1. Doding: Haleluya No. 446:1-2
Sisada angkula do hita ganupan, ragam ni pagori do hita tongon.
Na sombuh bayak dos do in bani Tuhan, seng dong ilioi isarihon do tong.
Tuhanta do na gabe Hayu anggur, rantingni do hita on hajojor.
Jolom ma Jesus ulang ham pandur, ase tabun marbuah na ramos.
Tanda ni sisada angkula do hita, rap marpangarapan bani goluh on.
Nai do bani horja rap marsiurupan, ulang dong na marsidalian ijin.
Tuhanta do na gabe hayu anggur, ranting-Ni do hita on hajojor.
Jolom ma Jesus ulang ham pandur, ase tabun marbuah na ramos.
2. Tonggo
3. Ayat Harian
“Ibagas Ia do homa nasiam ipauli-uli, gabe ianan ni Naibata ibagas Tonduy in.” (Epesus 2:22)
“Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.” (Efesus 2:22)
4. Renungan: Menjadi Tempat Kediaman Allah
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
salah satu kelebihan dari persekutuan umat Kristen sebagai warga jemaat dari sebuah gereja adalah adanya kerinduan untuk hadir dan beribadah bersama. Kerinduan untuk bersekutu dalam ibadah dalam segala lingkup di jemaat juga merupakan gambaran dari persekutuan yang utuh dalam jemaat sebagai umat Tuhan. Oleh karena itu, melalui ayat harian ini kita diingatkan kembali akan makna kudus dari persekutuan umat percaya sebagai tubuh Kristus. Paulus dalam menjelaskan makna persekutuan kepada jemaat di Efesus menjelaskan bahwa di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan; di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh (Efesus 2:20, 22).
Persekutuan di dalam Kristus adalah persekutuan yang hidup dan mempunyai norma yang seturut dengan kehendak Kristus. Persekutuan yang hidup ini dijelaskan adalah persekutuan yang dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah. Dengan demikian, sebagai sesama warga dan umat Tuhan, maka masing-masing anggota harus menyadari bahwa ia mempunyai keterkaitan dengan sesama warga. Maka keterkaitan itu adalah hubungan yang rapi tersusun di dalam Kristus (ayat 21). Inilah yang kita sebut dengan harmonisasi kehidupan bergereja. Persekutuan itu bukan bangunan organisasi yang dirancang bangun oleh manusia tetapi harus didasarkan dari rancang bangun Yesus Kristus sendiri. Gereja harus dioperasionalkan sesuai dengan keinginan dan kemauan Tuhan Yesus Kristus. Dengan demikian, pasti gereja-Nya akan terbangun menjadi bangunan bait Allah yang rapi tersusun, yang kudus di mata Allah dan berwibawa di mata manusia.
Kemudian persekutuan yang menjadi tempat kediaman Allah itu adalah persekutuan yang dibangunkan dalam Roh. Kuat kuasa Roh Kudus adalah kekuatan yang nyata yang dapat membuka mata hati orang percaya untuk memahami tujuan hidup yang sesuai dengan kehendak Allah. Dengan kuasa Roh maka kita harus yakin bahwa kita selalu dibimbing untuk memuliakan Allah dan hidup dalam kasih serta persekutuan yang harmonis. Pemahaman akan kuasa Roh Kudus juga berarti bahwa Roh Kudus tidak hanya bekerja kepada tiap-tiap pribadi tetapi juga dalam persekutuan. Maka persekutuan yang hidup adalah persekutuan yang memahami karya Roh Kudus yang membimbing dan mengarahkan model dari persekutuan. Maka persekutuan kita adalah persekutuan di dalam Roh, yang artinya tidak mengedepankan kepentingan-kepentingan pribadi manusiawi dan model-model persekutuan duniawi. Persekutuan kristiani kita adalah persekutuan rohani yang selalu bertumbuh dan berkembang dengan kehidupan yang tumbuh bersama dalam pembacaan Firman Tuhan dan aksi nyata dalam tindakan-tindakan diakonia yang menghidupkan persekutuan.
Dengan demikian, melalui ayat harian ini, kita diingatkan bahwa mengaku sebagai orang percaya tidak cukup; tetapi harus ada pembaharuan dalam hidup. Sikap proaktif dalam tindakan nyata diperlukan untuk menjadi bait Allah yang hidup. Hidup yang berkenan kepada Bapa harus tercermin dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari. Demikian juga ketika kita bertanggung jawab menjaga diri kita sebagai tempat kediaman Allah yang kudus, maka dikatakan dalam Matius 5:8, “Berbahagialah orang yang suci hatinya karena dia akan melihat Allah.” Begitu luar biasanya apabila dalam hidup keseharian kita selalu melihat kepada Allah, melihat kehadiran dan keberadaan Allah. Maka, kita akan dapat menjaga diri dengan tegas, tertib, dan disiplin agar tetap berkenan di hadapan Tuhan. Amin.
5. Doding: Haleluya No. 496:1-2
Idilo Tuhan Naibatanta, haganup Kuria-Ni in.
Ase manjalo haluahon, na binoban ni Kristus in.
Tangihon ma dilo-dilo-Ni, pateleng ham ma pinggolmu.
Ulang manosal holi dobni, bai ujung ni panorangmu.
Sai jalo ma ganup hata-Ni, sai buhai ham ma uhurmu.
Sonai homa ge sinondang-Ni, in ma baen gabe suluhmu.
Tangihon ma dilo-dilo-Ni, pateleng ham ma pinggolmu.
Ulang manosal holi dobni, bai ujung ni panorangmu.
6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami
Kantor Sinode GKPS