1. Doding: Haleluya No. 241:1-2
Malas do tong uhurhon, bani Jesus na tongtong
mangindahi hajolmaon, ase Ia paluahkon.
Jolma manisia in, humbai hamagouan in.
Malas do tong uhurhon, bani Jesus na bujur
pasirsirhon hagoluhan, bangku na i hamagouan.
Haganupan dousangkin, sai isasap Jesuskin.
2. Tonggo
3. Ayat Harian
“Tapi age sonai, ibagas Tuhan parinangon marguru bani paramangon do, anjaha paramangon marguru bani parinangon. Ai songon naboru marharohan humbani dalahi, sonai do homa dalahi marharohan humbani naboru, tapi haganup marharohan humbani Naibata do.” (1 Korint 11:11-12)
“Namun demikian, dalam Tuhan tidak ada perempuan tanpa laki-laki dan tidak ada laki-laki tanpa perempuan. Sebab sama seperti perempuan berasal dari laki-laki, demikian pula laki-laki dilahirkan oleh perempuan; dan segala sesuatu berasal dari Allah.” (1 Korintus 11:11-12)
4. Renungan: Segala Sesuatu Berasal dari Allah
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
kita tahu bahwa manusia diciptakan menurut gambar Allah. Manusia diberkati oleh Allah. Manusia dibentuk Tuhan Allah dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya, sehingga manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Lalu Tuhan Allah juga membangun seorang perempuan dari rusuk yang diambil-Nya dari manusia itu saat manusia itu tidur nyenyak. Manusia adalah ciptaan Allah yang diberkati-Nya. Itulah yang perlu kita tekankan bersama-sama.
Demikianlah rasul Paulus juga menekankan kepada jemaat di Korintus bahwa semua manusia, baik perempuan dan laki-laki, berasal dari Allah. Segala sesuatu yang berasal dari Allah, yang datangnya dari atas, yang diturunkan dari Bapa segala terang, adalah baik dan sempurna. Inilah yang perlu kita jaga dan perjuangkan bersama-sama. Maka, baik perempuan maupun laki-laki, yang hidup dan memberikan hidupnya bagi pekerjaan Allah di dunia ini, mendapat bagian yang sama dari Allah, karena sama-sama berasal dari Allah. Di dalam Alkitab, kita bisa melihat ada sekian banyak perempuan dan laki-laki, yang berasal dari Allah, memperjuangkan pekerjaan Allah. Sebut saja misalnya Abraham, Ishak, Yakub, Yusuf, Rahab, Rut, Ester, para nabi dan nabiah, para hakim perempuan dan hakim laki-laki, Maria, Stefanus, dan lain-lain. Allah bisa memakai siapa saja menjadi utusan dan suruhan-Nya. Maka tugas kita adalah menghormati semua orang, baik laki-laki maupun perempuan, terlebih lagi yang menjadi utusan Allah.
Inilah juga yang harus tetap dilakukan oleh gereja kita, yaitu memberikan perhatian dan pelayanan yang sama kepada perempuan dan laki-laki. Kita semua sama di hadapan Tuhan, sehingga kita semua mendapatkan tugas yang sama dari Tuhan, yaitu memberitakan Kerajaan-Nya. Marilah kita tetap senantiasa bersama-sama dalam melayani Tuhan di tengah-tengah gereja-Nya. Segala penghalang dan tembok pemisah sudah sepatutnya kita bereskan bersama-sama, agar kita tidak kaku lagi di dalam melibatkan perempuan dan laki-laki dalam melayani Tuhan. Sekali lagi, Tuhan memberkati kita semua, perempuan dan laki-laki, sehingga kita semua adalah orang-orang yang diberkati oleh Tuhan. Ia berkehendak agar kita semua menjadi satu dan bersama-sama bersekutu, bersaksi, dan melayani di dalam Dia. Amin.
5. Doding: Haleluya No. 239:1+5
Pitah sada Naibatanta, na manompa ganup in.
Na taridah bai matanta, ’ge na so taridah in.
Sai tandai ma ruhut-Niin, ulang kahou uhurmin.
Na sintong ganup Hata-Ni, na tinonahkon-Ni in.
Ampa idop ni uhur-Ni, seng paubahon-Ni in.
Naibata balosi ham, ase sonang use ham.
6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami
Kantor Sinode GKPS