Skip to content

SINODE GKPS

Primary Menu
  • Beranda
  • TENTANG GKPS
    • KANTOR SINODE GKPS
    • PIMPINAN SINODE GKPS
    • VISI GKPS 2011-2030
    • STRUKTUR ORGANISASI KANTOR SINODE
    • TATA GEREJA DAN TATA LAKSANA GKPS
    • PERATURAN RUMAH TANGGA GKPS
  • LOGO TAHUN GKPS
    • LOGO TAHUN 2008
    • LOGO TAHUN 2009
    • LOGO TAHUN 2010
    • LOGO TAHUN 2011
    • LOGO TAHUN 2012
    • LOGO TAHUN 2013
    • LOGO TAHUN 2014
    • LOGO TAHUN 2015
    • LOGO TAHUN 2016
    • LOGO TAHUN 2017
    • LOGO TAHUN 2018
    • LOGO TAHUN 2019
    • LOGO TAHUN 2020
    • LOGO TAHUN 2021-2025
    • LOGO JUBILEUM 120
  • DEPARTEMEN-BIRO
    • DEPARTEMEN PERSEKUTUAN
    • DEPARTEMEN KESAKSIAN
    • DEPARTEMEN PELAYANAN
      • PELAYANAN RBM
      • PELAYANAN BKM
      • PELAYANAN WCC
    • DEPARTEMEN PEMBINAAN
    • BIRO ADMINISTRASI
    • BIRO KEUANGAN
    • BIRO LITBANG
    • SATUAN PENGAWAS INTERNAL
    • BIRO HUKUM
    • BIRO USAHA
  • Download
    • VIDEO
    • DOWNLOAD TATA IBADAH
    • DOWNLOAD TONAH
    • DOWNLOAD DODING HALELUYA
  • PARMAHAN NA MADEAR
    • JANUARI 2025
    • FEBRUARI 2025
    • MARET 2025
    • APRIL 2025
    • MEI 2025
    • JUNI 2025
    • JULI 2025
    • AGUSTUS 2025
    • SEPTEMBER 2025
    • OKTOBER 2025
    • NOVEMBER 2025
    • DESEMBER 2025
GKPS CHANNEL
  • Home
  • Bahan PA
  • PA (Renungan) Seksi Namaposo Minggu 24 September 2023 (16 Set. Trinitatis)
  • Bahan PA

PA (Renungan) Seksi Namaposo Minggu 24 September 2023 (16 Set. Trinitatis)

Admin 15 September 2023
gambar 24 Sept

Bahan PA Seksi Namaposo Minggu 24 September 2023 (16 Set. Trinitatis)

Nas                              : Yehezkiel 18: 1-9

Usul doding/lagu      : “Hidup ini adalah kesempatan”

Tema                           : Setiap orang bertanggungjawab atas dirinya

Tujuan                         : Agar pemuda memakai tiap kesempatan dalam hidupnya untuk melakukan apa yang benar di hadapan Tuhan.

Berani Berbuat Berani Bertanggung jawab

“Berani berbuat berani bertanggung jawab” suatu kalimat yang tidak asing lagi di telinga kita. Kalimat yang mengingatkan seseorang agar berhati-hati dalam berbuat suatu hal. Setiap hal yang kita lakukan pasti memiliki dampak positif dan negatif dikemudian hari. Sikap baik akan beroleh yang baik dikemudian hari dan begitu sebaliknya sikap yang tidak baik pula akan beroleh yang tidak baik dikemudian hari. Tidak ada seorang pun di dalam dunia yang bisa mempertanggungjawabkan perbuatan kita kecuali diri kita sendiri. Kita yang berbuat dan bertindak maka kita pula yang akan menerima upah atas perbuatan kita entah itu perbuatan baik maupun perbuatan jahat. Analogi “Tabur tuai” sudah menjadi hal yang umum dalam perbincangan kita sehari-hari tapi masih di angka rendah dalam pengaplikasiannya. Kita tahu pasti seperti apa perbuatan baik secara teori namun enggan untuk menyatakannya. Kita sering mengharapkan hal baik dan perlakuan baik dalam hidup kita tapi kita enggan dan nyaris sukar dalam melakukannya. Bukankah menabur dulu baru menuai?

Bicara tentang tabur tuai itu pula bukan mengarah untuk berbuat baik dan berharap bahwa perbuatan baik itu akan terbalaskan. Tabur tuai ini pula sering dipahami dengan makna yang salah, makna yang mengarah ke berlomba-lomba untuk berbuat baik agar perbuatannya dibalas dan cenderung ke kata pamrih/mengharapkan balas budi. Padahal sejatinya perbuatan baik itu harus dilaksanakan dan diupayakan dengan keikhlasan hati.

Saudari/i yang terkasih dalam nama Kristus Yesus dalam perikop ini kita bisa melihat apologenetik Yehezkiel atas opini yang dilontarkan oleh teman-teman sebayanya. Teman-temannya mengemukakan bahwa mereka sedang dihukum karena dosa-dosa dari generasi-generasi terdahulu. Yehezkiel menegaskan bahwa Allah tidak bekerja demikian, melainkan Allah mengganggap tiap orang bertanggung jawab atas setiap perbuatannya dan membalaskan setimpal dengan perbuatannya. Mengingatkan kita bahwa tabur tuai tetap berlaku di level ekonomi, kedudukan, dan ras mana pun kita berada. Setiap perbuatan baik kecil maupun besar harus dipertanggung jawabkan di hadapan Allah karena tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya. Allah tidak menganggap orang bertanggung jawab atas keadaan-keadaan di mana dia dilahirkan, tetapi hanya atas tindakannnya memanfaatkan keadaan-keadaan itu kemudian. Karena itu orang bebas untuk melepaskan masa lalunya, entah untuk perbuatan baik maupun perbuatan jahat. Sebagai wakil Allah, Yehezkiel menyatakan bahwa manusia secara perorangan tidak terlibat dalam dosa dan nasib nenek moyangnya.

Setiap orang bertanggung jawab atas dirinya, termasuk atas perbuatannya dan dosanya. Orang yang berbuat dosa dialah yang harus mati. Anak tidak akan menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan menanggung kesalahan anaknya. Orang benar menerima berkat kebenarannya dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya. Tidak ada seorang pun pantas berbuat sesuka hati dan melanggar ketetapan Allah, karena itu sebagai bunga-bunga Gereja seharusnyalah kita tunduk di hadapan Allah bahwa setiap kita harus bertanggung jawab atas perbuatan kita masing-masing. Jiwa kita adalah milik Tuhan karena itu kita harus memberi tanggung jawab kepada Tuhan atas penggunaan jiwa kita, demikian pula segala dosa dan kejahatan kita harus kita akui agar Tuhan memberikan pengampunan-Nya bagi kita. Karena itu milikilah rasa tanggung jawab yang benar agar kita mampu mempertanggung jawabkan jiwa dan dosa kita dihadapan Tuhan. Lakukanlah tanggung jawab itu dengan kesungguhan hati dan tanpa rasa pamrih. Amin Tuhan Yesus memberkati.

 

Post Views: 270

Continue Reading

Previous: Bahan PA Bapa, Minggu 24 September 2023 (16 Setelah Trinitatis)
Next: Ibadah Harian Keluarga GKPS: Senin, 18 September 2023

Related News

WhatsApp Image 2025-12-14 at 13.30.43
  • Bahan PA

PA NAMAPOSO MINGGU, 14 DESEMBER 2025

dep. persekutuan 14 Desember 2025
  • Bahan PA

Renungan Mingguan Seksi Bapa GKPS Tanggal 30 Nopember 2025

Admin 24 November 2025
  • Bahan PA
  • DEPARTEMEN PEMBINAAN

BAHAN PA SEKSI BAPA GKPS, 26 OKTOBER 2025

Admin 22 Oktober 2025

ARSIP BERITA

KATEGORI

  • AMBILAN (9)
  • ARTIKEL (212)
  • Bahan PA (213)
  • BERITA (294)
  • BERITA PEMUDA (7)
  • BIDANG OIKOUMENE (1)
  • BIRO ADMINISTRASI (59)
  • BIRO KEUANGAN (5)
  • BIRO PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN (15)
  • BIRO USAHA (4)
  • DEPARTEMEN KESAKSIAN (34)
  • DEPARTEMEN PELAYANAN (67)
  • DEPARTEMEN PEMBINAAN (44)
  • DEPARTEMEN PERSEKUTUAN (36)
  • DISTRIK II (1)
  • DISTRIK III (5)
  • DISTRIK IV (2)
  • DISTRIK IX (3)
  • DISTRIK V (3)
  • DISTRIK VII (2)
  • DISTRIK X (2)
  • DISTRIK XI (6)
  • DOWNLOAD TATA IBADAH (11)
  • GKPS DISTRIK I (2)
  • GKPS DISTRIK II (5)
  • GKPS DISTRIK VIII (5)
  • GKPS DISTRIK XII (1)
  • KEUANGAN (3)
  • NEW (1)
  • OIKOUMENE (3)
  • PANITIA SSB GKPS KE-46 (2)
  • PESAN PASTORAL PIMPINAN SINODE GKPS (1)
  • PIMPINAN SINODE GKPS (26)
  • PPLMG (1)
  • RBM GKPS YAYASAN IDOP NI UHUR (2)
  • SEKSI NAMAPOSO (2)
  • SEKSI SEKOLAH MINGGU (19)
  • SIBASAON (42)
  • TATA IBADAH (1,687)
  • TONAH PIMPINAN SINODE (23)
  • TUGAH-TUGAH (67)
  • VIDEO (1)
  • YAYASAN BKM GKPS (1)
  • YAYASAN KESEHATAN GKPS (1)
  • YAYASAN PENDIDIKAN GKPS (8)

Tentang

  • KANTOR SINODE GKPS
  • Jl. Pdt. J. Wismar Saragih No. 23 Pematang Siantar - 21142 . Kel. Bane Kec. Siantar Utara - Sumatera Utara - INDONESIA
  • (0622)23676
  • gkps@gkps.or.id
Copyright © GKPS | MoreNews by AF themes.