- Doding: Haleluya No. 219:1-2
Marmegah-megah hita on mamuji Naibata.
Ai idopni uhur-Ni do, na masuk bai uhurta in.
Mambaen nuan mardomu in, ijon sadari on, ijon sadari on.
Halani ai sai gogoh bei, ganupan hita on.
Mamuji Tuhan Jesus in, parholong atei banggal in.
Sibahen hamegahon in, ronsi magira pe, ronsi magira pe.
- Tonggo
- Ayat Harian
“Lambin igoki ma bani nasiam idop ni uhur, damei ampa holong!” (Judas 1:2)
“Rahmat, damai sejahtera dan kasih kiranya melimpahi kamu.” (Yudas 1:2)
- Renungan: Hidup dalam Anugerah Allah
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
Yudas yang menuliskan kitab Yudas ini bukanlah Yudas Iskariot, murid Tuhan Yesus. Ia menyebut dirinya seorang hamba Yesus Kristus dan saudara Yakobus. Dalam Matius 13:55 dituliskan bahwa Yudas adalah saudara dari Tuhan Yesus. Walapun ia adalah saudara dari Tuhan Yesus, tetapi ia menyebut dirinya sebagai hamba Yesus Kristus, karena ia menyadari bahwa ada hubungan yang lebih dekat dengan Yesus sebagai saudara yaitu keselamatan yang ia terima dari Yesus Kristus. Bagi Yudas, darah Yesus Kristus di kayu salib yang menyelamatkannya lebih penting daripada darah keluarga dalam nadinya yang menghubungkannya dengan Yesus. Pengakuan yang sama dapat kita lihat dalam 2 Korintus 5:16, “Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang juga pun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian.”
Sebagai akibat dari keselamatan yang ia terima dalam Kristus, maka Yudas bersaksi tentang betapa besarnya kasih karunia dan anugerah Tuhan dalam hidupnya. Anugerah Allah yang besar itu disebutkannya dalam tiga kata, yaitu: rahmat, damai sejahtera, dan kasih. Ketiga anugerah Allah yang besar ini dimintakan oleh Yudas supaya melimpah dalam kehidupan kita.
Rahmat, atau yang dapat diterjemahkan sebagai kasih karunia, adalah kesempurnaan dalam Allah. Kesempurnaan itu kita dapati karena kita adalah orang-orang pilihan. Allah dalam Kristus Yesus telah menjadi Juruselamat bagi kita melalui kesediaan-Nya menebus kita dari dosa dan kematian. Di dalam rahmat atau kasih karuna itu, kita juga diberi hidup baru melalui kelahiran kembali dalam Kristus. Pengakuan akan kasih karunia Allah ini sangat kita perlukan dalam hidup. Ketika kita sedang dalam pencobaan dan penderitaan, maka yang kita butuhkan adalah belas kasihan atau rahmat Tuhan yang telah membebaskan dan menyelamatkan kita. Oleh karena itulah Yudas meminta dengan sangat supaya kasih karunia atau rahmat Tuhan itu harus melimpah dalam hidup kita. Ketika kasih karunia itu dengan limpahnya kita pelihara dan gunakan dalam hidup, maka kita akan menjadi umat percaya yang kuat, yang dapat menghadapi segala tantangan serta tidak tunduk kepada kuasa dunia dan cobaan dari Iblis.
Damai sejahtera juga harus melimpahi kita. Penggandaan damai sejahtera dari Tuhan Yesus Kristus bermakna pemeliharaan dari Tuhan. Perdamaian yang telah dilakukan Yesus di kayu salib untuk dosa-dosa manusia adalah langkah besar untuk menghapus segala rasa khawatir dan takut dalam diri manusia. Dengan dikalahkannya segala ketakutan, gelisah, dan khawatir sebagai akibat dari dosa dan kematian, maka tinggallah damai sejahtera dalam diri manusia. Damai sejahtera yang seperti inilah yang dimaksudkan oleh Yudas. Damai sejahtera itu harus melingkupi kita seperti selubung ketika kita menghadapi begitu banyaknya keadaan dan situasi yang tidak mudah. Damai sejahtera itu harus menjadi kekuatan utama bagi kita dalam memikirkan dan menanggapi segala sesuatu.
Demikian juga dengan kasih yang dari Allah, haruslah melimpah dalam hidup kita. Kasih yang dimaksud di sini adalah kasih yang sempurna dari Allah. Kasih yang sempurna itu adalah kasih yang tanpa batas dan kasih yang tanpa syarat. Seperti kasih Allah kepada dunia ini dengan memberikan Anak-Nya Yesus Kristus, kasih yang sedemikianlah yang harus melingkupi hidup kita. Dengan tuntunan dari pada Roh Kudus, biarlah kasih itu mewujudnyata dalam hidup kita, sehingga hidup kita dapat menjadi berkat bagi sesama. Demikianlah rahmat (kasih karunia), damai sejahtera, dan kasih Allah harus nyata dan melimpah dalam hidup kita. Amin.
- Doding: Haleluya No. 506:1
Idopni uhur-Ni Tuhanta Jesus Kristus.
Pakon holong ni atei-Ni Naibata Bapa.
Ampa parsaoran ni Tonduy Napansing ma.
Mangkasomani hita ganupan. Amen! - Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami
Kantor Sinode GKPS