Flyer kegiatan GKPS Marguru Tahap III Sesi IV. Di sesi ini Pdt. Dr. Sukanto Limbong menjadi narasumber. (Foto: Litbang GKPS)
PEMATANGSIANTAR.GKPS.OR.ID. GKPS melalui Litbang, konsisten menggelar GKPS Marguru sebagai upaya memberikan pengetahuan teologi dan wawasan ber-GKPS kepada para peserta (parguru), yang diharapkan dapat membantu peningkatan kapasitas jemaat.
Di tahun 2026 ini, GKPS Marguru kembali diadakan, dan pada Senin (13/4/2026) malam telah memasuki sesi ke IV.
Di sesi ini, Litbang mengangkat topik “Providentia Dei: Memahami Penyertaan Allah dalam Kondisi Hidup Yang Semakin Sulit Dalam Menjalani Tahun 2026”. Materi ini dengan apik dipresentasikan Pdt. Dr. Sukanto Limbong.

Ketua STT HKBP Pematang Siantar ini, menjelaskan Providentia Dei merupakan keterlibatan Allah yang aktif, personal, dan penuh tujuan dalam setiap aspek kehidupan dan sejarah, untuk memastikan segala sesuatu berjalan sesuai dengan rencana dan kehendak-Nya. Hal ini dijelaskan Sukanto Limbong berdasarkan kesaksian Alkitab, pernyataan teologi para tokoh Reformasi hingga pengakuan iman Gereja (Heidelberg hingga GKPS).
Pendeta HKBP ini menyoroti kehidupan di tahun 2026, di mana umat manusia menghadapi multi krisis, seperti gempuran teknologi canggih yang banyak menyebabkan keputusasaan, dampak perubahan iklim secara global dan perang global. Krisis mental juga menjadi pergumulan yang serius.
Pernyataan Sukanto didasarkan pada data dari The World Health Organization (WHO) yang menyebutkan, satu dari delapan orang setiap harinya mengalami gangguan mental. Masih menurutnya, hari-hari ini juga generasi Z dan Alpha tumbuh dalam gelombang doomscroling, pecinta berita buruk yang tiada henti, hingga ketidakberdayaan yang dipelajari (learned hellesness).
Di tengah berbagai badai kehidupan yang sulit, dosen Perjanjian Lama ini menegaskan selalu ada hadirat Allah dalam penderitaan, dan Sukanto mengajak peserta untuk menghidupi Providentia Dei di tahun 2026.

Dalam sesi diskusi yang dimoderatori Pdt. Dian Putra Sumbayak, M.Th, tampak antusiasme pada parguru melalui ragam tanggapan memperdalam pemahaman yang beranjak dari berbagai pengalaman hidup dan pelayanan di GKPS.
Mengapresiasi tanggapan dari parguru, Pdt. Sukanto Limbong mengutip Konfesi GKPS bahwa Sakramen Perjamuan Kudus merupakan tanda kehadiran Kristus yang sungguh.
“Ketika roti dan anggur kita makan dan minum, sesungguhnya Kristus yang kita terima. Maka ketika badai pergumulan 2026 datang maka marilah melakukan terapi putus asa, yaitu merangkul diri sendiri dan tetap berpaut pada Allah. Rasakan dan lihatlah pemeliharaan-Nya. Lalu akhirnya, kita diminta membuktikan Allah memelihara kita di area publik agar Providentia Dei sungguh menjadi universal,” terang Pendeta HKBP ini.
Mengakhiri sesi ke IV ini, seperti biasa Litbang menggelar doorprize. Dari 76 peserta yang hadir, Dwi Manihuruk dari GKPS Surabaya beruntung mendapatkan doorprize berupa satu buku yang berjudul “Zending Serdang”. (hks/bgs)
Pewarta: Pdt. Dian Putra Sumbayak