- Doding: Haleluya No. 249:1
Seng tadingkononku Ham, ale Jesus Sipagoluh.
Sai irikkononku Ham, sadokahni au manggoluh.
Ham do hagoluhankin, seng tadingkononku in. - Tonggo
- Ayat Harian
“Hubotoh do sagala horjamu. Tonggor ma, domma Huungkab i lobeimu labah, na so boi tutupon ni barang ise pe. Ai age pe otik gogohmu, idalankon ham do hatang-Ku, anjaha seng iparnalang ham goran-Ku.” (Pangungkabon 3:8)
“Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.” (Wahyu 3:8)
- Renungan: Setia dalam Keterbatasan
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
bila kita mendengar kitab Wahyu, maka ingatan kita akan masuk kepada sosok Yohanes yang menerima Wahyu, saat ia berada dalam pembuangan di Pulau Patmos, dan kitab yang ditujukan kepada tujuh gereja yang ada di Asia Kecil. Yang menarik adalah bahwa konteks gereja-gereja tersebut berada dalam situasi persekusi dari kerajaan Romawi, yang sering kali menuntut agar mereka menyembah dewa-dewa Romawi, pun situasi dan tantangan yang datang dari internal, karena adanya ajaran palsu dan masalah moral di dalam jemaat. Tentu situasi yang begitu kompleks mau tidak mau membawa jemaat tersebut berada dalam sebuah situasi sulit, dan membutuhkan topangan untuk mampu tetap bertahan dalam imannya kepada Yesus Kristus. Maka tidak mengherankan jika keseluruhan kitab ini menggambarkan dan menyampaikan harapan bagi orang yang setia kepada Tuhan Yesus, serta upah yang akan diterima orang-orang yang tetap setia kepada-Nya.
Jemaat Tuhan,
secara khusus, nas kita hari ini ditujukan kepada jemaat Filadelfia (salah satu dari tujuh jemaat yang ada di Asia Kecil) yang menghadapi tantangan besar, termasuk tekanan dari kelompok-kelompok yang menentang ajaran Kristen dan kemungkinan penganiayaan yang akan mereka terima. Ada hal yang menarik yang dilakukan oleh jemaat tersebut, dan mendapat pujian dalam nas kita hari ini. Apa yang menarik yang dilakukan oleh jemaat tersebut? Yaitu bahwa mereka tetap setia meskipun dalam kelemahan dan tantangan. Kesetiaan mereka kepada Yesus Kristus ternyata memberi peluang kepada mereka untuk tetap melayani, dan dengan segala keterbatasan mereka, justru Tuhan yang akan memampukan mereka, membuka pintu bagi mereka, dan tidak ada seorangpun yang mampu menutup pintu itu. Bahwa ketidaksempurnaan mereka, baik secara fisik dan sosial, itu akan disempurnakan oleh Tuhan dengan memberi mereka kekuatan untuk melanjutkan pelayanan mereka. Kesetiaan mereka bukan karena kekuatan pribadi, tetapi karena iman dan ketergantungan mereka kepada Tuhan, dan ketergantungan mereka kepada Tuhan membuat mereka mampu bertahan dan tetap melayani Tuhan.
Jemaat Tuhan,
tentu dalam kehidupan ini, kita pernah diperhadapkan dengan tantangan yang bahkan mungkin membawa kita kepada sebuah situasi kebimbangan dalam hidup. Ada saatnya tekanan yang kita hadapi membawa kita kepada situasi yang sulit, dan itu akan mempertaruhkan iman kita kepada Tuhan. Lalu berdasarkan sikap yang dilakukan oleh jemaat Filadelfia, bahwa Tuhan ternyata selalu meneguhkan bahkan menjanjikan ketenangan dan kekuatan kepada kita, sehingga kita mampu menghadapi apapun yang mungkin membuat kita tertekan. Yang menjadi sikap dan tanggung jawab kita adalah kita tetap setia kepada-Nya, menuruti firman-Nya, dan selalu berharap hanya pada-Nya. Agaknya 3 (tiga) hal ini menjadi pertahanan bagi kita untuk dapat menjalani kehidupan ini. Maka meskipun kita tidak kuat, meskipun kita memiliki keterbatasan, tetapi Tuhan sendiri yang akan menguatkan dan menyempurnakan. Ini adalah janji Tuhan, yang kita imani pasti akan digenapi-Nya. Maka tetaplah berpengharapan kepada-Nya, dengan sebuah komitmen dalam kesetiaan kepada-Nya. Amin.
- Doding: Haleluya No. 350:3
Sai saksihon ma hata-Ni, bai na laho magou in.
Patuduhkon ma rosuh-Ni, ‘se maluah ganup in.
Sai sondangkon ma holong-Ni, das bai hagolapan in.
Ase haganup pardousa, ipaluah Naibata. - Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami
Kantor Sinode GKPS