan pendapat kita menjadi bermusuhan.
Seperti yang kita ketahui, dalam pelayanan-Nya di bumi, Yesus memilih dua belas orang untuk menjadi murid-Nya (Mat. 10:1-4). Tidak hanya sebagai murid, Yesus bahkan menganggap mereka sebagai sahabat. Para murid pastilah orang yang sangat dekat dengan Yesus, karena mereka hidup bersama dengan-Nya dan mengikuti ke mana pun Yesus pergi. Mereka seharusnya mengenal siapa Kristus dan percaya penuh kepada-Nya. Sehingga murid juga menganggap bahwa Yesus sebagai sahabat mereka. Apa yang dilakukan oleh Yesus, murid juga ikut menyaksikan. Selama kurang lebih tiga tahun mereka bersama baik duka maupun suka, begitu juga ketika ada tantangan dan perjuangan mereka menghadapi bersama.
Tapi saudara terkasih, persahabatan yang telah terjalin begitu lama tidak menjamin tidak ada penghianatan. Seperti yang kita lihat dalam teks ini, dimana Yudas sebagai salah satu murid Yesus terlibat dalam penghianatan Tuhan Yesus. Tipu muslihat Iblis akan hal duniawi berhasil menariknya secara perlahan dari persahabatannya dengan Yesus. Padahal, Yudas adalah salah seorang saksi hidup yang melihat langsung bagaimana Yesus mengajar dan melakukan banyak mukjizat, tetapi Iblis dengan liciknya masuk lewat celah yang ada dan berhasil memengaruhi Yudas. Demi memenuhi keinginan duniawinya akan sejumlah uang, Yudas pun bekerja sama dan bersekongkol dengan para imam dan para kepala pengawal Bait Allah untuk menyerahkan Yesus (4).
Sebagai murid Kristus, kita tidak boleh sekadar tahu siapa Kristus secara pengetahuan saja. Kita harus kenal, percaya, dan terus membangun relasi yang dalam dengan Dia sehingga kita mempunyai pengetahuan dan pengenalan yang benar tentang Kristus. Apalagi di Tengah zaman digitalisasi ini, semua serba intsan baik berita baik dan berita buruk. Demikian juga tentang judi online, game, narkoba semua mengintai kita. Untuk itu kita jangan ma terpengaruh dengan bisikan iblis yang selalu menggoda kita.
Datang dan bersekutulah dengan Allah setiap waktu. Carilah Ia dengan segenap hati, maka Ia akan senantiasa menjaga dan membimbing kita untuk berjalan sesuai perintah-Nya (Mzm. 119:10). Jika kita memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan-Sahabat sejati kita, maka kita akan berjalan bersama dengan-Nya sehingga kita bisa melawan segala tipu muslihat dunia. Amen.