1. Doding: Haleluya No. 404:1-2
Ganup ari do in, ronsi tahun hu taun,
sihol do hudodingkon GoranMu.
Ham Tuhan Naibata, sai hupuji do Ham,
halani haganup layak-Mu.
Ham arta na harga, poltik hujolom in,
humbani na hinan Ham do tong Naibatangkin.
Bonani na dear, ronsi sadokahnin.
Panondang na lihar, bai ganup na golap in.
HataMu do Tuhan, hupindahi nuan,
bahen suluh bai pardalanankin.
Pitah Ham hansa in, na mambotoh ijin,
aha na huporluhon Tuhan.
Ham arta na harga, poltik hujolom in,
humbani na hinan Ham do tong Naibatangkin.
Bonani na dear, ronsi sadokahnin.
Panondang na lihar, bai ganup na golap in.
2. Tonggo
3. Ayat Harian
“Gugun ma hata ni Kristus marianan i tongah-tongah nasiam; marhasoman gok hapentaron ma nasiam marsiajaran anjaha marsipaingatan marhitei doding Psalm, doding puji-pujian ampa doding partonduyon; dodingkon nasiam ma Naibata ibagas uhur nasiam maruhur tarima kasih.” (Kolosse 3:16)
“Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.” (Kolose 3:16)
4. Renungan: Perkataan Kristus
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
ungkapan dan pernyataan agar setiap orang percaya tidak hanya sekedar mendengar, membaca atau sekedar mengetahui tentang firman Tuhan, namun yang terutama adalah menghidupi dan hidup di dalam Firman Tuhan sudah sering kita dengar. Supaya pembacaan dan pemahaman kita akan Firman Tuhan dapat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita maka firman itu dengan segala kekayaannya harus benar-benar tinggal dan menetap di dalam hati setiap orang percaya. Inilah yang menjadi pesan dalam ayat harian ini. Kata “diam” (bhs. Yun: enoiko) dalam ayat ini memiliki makna bukan sekedar hafal dan tahu, namun mengandung arti tinggal bersama-sama dan mempengaruhi hidup orang tersebut, sehingga hidup orang tersebut dapat mempengaruhi orang di sekelilinginya sesuai dengan makna firman tersebut. Maka kita dapat mengatakan bahwa perkataan Kristus yang diam dalam hidup kita adalah kekuatan yang dinamis dari Tuhan sebagai penuntun bagi hidup kita.
Bagaimanakah kita dapat menyimpan firman dan perkataan Kristus dengan segala kekayaannya dapat berdiam di dalam hati? Paulus dengan nyata menyebutkan bahwa perkataan Kristus dapat berdiam dalam hidup kita dengan segala hikmat. Dengan segala hikmat yang dimaksud di sini adalah mencakup: pengajaran, teguran, dan mazmur pujian. Intinya, hikmat itu adalah yang berasal dari Tuhan yang berfungsi untuk menuntun, menegur dan mendorong kita untuk memuji dan memuliakan Tuhan. Maka agar hikmat itu dapat berdiam dengan nyata dalam hidup kita, diperlukan upaya dan kesungguhan untuk tetap bersama dan menghidupi firman Tuhan. Kata berdiam juga berarti bahwa firman itu adalah kekuatan yang dinamis dari Allah. Kekuatan yang dinamis itu harus bekerja dengan efektif dalam hidup kita. Efektif yang dimaksud adalah bahwa firman itu bukan saja bekerja dan hidup bagi dan untuk diri kita, tetapi firman itu harus membuat hidup kita berdampak dan menjadi berkat bagi sesama dan bagi dunia.
Ketika perkataan Kristus itu telah berdiam dan berdampak bagi kita, maka kita juga diminta untuk dapat “dipakai” firman itu untuk menegur dan mengajar. Oleh karena itu, perkataan Kristus itu harus diam degan segala kekayaannya (bhs. Simalungun = gugun, yang berarti melimpah, banyak, padat dan terkumpul dengan rapi). Ini juga berarti bahwa perkataan Kristus itu harus memenuhi segenap aspek kehidupan kita dan tersusun dengan rapi dalam hidup kita.
Akhirnya, perkataan Kristus itu juga menuntun kita untuk mengucap syukur kepada Allah di dalam hati. Bentuk ucapan syukur itu dapat dilakukan melalui menyanyikan mazmur, puji-pujian dan nyanyian rohani. Artinya, titik berat dari ketiganya adalah hati yang bersukacita memuji Tuhan. Tentu, suasana sukacita ini adalah sukacita sorgawi karena perkataan Kristus itu telah berdiam dengan segala kekayaannya dalam hidup kita. Maka, perkataan Kristus berdiam dengan segala kekayaannya dalam hidup kita, penuhlah sukacita kita. Amin.
5. Doding: Haleluya No. 205:1-2
Hata ni Jahowa Sipadamei jolma, hagoluhan in.
In malas ni uhur, na mangapoh uhur na marhoru in.
Gogoh ni Naibatangkin, paluahkon na porsaya humbai ganup dousa.
Ganup pinarsinta sanggah lang itompa tanoh on ope.
‘Ge na tinujuan ni ganup galangan, jumpah do use.
Uhur ni Bapa-Ni in ipasaud Jesus Kristus, jolma in itobus.
6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami
Kantor Sinode GKPS