Bahan renungan Mingguan Namaposo 25 Januari 2026
Nas : Matius 25:31-46
Tema : Yesus adalah hakim yang adil
Tujuan : Agar pemuda memahami bahwa Kristus adalah hakim yang akan menghakimi dengan adil
Hampir setiap hari kita melihat berita tentang kejahatan, tindakan kriminal di media sosial. Atau bahkan kita sendiri yang mengalaminya atau juga pelakunya. Sebagai mahluk yang diperlengkapi Tuhan dengan akal dan pikiran pada akhirnya Allah akan menuntut pertanggung jawaban atas apa yang kita lakukan sepanjang hidup kita di dunia ini. Tidak ada satupun yang bisa luput dari pengadilan Allah. Nas renungan kita saat ini adalah rangkaian nubuat dan ajaran Tuhan Yesus tentang kedatangan-Nya yang kedua dan penghakiman akhir kelak yang akan Dia lakukan. Dalam pengkahiman itu ada semacam laporan pertanggungjawaban pribadi lepas pribadi kepada Yesus akan apa yang sudah kita lakukan sebagai bukti bahwa kita mengasihiNya yang kita wujudkan kepada sesama kita. Pada hari penghakiman itu ada yang digolongkan sebaiak golongan domba akan ditempatkan disebelah kananNya dan golongan kambing di sebelah kiriNya.
Siapakah yang disebutu golongan doma itu? yaitu mereka yang mau melakukan perbuatan kasih kepada orang-orang yang hinal/ lemah, miskin, yatim piatu, yang difabel atau orang yang tidak mampu memberikan keuntungan bagi kita tapi yang hanya mampu menerima kasih dari kita. Yesus berkata bahwa sekecil apapun yang kita lakukan bagi mereka itu sama dengan kita melakukannya bagi Yesus Tuhan yang telah mengasihi kita terlebih dahulu. Bagi orang yang melakukan aksi kasih itu mereka akan diberikan kehidupan kekal oleh Yesus Kristus.
Siapkah yang diebut golongan kambing yang ditempatkan disebelah kiri Yesus? yaitu orang yang tidak mengasihi sesama mereka yang lemah. Karena setiap orang yang tidak berbuat kasih kepada orang-orang yang hina/lemah sama dengan tidak mengasihi Yesus Kristus Tuhan yang terlebih dahulu mengasihi kita. Karena pada dasarnya iman tanpa perbuatan adalah mati. Dan mereka yang tidak melakukan aksi kasih kepada orang-orang yang hina/lemah itu akan ditempatkan Allah ketempat siksaan kekal.
Setelah kita menerima pemberitaan bahwa kelak kita akan dihakimi oleh Yesus sang hakim yang Mahaadil itu, tentu kita sudah mampu menentukan sikap kita. Firman Tuhan ini mengingatkan kita akan tugas pemanggilan kita sebagai anak-anak kerajaanNya, yaitu melakukan aksi kasih kepada sesama kita yang hina/lemah karena Yesus sudah terlebih dahulu solider kepada kita mahluk yang rentan dan lemah ini. kita telah Allah muliakan dari debu tanah menjadi mahluk yang termulia dibandingkan ciptaan lainNya. Kita telah Yesus tebus dengan darahNya yang mahal sehingga kita kembali berkenan pada Allah Bapa. Oleh karena itu sebagai pemuda Kristen, sudah sepantasnya memulai hidup dengan mengasihi, peduli pada sesama yang lemah karena hal itu sama dengan kita melakukannya kepada Yesus yang sangat memperhitungkan sekecil apapun perbuatan baik yang kita lakukan untuk menolong sesama kita yang hina/lemah itu. Dengan demikian kita akan memperoleh kehidupan yang kekal. Amin