1. Doding: Haleluya No. 497:1-2
Holong ni Jesus manggomgom ganup kuria, na patotapkon hasadaonta in.
Damei-Ni in ma manrahut paruhuranta, idop ni uhur batar-batarta in.
Damei-Ni in ma manrahut paruhuranta, idop ni uhur batar-batarta in.
Riap ma hita sauhur martangkap tangan, ibagas damei na humbai Tuhan in.
Marpangarapan tongtong bai horja ni Tuhan, hataridahan ni hasintongan-Nin.
Marpangarapan tongtong bai horja ni Tuhan, hataridahan ni hasintongan-Nin.
2. Tonggo
3. Ayat Harian
“Na papinjamkon bani Jahowa do halak, na maridop ni uhur bani halak na masombuh, anjaha Ia do na mambaloskon ai bani.” (Podah 19:17)
“Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi Tuhan, yang akan membalas perbuatannya itu.” (Amsal 19:17)
4. Renungan: Hidup dalam Belas Kasih
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
hari ini kita akan melihat eksistensi kita sebagai umat Tuhan yang hidup berdampingan dengan kepelbagaian, yang tidak hanya dari sisi suku, budaya, agama, tetapi juga kepelbagaian dalam konteks sosial dan ekonomi. Bahwa adalah hal yang normal, bila kita berhadapan dengan situasi orang-orang yang ada di sekitar kita yang mempunyai keadaan sosial yang berbeda-beda, yang bahkan mungkin dikategorikan dengan orang yang lemah. Tentu lemah di sini menghunjuk kepada keadaan perekonomian yang juga menyangkut kepada keadaan sosial seseorang. Untuk itu, maka nas kita hari ini begitu relevan bagi kita, sebagai sebuah pegangan ketika kita berhadapan dengan kepelbagaian tersebut.
Jemaat Tuhan,
secara isi, dapat kita pahami bahwa nas ini mengandung nasihat bijak untuk kehidupan sehari-hari, yang menekankan pentingnya belas kasih terhadap orang lemah/miskin (halak na masombuh) serta bagaimana tindakan kita dipandang oleh Tuhan. Dalam tradisi yang dihidupi di tengah-tengah Israel, bahwa perhatian terhadap orang miskin dan lemah merupakan bagian integral dari kehidupan sosial dan religius. Ulangan 15:11 menuliskan bahwa orang miskin akan selalu ada di tengah umat, dan umat diminta untuk murah hati dan menolong mereka. Dalam nas kita hari ini beberapa poin yang menjadi penekanannya adalah bahwa sikap dan tindakan belas kasih kepada orang yang lemah dianggap sebagai pinjaman kepada Tuhan, dimana Tuhan sendiri yang akan membalas perbuatan baik umat-Nya, karena Tuhan menghargai setiap tindakan kasih kita kepada sesama. Tentu hal ini mengingatkan umat-Nya bahwa menolong orang miskin bukan hanya kewajiban sosial, tetapi juga tindakan yang dihargai oleh Tuhan sebagai pinjaman kepada-Nya. Lalu mengapa Tuhan memandangnya sebagai pinjaman? Karena Tuhan adalah pemilik segala sesuatu dan kita hanya pengelola. Dengan menolong orang lain, kita mengelola berkat yang Tuhan berikan secara bijaksana. Tuhan berjanji akan membalas perbuatan umat-Nya dengan berkat materi, sukacita, dan damai sejahtera.
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
ayat ini sejatinya menunjukkan bahwa Tuhan sangat peduli terhadap keadilan, belas kasih, dan kemurahan hati. Tuhan bahkan mengidentifikasi diri-Nya dengan orang miskin dan lemah, sehingga ketika kita menolong mereka, seolah kita menolong Tuhan sendiri. Ayat ini mengajak kita untuk melihat setiap tindakan kebaikan terhadap orang yang membutuhkan, dan kita diingatkan untuk selalu memiliki hati yang peka terhadap kebutuhan orang lain dan berbuat baik tanpa mengharapkan balasan, karena Tuhan sendiri yang akan membalas setiap perbuatan baik kita. Dan ini mencerminkan prinsip bahwa Tuhan menghargai tindakan kasih dan kemurahan hati dalam kehidupan umat-Nya. Lalu nas ini juga mengajarkan kita bahwa menolong orang yang lemah atau miskin, memiliki kepekaan yang tinggi terhadap sesama, bukan hanya tindakan sosial, tetapi juga tindakan rohani yang berharga di hadapan Tuhan. Tuhan memandang perbuatan kita kepada sesama sebagai pinjaman kepada-Nya, dan Dia berjanji akan membalasnya, sehingga melalui nas ini kita diharapkan untuk lebih peka terhadap orang-orang yang ada di sekitar kita, menyatakan dan memperlihatkan tindakan belas kasih, karena Tuhan memanggil kita untuk menyatakan kasih itu kepada sesama kita. Amin.
5. Doding: Kasih Pasti Lemah Lembut
Kasih pasti lemah lembut. Kasih pasti memaafkan.
Kasih pasti murah hati. Kasih-Mu, kasih-Mu, Tuhan.
Ajarilah kami ini saling mengasihi. Ajarilah kami ini saling mengampuni.
Ajarilah kami ini kasih-Mu, ya Tuhan, kasih-Mu, kudus, tiada batasnya.
6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami
Kantor Sinode GKPS