- Doding: Haleluya No. 223:1-2
Domma das bai hita on hata hagoluhan;
Na pasonang sai tongtong uhur pardousa on.
Anggo jinaloni in gabe na porsaya.
Bai Tuhanta Jesus in na mangusir dousa.
Halanin napuji ma goran ni Tuhanta,
sai pasangap Naibata, pamalas uhurta.
Mamestahon ari on, ari pardingatan.
Bai layak-Ni na tongtong lang marparsaranan.
- Tonggo
- Ayat Harian
“Anjaha adong ma sada halak na repat humbani partubuhni iboan halak hujai. Ganup ari do itaruhkon sidea ia hu lambung ni horbangan ni rumah panumbahan ai, na margoran Horbangan Na Jenges, laho mangindo sibere-bere humbani halak na masuk hu rumah panumbahan ai. Mintor ijongjongkon ma lanjar mardalan, masuk ma ia rap pakon sidea hu rumah panumbahan ai mangentes-entes anjaha mirjak-irjak lanjar mamuji Naibata.” (Lahoan ni Apostel 3:2+8)
“Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah. Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah.” (Kisah Para Rasul 3:2+8)
- Renungan: Memuji Allah
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
dalam mendefinisikan orang yang sakit di dalam teks ini, terlihat bahwa penyembuhan yang akan terjadi baginya adalah sesuatu yang mustahil. Perjalanan hidup yang panjang dengan penyakit yang terus menerus terjadi baginya dicatat dengan menjelaskan bahwa sejak lahir ia telah lumpuh. Banyak orang yang memberi perhatian kepadanya dengan memberi sedekah ketika ia diletakkan di gerbang Bait Allah. Maka pertemuannya dengan Petrus dan Yohanes, murid Tuhan Yesus, pada saat itu adalah pertemuan yang indah. Sama seperti yang dapat kita baca dalam kitab-kitab Injil bahwa kisah penyembuhan itu terjadi ketika orang sakit dan yang olehnya kuasa Tuhan melalui kesembuhan bertemu (Kisah Para Rasul 3:1-3). Dengan jelas dituliskan dalam Kisah Para Rasul 3:4-7a, tentang bagaimana kuasa Firman Tuhan yang nyata melalui Petrus dan Yohanes berkuasa dengan baik. Akhirnya penyembuhan yang sebenarnya terjadi (Kisah Para Rasul 3:7b). Maka akibat dan peristiwa yang indah dan luar biasa bagi orang yang sakit tersebut benar-benar terjadi. Bukti penyembuhan dijelaskan (Kisah Para Rasul 3:8); dan para saksi digambarkan kagum dengan penyembuhan itu (Kisah Para Rasul 3:9-10).
Maka dari pengalaman dan kesaksian ayat harian ini kita dapat melihat tentang kesinambungan antara pekerjaan para rasul dan pekerjaan Yesus. Secara jelas dituliskan dalam Kisah Para Rasul ini tentang kuasa yang ada dalam nama Yesus sangat berkuasa dan memberi mukjizat pada saat itu. Dan dalam ayat harian ini dijelaskan dengan baik bahwa orang yang telah lumpuh sejak lahir dan pada akhirnya tidak hanya dapat berjalan tetapi juga mampu melompat. Tentu ini harus menjadi kesaksian yang nyata bagi kita bahwa kuasa yang berperan bukanlah kuasa Petrus sendiri, melainkan kuasa nama Yesus Kristus (Kisah Para Rasul 3:12+16).
Dampak yang luar biasa dari proses mukjizat penyembuhan yang terjadi pada orang yang sejak lahirnya telah lumpuh adalah dampak yang dikehendaki oleh Tuhan. Kalau pada awalnya ia hanya duduk di dekat pintu gerbang Bait Allah, maka sekarang ia telah masuk ke dalam Bait Allah sambil berjalan dan melompat-lompat. Pesan yang dapat kita peroleh dari pengalaman ini adalah tentang penyembuhan yang menggerakkan orang tersebut dari luar Bait Allah masuk ke dalam Bait Allah. Dari seseorang yang tidak dapat berpartisipasi dalam komunitas penyembahan di dalam Bait Allah menjadi bagian dari penyembahan yang bersukacita di dalam Bait Allah.
Tentu perubahan yang sama juga terus disukai Tuhan Allah dalam kehidupan kita. Dampak utama dari setiap pemberitaan Firman Allah adalah kita bersukacita alam mengikut Tuhan dan berada dalam tempat yang paling inti bersama Yesus. Seperti orang yang lumpuh yang sudah sembuh, maka ia bergeser dari dekat pintu gerbang menjadi masuk ke dalam Bait Allah dan bersukacita dengan melompat-lompat dan memuji Allah. Dari yang hidupnya tergantung kepada orang lain, menjadi orang yang bersaksi dan memuji Allah karena kuasa nama Tuhan Yesus yang mengubah dan memberi sukacita baginya. Kiranya karya dan perbuatan Allah dalam Kristus Yesus menjadikan kita tetap memuji Allah dan berada tepat di kehidupan yang menjadi kesukaan bagi Tuhan. Amin.
- Doding: Haleluya No. 407:1-2
Puji ma Jahowa Tuhan Naibata, ai marjumbalang do Goran-Ni in.
Haganupan jolma sai marsombah ma, sai hagoluhkon hata-Ni in.
Holsoh haganupan mambur, tubuh ma malas ni uhur.
Gok bai pangarapan holong na totap, rap mangolobkon Goran-Ni in.
Ningon do marsombah bani Naibata, puji ma Ia pargogoh do in.
Ulang marnaloja sai irikkon ma, rap mambalosi hata-Ni in.
Holsoh haganupan mambur, tubuh ma malas ni uhur.
Gok bai pangarapan holong na totap, rap mandodingkon: Haleluya!
- Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami
Kantor Sinode GKPS