- Doding: Haleluya No. 453:1
Pitah Ham Tuhan hatundalan na toguh.
Humbai ganup paruntolon na i tanoh on.
Bani haganup pardalanan pitah Ham panjaga na gogoh.
Ondos ma Tuhan hanai on nuan se torsa sadokah goluh on. - Tonggo
- Ayat Harian
“Bagas ni in tene habayakon, hapentaran ampa habotohon ni Naibata! Na so tarpareksa do uhumNi, anjaha na so taririk-irik do dalanNi.” (Rom 11:33)
“O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusanNya dan sungguh tak terselami jalan-jalanNya.” (Roma 11:33)
- Renungan: Kemahakuasaan Allah
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
manusia diberi kemampuan oleh Allah untuk melihat, membaca, dan memikirkan apa yang ia lihat, serta kemudian mengambil kesimpulan tentangnya. Hal itu wajar dan memang sangat dibutuhkan agar manusia tidak tertinggal pada kemajuan pengetahuan dan zaman ini. Para pemikir dan peneliti selalu menggunakan kemampuan intelektualnya untuk memahami apa yang sedang terjadi. Di zaman yang semakin canggih ini, manusia juga memanfaatkan kemajuan teknologi untuk membantunya memahami berbagai fenomena yang ada.
Selaku orang beriman, kita mengakui bahwa kemampuan berpikir juga adalah anugerah Tuhan yang memampukan kita memahami apa yang terjadi. Namun kita juga diingatkan bahwa kemampuan berpikir kita juga terbatas dalam memahami segala sesuatu. Tidak ada seorang pun yang bisa membaca dan memahami segala sesuatu yang ada di dunia ini. Itu sebabnya Tuhan menganugerahkan kepada seseorang kemampuan dalam bidang kesehatan, atau pertukangan, atau teknologi dan seterusnya. Hal ini membuat kita saling menghargai dan mensyukuri anugerah Tuhan.
Keterbatasan itu juga yang membawa kita mengakui seperti apa yang diungkapkan rasul Paulus dalam bacaan hari ini. Apa yang Tuhan lakukan tidak selamanya bisa kita mengerti karena keterbatasan kita. Paulus mengungkapkan hal itu secara khusus ketika ada pertanyaan mengenai orang Yahudi atau Israel yang tetap akan diselamatkan sementara mereka dianggap tidak menerima karya keselamatan Allah di dalam Tuhan Yesus. Tentu melalui perenungan ini kita juga diminta untuk tidak menempatkan diri kita seperti Allah atau lebih tinggi dari Allah, sehingga kita bisa menghakimi atau menilai karya Tuhan. Tetapi biarlah kita tetap meminta hikmat dari Tuhan untuk dimampukan melihat dan memahami apa yang sedang terjadi. Amin.
- Doding: Haleluya No. 352:2
Marhitei idop uhurhin porsaya au tongon.
Janah gogoh ni hataNin pasonang uhurhon.
Tapi hubotoh janah porsaya bani gogohNi pakon kuasaNi.
Ai iparorot tongtong goluhku das bai parujungan in. - Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami
Kantor Sinode GKPS