
Halanin napuji ma goran ni Tuhanta,
sai pasangap Naibata, pamalas uhurta.
Mamestahon ari on, ari pardingatan.
Bai layak-Ni na tongtong lang marparsaranan.
“Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah. Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah.” (Kisah Para Rasul 3:2+8)
Maka dari pengalaman dan kesaksian ayat harian ini kita dapat melihat tentang kesinambungan antara pekerjaan para rasul dan pekerjaan Yesus. Secara jelas dituliskan dalam Kisah Para Rasul ini tentang kuasa yang ada dalam nama Yesus sangat berkuasa dan memberi mukjizat pada saat itu. Dan dalam ayat harian ini dijelaskan dengan baik bahwa orang yang telah lumpuh sejak lahir dan pada akhirnya tidak hanya dapat berjalan tetapi juga mampu melompat. Tentu ini harus menjadi kesaksian yang nyata bagi kita bahwa kuasa yang berperan bukanlah kuasa Petrus sendiri, melainkan kuasa nama Yesus Kristus (Kisah Para Rasul 3:12+16).
Dampak yang luar biasa dari proses mukjizat penyembuhan yang terjadi pada orang yang sejak lahirnya telah lumpuh adalah dampak yang dikehendaki oleh Tuhan. Kalau pada awalnya ia hanya duduk di dekat pintu gerbang Bait Allah, maka sekarang ia telah masuk ke dalam Bait Allah sambil berjalan dan melompat-lompat. Pesan yang dapat kita peroleh dari pengalaman ini adalah tentang penyembuhan yang menggerakkan orang tersebut dari luar Bait Allah masuk ke dalam Bait Allah. Dari seseorang yang tidak dapat berpartisipasi dalam komunitas penyembahan di dalam Bait Allah menjadi bagian dari penyembahan yang bersukacita di dalam Bait Allah.
Tentu perubahan yang sama juga terus disukai Tuhan Allah dalam kehidupan kita. Dampak utama dari setiap pemberitaan Firman Allah adalah kita bersukacita alam mengikut Tuhan dan berada dalam tempat yang paling inti bersama Yesus. Seperti orang yang lumpuh yang sudah sembuh, maka ia bergeser dari dekat pintu gerbang menjadi masuk ke dalam Bait Allah dan bersukacita dengan melompat-lompat dan memuji Allah. Dari yang hidupnya tergantung kepada orang lain, menjadi orang yang bersaksi dan memuji Allah karena kuasa nama Tuhan Yesus yang mengubah dan memberi sukacita baginya. Kiranya karya dan perbuatan Allah dalam Kristus Yesus menjadikan kita tetap memuji Allah dan berada tepat di kehidupan yang menjadi kesukaan bagi Tuhan. Amin.
Ningon do marsombah bani Naibata, puji ma Ia pargogoh do in.
Ulang marnaloja sai irikkon ma, rap mambalosi hata-Ni in.
Holsoh haganupan mambur, tubuh ma malas ni uhur.
Gok bai pangarapan holong na totap, rap mandodingkon: Haleluya!
Kantor Sinode GKPS