Surat Pastoral Pimpinan Sinode GKPS pada 8 Juli 2025, yang ditujukan kepada jemaat GKPS Pematang Sako, Pers. Kusuma Raya dan Pers. Sei Dolig.
PEMATANGSIANTAR. GKPS.OR.ID. Puluhan ribu warga masyarakat dari enam desa di Kabupaten Pelalawan, Riau, harus melakukan relokasi mandiri setelah Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) terus berupaya mengambil alih lahan warga, yang disinyalir berada di kawasan Hutan Konservasi Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Pelalawan.
Dari berbagai pemberitaan media online nasional, Satgas memberi kelonggaran waktu untuk relokasi mandiri hingga 22 Agustus 2025.
Pengambil alihan lahan oleh Satgas tentu menambah daftar panjang konflik agraria di negeri ini. Entah siapa yang patut disalahkan, namun menjadi catatan hitam yang mendalam pada sejarah bangsa ini, bahwa pemerintah telah lama melakukan pembiaran atas lahan kawasan TNTN untuk didiami masyarakat. Tak terhitung miliaran bahkan trilliunan uang beredar selama puluhan tahun untuk transaksi jual beli lahan di tengah masyarakat.
Adapun 6 (enam) desa yang masuk dalam kawasan TNTN, yaitu desa Bukit Kusuma, Lubuk Kembang Bunga, Segati, Gondai, Air Hitam, dan Bagan Limau, dengan populasi 25.000 jiwa.
Dari dua puluhan ribu warga yang direlokasi, di dalamnya terdapat warga jemaat GKPS, diantaranya GKPS Pamatang Sako sebanyak 176 jiwa, Pers. Kusuma Raya sebanyak 58 jiwa, dan Pers. Sei Dolig sebanyak 48 jiwa.
Desakan untuk segera melakukan relokasi mandiri merupakan perintah yang mendatangkan duka mendalam bagi warga.
Pada Selasa (8/7/2025) siang, tepatnya dua hari setelah dilantik sebagai Pimpinan Sinode GKPS, Pdt. John Christian Saragih, S.Th., M.Sc. selaku Ephorus dan Pdt. Dr. Janhotner Saragih sebagai Sekretaris Jenderal mengeluarkan surat pastoral yang ditujukan kepada ketiga jemaat GKPS di atas. Isi pesan pastoral ini mengajak warga untuk senantiasa berdoa dan berpengharapan di tengah gumul juang yang sedang mereka hadapi.
Pimpinan Sinode GKPS lewat Departemen Pelayanan pun sedang memikirkan upaya yang dilakukan GKPS di tengah kondisi duka warga jemaat yang harus kehilangan sejarah, harta benda dan persaudaraannya. Komunikasi antar lembaga pun dibangun dalam rangka mengumpulkan data serta membangun jejaring untuk bergerak bersama, berjuang bagi warga demi keadilan dan kehidupan yang layak. (hks/bgs)
Pewarta: Pdt. Bima Gustav Saragih
Narahubung: Kepala Departemen Pelayanan (Pdt. Dr. Jenny R. C. Purba) +62 821-6879-9622