Ibadah Harian Keluarga GKPS
Kamis, 24 April 2025
1. Doding Haleluya No. 496:1
Idilo Tuhan Naibatanta, haganup kuriaNiin
Ase manjalo haluahon na binobanni Kristus in.
Tangihon ma dilo-dilo-Ni, pateleng ham ma pinggolmu
Ulang manosal holi dobni, bai ujungni panorangmu.
2. Tonggo
3. Ayat Harian
Na tongon tumang do na huhatahon on bam: Sanggah poso ho, ho do manggonditi dirimu, anjaha laho ho huja harosuh ni uhurmu. Tapi dob matua holi ho, surdukkononmu ma tanganmu, jadi gonditan ni halak na legan ma ho, anjaha boanonni ma ho hubani na so harosuh ni uhurmu. (Johannes 21:18)
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda, engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan kemana saja kau kehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kau kehendaki. (Yohannes 21:18)
4. Renungan: Komitmen atas Keputusan
Jemaat yang dikasihi Tuhan. Komitmen adalah sebuah kata untuk menghantar renungan kita hari ini. Apa yang dimaksud dengan komitmen? Komitmen adalah perjanjian atau keterikatan untuk melakukan sesuatu, baik secara personal maupun dengan orang lain, yang merupakan tanggung jawab atau dedikasi dan bertujuan untuk menciptakan hubungan yang kuat dan berkelanjutan. Komitmen menghunjuk pada sebuah tindakan yang menunjukkan kesediaan untuk memberikan waktu, energi, dan perhatian secara konsisten. Tentu hal ini dilakukan agar hal yang telah diputuskan sejak awal, dapat dipertahankan meski harus melakukan dan mengorbankan banyak hal.
Jemaat Tuhan. Renungan ini mempunyai topik yang berhubungan dengan komitmen. Adalah Simon Petrus yang pernah menyangkal Tuhan Yesus, meskipun Petrus menyesali tindakan penyangkalan yang dilakukannya, dan setelahnya, ketika Yesus menampakkan diri-Nya kepada murid-murid-Nya di pantai Danau Tiberias, dan sesaat setelah Simon Petrus menyadari bahwa yang ada di depannya adalah Tuhan Yesus yang sudah bangkit, dan dia menyatakan bahwa dia mengasihi Tuhan Yesus, lalu Tuhan Yesus bertanya akan komitmen dan totalitas Simon Petrus dalam mengasihi serta mengikut-Nya. Diawali dengan pertanyaan Tuhan Yesus sebanyak tiga kali atas komitmen Simon Petrus, “Apakah engkau mengasihi Aku?” Pertanyaan ini bukan hanya untuk menegaskan kasih Petrus, tetapi juga untuk memulihkan dan meneguhkan panggilannya sebagai gembala atas umat Tuhan. Lalu Yesus memberikan perintah untuk menggembalakan domba-domba-Nya, sebagai wujud tugas pastoral Petrus.
Dan selanjutnya Tuhan Yesus menekankan apa dan bagaimana yang akan dihadapi oleh Simon Petrus ketika Yesus memintanya untuk menggembalakan domba-domba-Nya. Bahwa akan ada perubahan dalam hidup Petrus dari kebebasan pribadi menuju penyerahan diri total dalam pelayanan. Gambaran tentang mengikat pinggang dan berjalan ke mana saja menunjukkan kebebasan masa muda, sementara pernyataan tentang mengulurkan tangan dan dibawa ke tempat yang tidak diinginkan menggambarkan penyerahan diri kepada takdir dan pengorbanan dalam pelayanan. Bahwa bila sebelumnya Simon Petrus memiliki kebebasan untuk melakukan apapun yang diinginkannya, tetapi ketika Petrus telah memutuskan untuk mengikut Yesus, dan menggembalakan domba-domba-Nya, maka Pertus harus mempersiapkan diri atas keterenggutan kebebasannya, karena dia telah terikat dengan tugas panggilannya sebagai pengikut Yesus. Lalu Yesus juga menegaskan bahwa saatnya Petrus akan menghadapi dan menuju kepada suatu situasi yang tidak diharapkannya, bahkan Petrus akan mati sebagai martir demi memuliakan Allah. Dan ini adalah bagian dari komitmen dan konsekuensi atas keputusan Petrus untuk mengasihi Tuhan Yesus. Setelah menyampaikan hal-hal yang akan dihadapi oleh Petrus, Yesus mengajak Petrus untuk terus mengikuti-Nya, dan hal ini menunjukkan bahwa meskipun pelayanan Petrus akan penuh tantangan dan pengorbanan, panggilan untuk mengikuti Yesus tetap menjadi inti dari hidupnya.
Jemaat yang dikasihi Tuhan
Mengasihi Yesus berarti siap melayani dengan penuh tanggung jawab, menggembalakan domba-domba-Nya, dan membimbing mereka dalam iman. Wujud kasih yang sejati kepada Yesus melibatkan kesiapan untuk berkorban, bahkan jika itu berarti menghadapi penderitaan atau tantangan dalam pelayanan. Karenanya panggilan untuk mengikuti Yesus bukan hanya tentang kata-kata, tetapi tentang tindakan nyata dalam hidup kita sehari-hari, menunjukkan kasih dan ketaatan kepada-Nya. Apakah kita akan selalu berhadapan dengan hal yang indah? Belum tentu, apakah kita akan menghadapi kesulitan? Ya, tetapi justru dalam segala kondisi dan komitmen mengikut Dia akan teruji, maka selamat dalam totalitas mengikut Dia. Amin.
5. Doding Haleluya No.299: 2
Domma ipilih Tuhanta ge hita, lao manaksihon holong-Ni tongtong.
Domma isuruh Tuhanta ge hita, lao mangkatahon Hata-Ni tongtong.
Laho ma hita misir ma hita, mangambilankon Tuhan parholong in.
Ase maluah homa hasomanta, gabe manggoluh bai Tuhanta in.
6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami
Kantor Sinode GKPS