- Doding: Haleluya No. 64:1-2
Laho do Biri-biri in mamorsan ganup dousa,
ni haganupan jolma in ase maluah hita.
Iporsan naboritta in, ibere do diri-Ni in, hu tangan ni pamunuh,
itaron do na sahit in, das bai na rotap hosah-Niin, nini “Sai porsanon-Ku.”
Ai anggo Biri-biri in, in ma huan-huanku,
na paluahkon tonduyhin, isuruh Naibatangku.
Ai nini dompak Anak-Nin: ”Parayak ma pardousa in
na dob pinapaanku, banggal do ringiskin,
tapi tarbaen mahombun in pangkorhon ni daroh-Mu.”
- Tonggo
- Ayat Harian
“Patarni ai ididah si Johannes ma Jesus roh hu bani, gabe nini ma, “Tonggor ma, Ia do biribiri ni Naibata, na mamorsan dousa ni dunia on!” (Johannes 1:29)
“Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: ”Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.” (Yohanes 1:29)
- Renungan: “Yesus adalah Anak Domba Allah”
Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus,
ada sebutan bagi Yesus yang dipakai Yohanes, yakni Anak Domba Allah. Sebutan ini berkaitan dengan peran Yesus sebagai korban paling mulia yang dipersembahkan sebagai pendamaian atas dosa-dosa manusia.
Anak domba adalah bagian persembahan dalam Perjanjian Lama, khususnya domba Paskah, yang dikorbankan untuk melindungi bangsa Israel dari tulah saat mereka keluar dari Mesir (Kel. 12:22-23). Juga domba merupakan persembahan tahunan bagi umat Israel untuk mengingat pembebasan dari hukuman Allah dan keselamatan umat. Yesaya juga menubuatkan tentang Mesias yang akan menanggung dosa banyak orang (Yes. 53:12). Inilah juga yang dikaitkan dengan Paskah, bahwa Yesus adalah Anak Domba Paskah yang dikorbankan oleh Allah untuk menebus dosa dunia.
Dalam ayat ini Yohanes Pembaptis menjadi saksi yang pertama dalam Perjanjian Baru. Disebut saksi karena mereka adalah orang khusus yang menyaksikan bahwa Yesus adalah Kristus, Mesias, Anak Allah. Ia menyaksikan Yesus di tengah-tengah utusan-utusan orang Farisi yang sedang berdialog dengannya pada saat itu. Tentu itu hal itu menjadi jawaban bagi orang-orang Farisi yang datang dan menanyakan tentang siapa Yohanes dan mengapa ia membaptis. Mereka ingin menerima penjelasan tentang apa yang Yohanes lakukan. Namun justru mereka menerima kabar yang lain, yaitu kabar baik yang menjadi jawaban dari pertanyaan mereka tentang penantian Mesias. Ini menjadi jawaban bagi mereka seperti yang disampaikan oleh Yohanes bahwa ia bukan Mesias, tetapi akan datang setelah ia, sebab ia mengaku bahwa membuka kasutnya saja ia tidak layak. Karena itu secara jelas Yohanes menyaksikan bahwa Yesus adalah Mesias, Juruselamat. Yesus adalah Anak Domba Allah yang datang ke dunia untuk menebus dosa manusia. Sebutan Anak Domba Allah menunjuk bahwa Yesus datang dan menjadi korban, disalibkan dan mati menjadi tebus dosa manusia. PengorbananNya menjadi pengampunan dosa bagi manusia.
Yohanes tidak hanya menyaksikan Yesus kepada orang-orang di sekitar pada zamannya, tetapi juga kepada kita saat ini. Marilah kita melihat kepada Yesus, Anak Domba Allah, yang menebus dosa dunia. Tujuannya agar kita melihat dengan mata iman kita bahwa kita adalah orang yang ditebusNya. Layaklah kita bersyukur dan memuji Tuhan atas anugerahNya, sehingga kita menerima keselamatan. Marilah juga mengambil langkah hidup menjadi saksiNya, menyatakan penebusanNya sebagai kabar baik bagi dunia agar semakin banyak orang percaya kepadaNya, yakni melalui berbagai pelayanan yang dapat kita lakukan di mana pun kita berada. Dengan meneladani Yesus yang rela berkorban, demikian kita juga menjadi pribadi yang rela berkorban dalam banyak hal sebagai bukti kesetiaan kita di dalam mengikuti dan melayaniNya. Amin.
- Doding: Haleluya No. 118:1+3
Tuhan Jesus Siparmahan ganup biri-biri do.
Jesus gok Bamu uhurhu, sai irikkononku Ham.
Sai irikkononku Ham, sai irikkononku Ham.
Jesus gok Bamu uhurhu, sai irikkononku Ham.
Baen suruhan-Mu ma ahu, ai seng soya hata-Mu.
Janah Ham homa manogu, ganup jolma roh Bamu.
Ganup jolma roh Bamu, ganup jolma roh Bamu.
Holong atei-Mu sai togu, ganup jolma roh Bamu.
- Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami
Kantor Sinode GKPS