
Sai ipindahi Ham do ahu, Ham pe huhasiholi do.
Itogu uhurMu uhurhu halani ai hubere do;
Ipilih Ham hinan tonduyhu, ai pe hupilih Ham Tuhanku.
“Hidup dan kasih setia Kaukaruniakan kepadaku, dan pemeliharaan-Mu menjaga nyawaku.” (Ayub 10:12)
Jemaat Tuhan,
tetapi Ayub tidak berhenti pada pertanyaan dan keluhan atas apa yang dialaminya, karena justru Ayub sampai kepada sebuah level pengakuan yang luar biasa, yang menjadi gambaran dari pengenalannya atas Tuhan Allah. Ayub mengakui bahwa Allah telah memberinya hidup, kasih setia, dan pemeliharaan. Ini menunjukkan bahwa di tengah keluh kesahnya, Ayub masih menyadari bahwa kehidupannya berasal dari Allah. Kasih setia Allah yang tidak berubah dan hal ini diakui oleh Ayub bahwa kasih setia itu nyata dalam hidupnya dengan pemeliharaan-Nya. Memelihara berarti melindungi, menjaga, atau merawat. Pemeliharaan Tuhan ini mencakup aspek-aspek seperti pemberian kehidupan, kasih setia, dan penjagaan terhadap nyawanya, yang bukan hanya sekadar perlindungan fisik, tetapi juga penjagaan terhadap hidup spiritual dan kebaikan jiwa Ayub. Dan Ayub bersyukur atas semua ini dan mengakui bahwa pemeliharaan Tuhan adalah bukti cinta dan kasih sayang-Nya yang sempurna. Kasih setia Allah itu dialami Ayub karena ia melihat bahwa Allah memelihara dan menjaga hidupnya dengan perhatian penuh, hidup yang berkelimpahan dan tetap dalam perlindungan Allah.
Jemaat Tuhan,
nas hari ini mengingatkan kita bahwa Allah sangat peduli kepada umat-Nya. Bahwa ada saatnya kita mengalami dinamika dan grafik kehidupan yang terkadang turun dan naik. Itu adalah hal yang wajar. Bahwa terkadang kita merasakan hidup ini berat dengan segala ragam penderitaan, itu juga benar. Namun satu hal yang perlu kita ukir dalam hati kita, bahwa fokus kita tidak hanya kepada penderitaan dan keluhan kita, tetapi kepada karya Allah yang luar biasa. Allah yang tetap menyatakan kasih setia-Nya kepada kita, dan Allah yang tetap memelihara kita. Dan untuk itulah kita layak bersyukur. Maka nikmatilah hidup dengan segala dinamikanya, dan tetaplah mampu melihat sisi pemeliharaan Allah dalam hidup kita. Amin.
Kantor Sinode GKPS