
“O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusanNya dan sungguh tak terselami jalan-jalanNya.” (Roma 11:33)
Selaku orang beriman, kita mengakui bahwa kemampuan berpikir juga adalah anugerah Tuhan yang memampukan kita memahami apa yang terjadi. Namun kita juga diingatkan bahwa kemampuan berpikir kita juga terbatas dalam memahami segala sesuatu. Tidak ada seorang pun yang bisa membaca dan memahami segala sesuatu yang ada di dunia ini. Itu sebabnya Tuhan menganugerahkan kepada seseorang kemampuan dalam bidang kesehatan, atau pertukangan, atau teknologi dan seterusnya. Hal ini membuat kita saling menghargai dan mensyukuri anugerah Tuhan.
Keterbatasan itu juga yang membawa kita mengakui seperti apa yang diungkapkan rasul Paulus dalam bacaan hari ini. Apa yang Tuhan lakukan tidak selamanya bisa kita mengerti karena keterbatasan kita. Paulus mengungkapkan hal itu secara khusus ketika ada pertanyaan mengenai orang Yahudi atau Israel yang tetap akan diselamatkan sementara mereka dianggap tidak menerima karya keselamatan Allah di dalam Tuhan Yesus. Tentu melalui perenungan ini kita juga diminta untuk tidak menempatkan diri kita seperti Allah atau lebih tinggi dari Allah, sehingga kita bisa menghakimi atau menilai karya Tuhan. Tetapi biarlah kita tetap meminta hikmat dari Tuhan untuk dimampukan melihat dan memahami apa yang sedang terjadi. Amin.
Kantor Sinode GKPS