1. Doding: Haleluya No. 149:1-2
Ham Sipagoluh au parayak Ham au on.
Sai ulang Ham mandaoh humbagas uhurhon.
Roh Sipagoluh roh tongon, baen Ham au Anak-Mu tongon.
Bani daroh-Mu usah au, putih songon bunga ma au.
Putih tongon, putih tongon, bani daroh-Mu usah au, putih songon bunga ma au.
Gogoh ni daroh in, patorang bangku on.
Tonduy pargoluh in, manogu au tongtong.
Roh Sipagoluh roh tongon, baen Ham au anak-Mu tongon.
Bani daroh-Mu usah au, putih songon bunga ma au.
Putih tongon, putih tongon, bani daroh-Mu usah au,
putih songon bunga ma au.
2. Tonggo
3. Ayat Harian
“Ham, na dob padageihon bennami hasosakan pakon parmaraan, sai pagoluhon-Mu do hanami use, sai panaikon-Mu do hanami use humbagas luhung-luhung ni tanoh on.” (Psalmen 71:20)
“Engkau yang telah membuat aku mengalami banyak kesusahan dan malapetaka, Engkau akan menghidupkan aku kembali, dan dari samudera raya bumi Engkau akan menaikkan aku kembali.” (Markus 71:20)
4. Renungan: Allah Yang Membebaskan dari Kesusahan
Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus,
ayat ini merupakan pernyataan iman dan harapan yang kuat di tengah penderitaan. Pemazmur mengakui ujian dan penderitaan yang telah dialaminya, namun ia juga menyatakan keyakinan bahwa Allah akan membawanya melewati semuanya dan memulihkannya. Hal ini mengingatkan bahwa seberapa pun suramnya keadaan yang tampak, Allah selalu hadir dan pada akhirnya akan membawa penebusan dan pemulihan.
Topik tentang penderitaan dan penebusan merupakan topik yang utama di dalam Mazmur. Pemazmur telah mengalami “kesulitan yang besar dan berat,” yang menunjukkan bahwa ia telah menghadapi tantangan dan penderitaan secara bertubi-tubi. Mungkin hal ini yang sangat mengena dengan hidup kita saat ini, karena mungkin setiap orang sedang menghadapi kesulitan dan perjuangan di dalam. Namun yang istimewa adalah bagaimana tanggapan pemazmur terhadap penderitaan ini, yakni dengan iman dan harapan. Ia yakin bahwa Allah akan “menghidupkannya kembali” atau membangkitkannya serta membawanya kembali ke kehidupan dan mengangkatnya dari keadaan yang dalam keputusasaan.
Pengakuan bahwa Allah membawa kehidupan baru dari penderitaan adalah kabar baik. Melalui kematian dan kebangkitan Yesus Kristus, Allah telah menunjukkan kuasa-Nya untuk membawa kehidupan dari kematian, harapan dari keputusasaan, dan penebusan dari penderitaan. Ayat ini merujuk kepada harapan dan pemulihan yang Allah tawarkan kepada umat-Nya. Jika dibandingkan dengan kehidupan Daud, sebagai seorang pemazmur, yang menghadapi banyak sekali cobaan dan penderitaan di sepanjang hidupnya. Di tengah keadaan yang demikian ia juga berseru dan memohon kepada Tuhan untuk memberikan keselamatan dan ia menerimanya. Tentu hal itu menjadi buah iman dan pengharapanNya bahwa Allah menyelamatkan dan memulihkan hidupnya, dengan membebaskannya dari berbagai penderitaan.
Kesusahan dan penderitaan apa yang kita hadapi saat ini? Di belahan bumi yang lain ada bencana, ada perang yang pastinya berdampak menyusahkan dan membuat banyak orang menderita. Siapa yang dapat menolong, menghidupkan mereka kembali, dan menyelamatkan mereka? Lalu di dalam kehidupan kita pribadi keadaan yang sulit karena kemarau panjang, di daerah pertanian kering, tanaman kekeringan memerlukan siraman air hujan, harga jual produk pertanian yang rendah, kebutuhan anak-anak sekolah. Kita dibimbing untuk memberi tanggapan iman dan harapan bahwa kesusahan dan penderitaan itu akan berakhir dan diganti dengan kehidupan, keselamatan dan pemulihan oleh Tuhan. Sebab Ialah empunya kehidupan kita, dan yang berkuasa menaikkan kita kembali untuk meneruskan kehidupan memberitakan perbuatanNya yang ajaib bagi kita. Inilah yang menjadi kekuatan dan penghiburan bagi kita untuk menjalani hidup kita saat ini. Amin.
5. Doding: Haleluya No. 128:1-2
O Jesus na Pagoluh au, Anak ni Naibata.
Holong atei-Mu togu au, ondos bai Naibata.
Tongon sonang do uhurhin mardingat layak-Mu;
Ai Ham do hagoluhankin bani parmatei-Mu.
6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami
Kantor Sinode GKPS