Renungan Mingguan Namoposo GKPS, Minggu 1 Juni 2025 (Exaudi)
Nats : Yeremia 10:11-13
Usul Doding : Haleluya No. 442:1-2
Tema : Tuhan Menyertai Orang Percaya
Tujuan : Agar Namaposo tidak meragukan penyertaan Tuhan
Berani Menyuarakan Kebenaran
Shalom saudara-saudara yang terkasih, apa kabarnya? Ada yang menjadi pertanyaan buat kita adalah apakah kita pernah merasa bingun dalam suatu keadaan. Dimana sekeliling kita tidak lagi berjalan sesuai dengan yang semestinya. Tidak lagi berjalan sesuai aturan yang ada. Terkadang kita lebih sering memilih untuk diam dan tidak mau berkata-kata akan yang benar dalam suatu keadaan itu. Karena jika kita menyampaikan yang benar, kita dianggap tidaklah trend, dikatakan katrok, jadul sekali. Apalagi di zaman teknolog yang canggih dan dunia yang penuh hiruk-pikuk. Lalu apa tindakan kita akan hal itu? Minggu ini adalah minggu Exaudi. Jadi saudara-saudaraku, Exaudi artinya adalah “Dengarlah seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku”. Kiranya renungan kita hari ini menguatkan kita agar tetap berseru kepada Tuhan.
Jadi saudara-saudari yang terkasih dalam nama Tuhan Yesus.
Jika kita memperhatikan nas ini dan sebelumnya, jelaslah bahwa hal ini berbicara tentang kisah nabi Yeremia yang mengkritik penyembahan berhala dan mengajak umat Israel untuk kembali kepada Tuhan yang sejati. Yeremia dipanggil Tuhan jadi Nabi, tapi mulanya dia tidak mau, merasa dirinya tidak sanggup. Yeremia sebagai nabi Tuhan dipanggil untuk menyampaikan pesan peringatan dan pertobatan kepada bangsa Israel. Yeremia mengalami banyak tantangan dalam pelayanannya. Yang pada waktu itu sangat dipengaruhi oleh praktik penyembahan berhala dan kepercayaan kepada kekuatan-kekuatan selain Tuhan. Yeremia memberi peringatan keras kepada umat Allah untuk tidak menyimpang dari perjanjian yang diadakan oleh Tuhan Allah dengan Musa dan nenek moyang mereka di Gunung Sinai. Bukan hal yang mudah bagi Yeremia menyampaikan pesan yang untuk menegor bangsa Israel yang tegar tengkuk dan tidak lagi taat kepada Allah.
Sebagai umat Allah, mereka harus menaati dan menempatkan Hukum Allah di atas segalanya. Namun, mereka justru berbuat dosa dengan beribadah kepada ilah-ilah lain.
Saudara-saudari yang terkasih dalam nama Tuhan Yesus
Disebut ilah-ilah lain di sini adalah seperti bangsa lain yang menyembah patung. Demikian juga para rajanya atau pemimpinnya yang mengandalkan kekuasaan bangsa asing daripada menyerahkan diri pada perlindungan TUHAN. Yeremia turut merasakan kemarahan sekaligus kesedihan Allah karena umat-Nya berpaling dari Allah dan hanya mengikuti kemauan mereka sendiri. Melalui nas ini, Yeremia menyampaikan pesan langsung dari Tuhan kepada bangsa Israel dengan bahasa yang lebih langsung dan tegas. Walaupun bagi Yeremia ini merupakan tantangan yang dia alami adalah mengahadapi Umat Tuhan itu telah beralih dan berselinguh Rohani. Namun Yeremia harus menyuarakan kebenaran akan Hukum Tuhan kepada bangsa itu.
Adapun saudara-saudaraku yang menjadi pokok renungan kita hari ini adalah sebagai berikut;
- Penyembahan berhala adalah kesesatan besar (Ay. 11)
Pada ayat ini berbicara tentang pernyataan yang ditujukan kepada bangsa-bangsa lain (dalam konteks ini bisa jadi merujuk kepada bangsa-bangsa yang menyembah berhala) untuk menegaskan bahwa hanya Tuhan yang memiliki kuasa untuk menghancurkan langit dan bumi. Penyembahan berasal dari kata sembah. Dalam praktik agama ini disebut dengan sebuah tindakan pemujaan. Sisi lain sembah juga sebuah tindakan yang menunjukkan rasa hormat, penghormatan dan ketundukan. Dari arti ini, saudara-saudariku kita tahu bahwa Bangsa Isarel melakukan penyembahan yang salah. Karena menyembah kepada patung yang terbuat dari kayu yang ditebang hari hutan (ayat 3).Ini menjadi peringatan bahwa berhala-berhala mereka tidak memiliki kekuatan apapun. Hal ini disebabkan karena ilah-ilah yang disembah bangsa Israel ini adalah ilah-ilah yang di ciptakan dengan dunia yang fana dan belaka. Semuanya penuh kesia-siaan, sama hal yang seperti yanh tertulis dalam Yesaya 2:18 “Sedang berhala-hala akan hilang sama sekali”. Saudara-saudariku, Tuhan menantang umat-Nya untuk menyadari bahwa berhala-berhala tersebut tidak akan pernah bisa memberi perlindungan atau pertolongan. Tuhan mengingatkan bangsa Israel lewat nabi-Nya Yeremia bahwa penyembahan berhala adalah kesesatan besar. Berhala, meskipun terlihat mengesankan bagi sebagian orang, sebenarnya tidak memiliki kuasa apapun, baik untuk memberi hidup, perlindungan, atau berkat. Hanya Tuhan yang memiliki kuasa sejati. Saudara-saudari ku, mengapa pesan Tuhan ini harus disampaikan oleh Nabi Yeremia?? Karena ilah yang disembah itu, bukanlah ilah yang menjadikan langit dan bumi.
Saudara-saudari terkasih, mungkin pada saat ini, sudah jarang bagi kita untuk menyembah patung-patung, dewa-dewi, dan lain sebagainya. Namun, kita harus tetap waspada bahwa berhala tidak selalu berupa patung atau benda mati. Berhala bisa berupa apapun yang kita anggap lebih penting daripada Tuhan. Karena kita sekarang ini saudara-saudariku adalah dimana masa manusia hidup di era globalisasi, zaman yang semakin canggih. Sehingga kecanggihan teknologi juga dapat menggantikan Tuhan dari hidup kita. Sekarang kita tidak lah lagi hidup dimana injil belum dikabarkan. Seperti August Theis yang mengabarkan Injil kepada orang Simalungun, yang dulu masih memiliki kepercayaan primitive. Tetapi saudara-saudaraku sekarang tidak lah lagi berbicara tentang menyembah patung, pohon-pohon dan yang lainnya. Namun pekerjaan, harta, status sosial, uang, gadget atau bahkan hubungan dengan orang lain juga bisa membuat kita akan menjadi tunduk, dan hormat dengan itu. Menomor sekiankan Tuhan dari kehidupan kita. Apalagi gadget tidak lah hal yang asing lagi ditelinga kita. Bagaimanakah kita menyikapi akan hal ini sekarang? Yang menjadi pertanyaan selanjutnya saudara-saudariku, apakah kita menomor satukan itu dan mengantikan Tuhan dalam hidup dengan memprioritaskan yang ada didunia ini dari bangun tidur hingga mau tidur sibuk akan gadget. Ketika kita menjadikan hal-hal tersebut sebagai pusat hidup kita, kita sedang menyembah berhala. Hanya Tuhan yang layak menerima tempat pertama dalam hidup kita. Apakah kita sudah mengutamakan Tuhan di atas segalanya?
- Tuhan adalah Pencipta yang Maha Kuasa (Ay. 12)
Saudara-saudari yang terkasih dalam nama Tuhan Yesus, apa selanjutnya yang mau disampaikan Yeremia kepada bangsa Israel? Mari kita baca ayat 12 “TUHANlah yang menjadikan bumi dengan kekuatan-Nya, yang menegakkan dunia dengan kebijaksanaan-Nya, dan yang membentangkan langit dengan akal budi-Nya”. Ayat ini menggambarkan bagaimana Tuhan menciptakan dunia dengan kekuatan, hikmat, dan pengertian-Nya.
Saudara-saudari ku mari kita garis bawahi “menjadikan”, arti menjadikan disini yaitu menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada. Dalam Bahasa lainnya disebut dengan Ex-nihilo, artinya adalah dari ketiadaan. Ini mengajarkan kita bahwa alam semesta yang kita lihat dan alami setiap hari bukanlah hasil dari kebetulan atau proses acak. Segala sesuatu yang ada, mulai dari langit yang luas, bumi yang kokoh, hingga laut yang bergelora, diciptakan dan diatur oleh tangan Tuhan. Setiap detailnya berada dalam kendali-Nya. Pada saat ini, kita juga sering kali lupa untuk bersyukur atas ciptaan Tuhan yang begitu luar biasa. Bahkan kita sebagai ciptaan Tuhan yang paling mulia pun ketika kita merenungkan bagaimana Tuhan merencanakan dan mengatur segala sesuatu dengan begitu sempurna, hati kita seharusnya dipenuhi dengan rasa takjub dan rasa syukur. Bahkan di tengah kesulitan hidup, kita diingatkan bahwa Tuhan yang menciptakan alam semesta ini pasti mampu mengatur hidup kita. Dengan memahami bahwa Tuhanlah pencipta yang maha kuasa, maka namaposo tidak akan meragukan penyertaan Tuhan lagi.
- Tuhan menguasai segala hal (ay. 13)
Selanjutnya saudara-saudariku, pesan apa yang mau disampaikan lagi kepada bangsa Israel?? Oleh karena itu, mari kita baca ayat 13 “Apabila Ia memperdengarkan suara-Nya, menderulah bunyi air di langit, Ia menaikkan kabut awan dari ujung bumi, Ia membuat kilat serta hujan, dan mengeluarkan angin dari perbendaharaan-Nya”
Dalam ayat ini, dijelaskan bahwa kuasa Tuhan yang mengendalikan, menguasai alam. Tuhan dapat menyebabkan laut mendidih, mengatur awan, menurunkan hujan, dan menggerakkan angin sesuai dengan kehendak-Nya. Tentu ini mengingatkan kita bahwa Tuhan bukan hanya pencipta, tetapi juga pemelihara dan penguasa dari segala sesuatu yang ada di bumi dan langit. Ketika kita merasa cemas atau takut menghadapi tantangan hidup, marilah kita mengingat bahwa Tuhan yang mengendalikan alam semesta ini juga mengendalikan hidup kita. Tidak ada hal yang terjadi tanpa seizin-Nya. Oleh karena itu, kita bisa memiliki damai sejahtera dan kepercayaan penuh kepada-Nya. Tuhan tidak hanya menciptakan dunia, tetapi juga memelihara kita dengan kasih-Nya.
Saudara-saudari yang terkasih, Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang berkuasa atas alam semesta dan selalu menyertai orang percaya. Maka dari itu saudara-saudari apa yang menjadi tekad kita sebagai orang pilihan Allah? Apakah kita berani menyuarakan kebenaran dalam hidup ini? Mengatakan yang salah jika itu salah, mengatakan kebenaran jika itu benar. Dalam segala situasi kehidupan, kita tidak perlu takut atau cemas, karena Tuhan yang besar dan perkasa selalu bersama kita. Sebagai pemuda Kristen harus berani menentukan prioritas dalam hidup kita. Bahwa kebahagiaan yang sementara di dunia ini tidak lah membawa kepada kehidupan yang sejati. Marilah kita terus menaruh kepercayaan penuh kepada-Nya, mengandalkan kekuatan-Nya, dan hidup dalam penyertaan-Nya yang tak terbatas. Seperti Tuhan tetap menyertai bangsa-Nya demikian lah juga kita yang Tuhan menyertai kita dalam kehidupan kita. Sehingga jadilah Nabi Yeremia masa kini sebagai generasi penerus gereja. Amin.