- Doding: Haleluya No. 5:1-2
Hupuji holong ni atei-Mu, o Tuhan Jesus Rajangkin.
Bamu huondoskon tonduyhu, ai do na pinindoMu in.
Huhalupahon ma diringku mamingkir holong ni atei-Mu.
Sai ipindahi Ham do ahu, Ham pe huhasiholi do.
Itogu uhurMu uhurhu halani ai hubere do;
Ipilih Ham hinan tonduyhu, ai pe hupilih Ham Tuhanku.
- Tonggo
- Ayat Harian
“Ilayak-layakkon Ham do bangku goluh ampa idop ni uhur, anjaha iramotkon panatap-Mu do ahu.” (Job 10:12)
“Hidup dan kasih setia Kaukaruniakan kepadaku, dan pemeliharaan-Mu menjaga nyawaku.” (Ayub 10:12)
- Renungan: Hidup dalam Pemeliharaan Tuhan
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
nama Ayub adalah nama yang sangat populer di dalam Alkitab, khususnya dalam Perjanjian Lama. Apa yang menyebabkan Ayub menjadi populer? Karena Ayub sudah teruji. Teruji atas apa? Iman percaya Ayub kepada Tuhan Allah, yang diwujudnyatakan melalui ketaatan dan kesalehannya secara total kepada Allah. Maka meskipun situasi sedang tidak baik-baik saja, saat masalah demi masalah menghampirinya, Ayub tetap memperlihatkan keteguhan imannya kepada Tuhan Allah. Tidak goyah dan tidak berkurang ketaatan serta kesetiaannya kepada Tuhan Allah. Ayub, seorang yang saleh, taat, tetapi mengalami penderitaan yang sangat berat (kehilangan harta, anak-anak, dan kesehatan). Sahabat-sahabatnya datang dan mencoba menjelaskan penderitaan Ayub sebagai akibat dosa. Dalam kondisi yang tertekan, Ayub sampai kepada titik mengeluhkan ketidakadilan dalam penderitaannya. Ayub mengarahkan keluhannya kepada Allah, memohon agar Allah menjelaskan mengapa Ia membentuk Ayub dan membiarkannya menderita. Hal ini menggambarkan pergulatan batin Ayub yang merasa tidak mengerti jalan Allah. Ayub tetap percaya bahwa Allah itu berdaulat, tetapi ia tidak memahami mengapa ia mengalami penderitaan yang tidak sebanding dengan hidupnya yang benar dan saleh.
Jemaat Tuhan,
tetapi Ayub tidak berhenti pada pertanyaan dan keluhan atas apa yang dialaminya, karena justru Ayub sampai kepada sebuah level pengakuan yang luar biasa, yang menjadi gambaran dari pengenalannya atas Tuhan Allah. Ayub mengakui bahwa Allah telah memberinya hidup, kasih setia, dan pemeliharaan. Ini menunjukkan bahwa di tengah keluh kesahnya, Ayub masih menyadari bahwa kehidupannya berasal dari Allah. Kasih setia Allah yang tidak berubah dan hal ini diakui oleh Ayub bahwa kasih setia itu nyata dalam hidupnya dengan pemeliharaan-Nya. Memelihara berarti melindungi, menjaga, atau merawat. Pemeliharaan Tuhan ini mencakup aspek-aspek seperti pemberian kehidupan, kasih setia, dan penjagaan terhadap nyawanya, yang bukan hanya sekadar perlindungan fisik, tetapi juga penjagaan terhadap hidup spiritual dan kebaikan jiwa Ayub. Dan Ayub bersyukur atas semua ini dan mengakui bahwa pemeliharaan Tuhan adalah bukti cinta dan kasih sayang-Nya yang sempurna. Kasih setia Allah itu dialami Ayub karena ia melihat bahwa Allah memelihara dan menjaga hidupnya dengan perhatian penuh, hidup yang berkelimpahan dan tetap dalam perlindungan Allah.
Jemaat Tuhan,
nas hari ini mengingatkan kita bahwa Allah sangat peduli kepada umat-Nya. Bahwa ada saatnya kita mengalami dinamika dan grafik kehidupan yang terkadang turun dan naik. Itu adalah hal yang wajar. Bahwa terkadang kita merasakan hidup ini berat dengan segala ragam penderitaan, itu juga benar. Namun satu hal yang perlu kita ukir dalam hati kita, bahwa fokus kita tidak hanya kepada penderitaan dan keluhan kita, tetapi kepada karya Allah yang luar biasa. Allah yang tetap menyatakan kasih setia-Nya kepada kita, dan Allah yang tetap memelihara kita. Dan untuk itulah kita layak bersyukur. Maka nikmatilah hidup dengan segala dinamikanya, dan tetaplah mampu melihat sisi pemeliharaan Allah dalam hidup kita. Amin.
- Doding: Kasih Setia-Mu
Kasih setiaMu yang kurasakan, lebih tinggi dari langit biru.
KebaikanMu yang t’lah Kau nyatakan, lebih dalam dari lautan.
Berkat-Mu yang telah kuterima, sempat membuatku terpesona.
Apa yang tak pernah kupikirkan, itu yang Kau sediakan bagiku.
Siapakah aku ini Tuhan, jadi biji mata-Mu?
Dengan apakah kubalas Tuhan, s’lain puji dan sembah Kau? - Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami
Kantor Sinode GKPS