1. Doding: Haleluya No. 56:1+3
Marmalas ni uhur hita, haganupan Kristen in.
Sai na puji ma Tuhanta, na manasap dousa in.
Iarahkon Jesus in, hita hu Kuria in.
Ai ijalo Naibatanta, songon anak pakon hita.
Nasiam, alo pardousa, anggo sihol do sonang.
Sai tangihon ganup hata ni Tuhanta in torang.
Sai paubah uhurmu, jalo Jesus in bamu.
Ase saud ma tonduyta, ipaluah humbai dousa.
2. Tonggo
3. Ayat Harian
“Ise ma Naibata usih songon Ham, na manasap dousa anjaha na manalpuhon panlanggaron ni simasima ni parbagiananni? Seng lalab itahan-tahan ringis-Ni, ai marharosuh do Ia bani idop ni uhur.” (Mika 7:18)
“Siapakah Allah seperti Engkau yang mengampuni dosa, dan yang memaafkan pelanggaran dari sisa-sisa milik-Nya sendiri; yang tidak bertahan dalam murka-Nya untuk seterusnya, melainkan berkenan kepada kasih setia?” (Mikha 7:18)
4. Renungan: Allah adalah Kasih
Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus,
Israel adalah bangsa pilihan Tuhan. Namun status sebagai umat pilihan tidak menjadikan mereka menjadi umat yang taat dan setia kepada Tuhan. Sebaliknya, sejarah menunjukkan bahwa mereka kerap kali memberontak kepada Tuhan. Konsekuensi dari perlawanan dan pemberontakan itu adalah hukuman. Nabi Mikha adalah nabi yang dipakai oleh Tuhan untuk memperingatkan tentang hukuman yang akan terjadi. Israel sudah mengikuti bangsa-bangsa kafir yang tidak beriman, sombong, dan serakah. Israel meninggalkan Tuhan, meskipun mereka tahu bahwa Tuhan telah berjanji kepada nenek moyang mereka, yaitu Abraham, Ishak, dan Yakub, yang akan memberkati mereka. Mereka mungkin tidak sabar menantikan janji itu menjadi kenyataan dan lebih percaya diri serta menyerahkan diri mereka kepada ilah-ilah kafir.
Untuk itu Mikha diutus Tuhan agar menyampaikan berita sukacita, meski umat melawan Tuhan. Namun Tuhan tetap memiliki rencana, yakni rencana keselamatan bagi umatNya. Allah tetap mengasihi umatNya dan Ia adalah Allah yang akan mengampuni dosa dan pelanggaran mereka. Meskipun konsekuensi dosa adalah hukuman, namun Tuhan mau memulihkan umatNya dengan mengampuni sebagian atau sisa dari milikNya itu. Inilah bukti kasih setia Tuhan, bahwa hukuman tidak membinasakan, tetapi menyelamatkan dan memulihkan. Inilah yang membedakan Tuhan dengan ilah-ilah lain. Maka Mikha menyaksikan tiada yang seperti Tuhan, murkaNya berjalan seiiring dengan kasih setiaNya untuk keselamatan umatNya.
Inilah gambaran dari Allah yang baik yang kita kenal di dalam Yesus Kristus. Meskipun manusia telah memberontak terhadap aturan dan firmanNya, tidak dibiarkan manusia hilang dan binasa melainkan Ia dengan inisiatifnya sendiri menyelamatkan umatNya dengan mengutus AnakNya, Tuhan Yesus Kristus, sebagai Mesias, Juruselamat, sehingga kita memperoleh keselamatan.
Tiada yang seperti Tuhan, mampu menerima kita dari keberdosaan dan pelanggaran kita. Ia dengan kasih setiaNya mengampuni dan menerima kita menjadi umat yang dipulihkanNya, sehingga kita dapat dipakaiNya untuk memberitakan kasih setia itu di tengah-tengah dunia ini. Inilah sukacita kita, yakni memiliki Allah yang berkuasa, maha kasih, dan berlimpah kasih setiaNya, yang selalu memberi ruang dan kesempatan bagi kita untuk bertobat dan kembali kepadaNya. Marilah menghargai pengampunan yang diberikanNya melalui hidup yang setia, taat, dan berkenan bagiNya. Amin.
5. Doding: Haleluya No. 472:1-2
Seng adong na dos, songon Ham o Tuhan,
na sai sirsir mangkasomani hanai on.
Pitah Ham tongon, Naibata na sintong,
ganup pambaenan-Mu gok halongangan do.
Sagala bangsa do, na jinadihon-Mu marsombah roh hu lobei-Mu.
Pasangapkon Ham, ronsi sadokahnin,
timbul janah pansing do goran-Mu ijin.
Sai ajarhon Ham, dalan-Mu bangku on,
ase mardalan au bai hasintongan-Mu.
Sai baluti Ham, uhurhon sai tongtong,
ase marhabiaran bani goran-Mu.
Ai pitah Ham Tuhan, na boi haposankin,
bai goluh sidalanankin.
Bokas-Mu nuan, siirikononkin,
na gabe suluh bani pardalanankin.
6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami
Kantor Sinode GKPS