Pimpinan Sinode GKPS (Ephorus) Pdt. John Christian saragih, S.Th, M.Sc berfoto bersama dengan peserta pembinaan Majelis Jemaat se GKPS Resort Gajapokki, pada Sabtu (8/11/2025). (Foto: Rinaldi Edwart Purba)
PEMATANGSIANTAR.GKPS.OR.ID. GKPS Resort Gajapokki pada Sabtu (8/11/2025) pagi mengadakan pembinaan se Resort, di gereja GKPS Gajapokki. Sebanyak 54 majelis jemaat hadir dalam pembinaan ini.

Salah satu topik pembinaan berjudul Parjumaatanganan, yang disampaikan Pimpinan Sinode (Ephorus) Pdt. John Christian Saragih, S.Th., M. Sc.
Pembinaan dimulai dengan ibadah yang dilayani Pdt. Letnan Girsang selaku Pendeta GKPS Resort Gajapoki. Dalam kotbahnya Pdt. Letnan mengutip 1 Timotius 1:12. Beliau menekankan bahwa kebahagiaan sebagai majelis jemaat adalah ketika Tuhan masih memilih dan memakai sebagai rekan sekerjaNya. Dengan dasar inilah Pdt. Letnan mengajak agar seluruh majelis berupaya menjaga integritasnya baik sebagai majelis dan pelayan Tuhan.
Setelah ibadah, Pengurus Resort memberi kesempatan kepada Pdt. John Christian Saragih untuk menyampaikan materi pembinaannya.
Mengutip ungkapan Pdt. August Theis dari Johannes 4:35b, Ephorus memulai materinya dan menerangkan bahwa “juma” (ladang) bagi masyarakat Simalungun penting sekali perannya menjaga keberlangsungan hidup.

“Kata ladang dalam Bibel dipakai kata juma. Juma adalah tempat orang menanam padi dan tanaman yang lainnya. Dalam konteks sosial-ekonomi, juma sangatlah penting bagi masyarkat Simalungun, dari juma masyarakat Simalungun hidup, dari hasil juma jugalah masyarakat Simalungun menaruh harap untuk pencukupan keberlangsungan hidup mereka baik kebutuhan sandang, pangan, dan papan”, terang Ephorus.
Dari pengertian juma ini, Pdt. John Christian mengkaitkannya dengan parjumatanganan, yang bagi GKPS sangat penting sekali perannya dalam kehidupan bergereja.
“Pun halnya di GKPS, kata jumatanganan memiliki arti yang tidak kalah pentingnya dengan juma bagi masyarakat Simalungun. Sebagaimana pentingnya juma untuk keberlangsungan hidup orang Simalungun, maka parjumatanganan juga memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan bergereja”, tegas mantan Pendeta Resort Sirpang Sigodang ini.
Selanjutnya Ephorus mendorong agar Majelis Jemaat tidak ragu untuk mengadakan dan memimpin partonggoan parjumatanganan di jemaatnya masing-masing.
“Lewat partonggoan parjumatanganan, maka tiap-tiap keluarga (juma) akan mendapatkan sentuhan yang nyata oleh gereja lewat Majelis Jemaatnya (tangan). Sehingga lewat partonggoan parjumatanganan, GKPS turut mengetahui, merasakan, melihat dan mendengar pergumulan tiap-tiap warga jemaatnya”, ajak Ephorus.
Mengakhiri materinya, Pdt. John Christian Saragih mengatakan bahwa gereja tidak boleh kehilangan identitasnya, GKPS tidak boleh kehilangan identitasnya sebagai gereja suku, dan partonggoan parjumatanganan adalah salah satu identitas GKPS. (hks/bgs)
Pewarta: Rinaldi Edwart Purba